Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Benarkah Isra' Mi'raj Terjadi Tanggal 27 Rajab? Berikut Pendapat Para Ulama

Kompas.com, 6 Januari 2026, 15:43 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Isra' Mi'raj adalah peristiwa perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram menuju Masjid Nabawi dilanjutkan ke langit ketujuh untuk menerima perintah shalat wajib lima waktu.

Peristiwa Isra' Mi'raj diyakini terjadi pada tanggal 27 Rajab. Namun para Ulama ternyata berselisih pendapat mengenai kapan terjadinya Isra' Mi'raj. Adanya perbedaan pendapat ini terjadi karena tidak ada sumber resmi tertulis mengenai kapan pastinya terjadi peristiwa ini.

Baca juga: Mengungkap Keistimewaan Malam 27 Rajab bagi Umat Islam

Pendapat Ulama Mengenai Kapan Terjadinya Isra' Mi'raj

Syaikh Safiyurrahman Al Mubarakfuri dalam karyanya Rahiqul Makhtum, menyebut ada 6 pendapat ulama mengenai kapan terjadinya peristiwa Isra' Mi'raj.

1. Peristiwa Isra' Mi'raj terjadi pada tahun tatkala Allah memuliakan Nabi SAW dengan nubuwah (kenabian). Ini adalah pendapat Imam Ath Thabari.

2. Perisitiwa Isra' Mi'raj terjadi lima tahun setelah diutus sebagai rasul. Ini adalah pendapat yang dirajihkan oleh Imam An Nawawi dan Al Qurthubi.

3. Peristiwa Isra' Mi'raj terjadi pada malam tanggal dua puluh tujuh Bulan Rajab tahun kesepuluh kenabian. Ini adalah pendapat Al Allamah Al Manshurfuri.

4. Ada yang berpendapat, peristiwa tersebut terjadi enam bulan sebelum hijrah, atau pada bulan Muharram tahun ketiga belas setelah kenabian.

5. Ada yang berpendapat, peristiwa tersebut terjadi setahun dua bulan sebelum hijrah, tepatnya pada bulan Muharram tahun ketiga belas setelah kenabian.

6. Ada yang berpendapat, peristiwa tersebut terjadi setahun sebelum hijrah, atau pada bulan Rabi’ul Awwal tahun ketiga belas setelah kenabian. Ini adalah pendapat Imam Al Baihaqi merujuk pada pendapat Imam Az Zuhri.

Ada juga pendapat Imam Abdurrahman bin Nashir As Sa'di. Imam As Sa'di menyatakan peristiwa Isra' Mi'raj tejadi 19 bulan sebelum hijrah, tepatnya pada bulan Dzulqa'dah.

Dari berbagai pendapat tersebut, Syaikh Safiyurrahman Al Mubarakfuri berpendapat bahwa Isra' Mi'raj terjadi pada masa-masa akhir sebelum Rasulullah SAW hijrah ke Madinah.

Baca juga: Bolehkah Menggabungkan Niat Puasa Rajab dan Puasa Senin Kamis? Ini Penjelasan Lengkapnya

Menyikapi Perbedaan Pendapat Mengenai Isra' Mi'raj

Adanya banyak perbedaan tentang kapan terjadinya Isra' Mi'raj bukanlah hal yang perlu dipermasalahkan. Penetapan Isra' Mi'raj berdasarkan satu pendapat mempermudah umat Islam untuk mengingat dan menjadikannya satu pelajaran berharga.

Isra' Mi'raj adalah salah satu peristiwa besar dalam Islam. Banyak hikmah yang bisa diambil dari pelajaran tersebut. Peristiwa Isra' Mi'raj dapat menambah keimanan seseorang dengan mengetahui luar biasanya Kekuasaan Allah SWT yang tidak dapat dijangkau manusia.

Salah satu pelajaran berharga dari Isra' Mi'raj adalah bagaimana keimanan seseorang diuji dengan peristiwa tersebut. Banyak yang tidak mempercayai terjadinya peristiwa tersebut.

Ada satu sosok yang dengan sepenuh hati beriman kepada Allah SWT dan Rasul-Nya tanpa perlu menanyakan alasannya. Semua yang disampaikan Allah SWT dan Rasul-Nya dipercayai sepenuh hati. Sosok tersebut adalah Abu Bakar Ash Shiddiq.

Baca juga: Puasa Sunah Rajab dan Niat di Siang Hari, Ini Penjelasan Fikihnya

Penutup

Berdasarkan pembahasan di atas, kapan pastinya terjadinya peristiwa Isra' Mi'raj tidak perlu menjadi perdebatan meskipun banyak pendapat yang berbeda.

Inti dari memperingati isra' Mi'raj adalah mengambil ibrah atau pelajaran dari peristiwa luar biasa tersebut.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com