Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ihsan: Jalan Menuju Kesempurnaan Iman

Kompas.com, 7 Januari 2026, 06:25 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Ihsan merupakan derajat tertinggi manusia dalam Islam. Di bawahnya ada derajat Iman dan Islam. Ihsan bukan hanya sekedar konsep teoritis dalam Islam. Tetapi ihsan adalah pengejawantahan kualitas iman yang sempurna.

Dasar dari ihsan terdapat dalam sebuah hadits panjang yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Hadits tersebut bersumber dari Umar bin Khattab. Dalam hadits tersebut dijelaskan mengenai dialog antara Rasulullah SAW dengan seorang lelaki yang tak lain adalah Malaikat Jibril.

Ada tiga konsep penting yang termaktub dalam hadits tersebut, yaitu tentang Islam, Iman, dan Ihsan. Ketiga konsep ini akhirnya menentukan derajat manusia dalam mengaplikasikan ajaran yang dibawa Rasulullah SAW.

Baca juga: Kisah Penggembala Kambing yang Jujur dan Telah Mencapai Derajat Ihsan

Definisi Ihsan

Secara bahasa, ihsan berarti berbuat baik, bagus atau indah. Sedangkan secara istilah, ihsan berarti selalu merasa dalam pengawasan Allah sehingga selalu berbuat baik.

Jika mengacu pada hadits tentang Islam, Iman, dan Ihsan, makna ihsan adalah beribadah seolah-olah melihat Allah SWT. Jika tidak melihat-Nya, yakin bahwa Allah selalu melihat apa yang dilakukan manusia.

Syaikh Abu Bakar Jabir Al Jazairi dalam buku Aisarut Tafasir menjelaskan makna ihsan adalah melaksanakan ketaatan dan meninggalkan larangan dengan senantiasa merasa diawasi oleh Allah Ta’ala.

Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengatakan bahwa ihsan mencakup kebaikan sesuatu secara substansi baik yang berkaitan dengan akidah, ibadah, maupun lainnya sebagaimana kebaikan seorang Muslim terhadap orang lain.

Aplikasi ihsan dalam kehidupan sehari-hari adalah beribadah dengan sebaik-baiknya kepada Allah SWT, berakhlak mulia terhadap sesama makhluk, tidak hanya kepada manusia, tetapi juga terhadap hewan, pohon, dan alam semesta serta menjauhi berbagai dosa karena merasa selalu dalam pengawasan Allah SWT.

Baca juga: Hadits tentang Islam, Iman, dan Ihsan

Hadits tentang Ihsan

Hadits tentang Ihsan cukup panjang. Berikut ini inti ringkasan dari hadits tersebut.

“Pada suatu hari kami (Umar Ra. dan para sahabat Ra.) duduk-duduk bersama Rasulullah SAW. Lalu muncul di hadapan kami seorang yang berpakaian putih. Rambutnya hitam sekali dan tidak tampak tanda-tanda bekas perjalanan. Tidak seorangpun dari kami yang mengenalnya.

Dia langsung duduk menghadap Rasulullah Saw. Kedua lututnya bersentuhan dengan kedua lutut Rasulullah, dari kedua telapak tangannya diletakkan di atas paha Rasulullah Saw, seraya berkata, "Ya Muhammad, beritahu aku tentang Islam."

Lalu Rasulullah Saw menjawab, "Islam ialah bersyahadat bahwa tidak ada tuhan kecuali Allah dan Muhammad Rasulullah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan, dan mengerjakan haji apabila mampu."

Kemudian dia bertanya lagi, "Kini beritahu aku tentang iman." Rasulullah Saw menjawab, "Beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir dan beriman kepada Qadar baik dan buruknya."

Orang itu lantas berkata, "Benar. Kini beritahu aku tentang ihsan." Rasulullah berkata, "Beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya, jika engkau tidak melihat-Nya, sesungguhnya Allah melihatmu.”…” (H.R. Muslim).

Baca juga: 6 Tanda Lemah Iman yang Harus Diwaspadai

Kandungan Hadits

Hadits di atas dengan lugas menjelaskan makna Islam, Iman, dan Ihsan. Jika digali lebih lanjut, sebenarnya hadits itu mengandung makna yang sangat mendalam.

Pemilihan urutan kata yang dimulai dari Islam, kemudian Iman, dan terakhir Ihsan bukanlah sesuatu yang bersifat acak. Penempatan urutan itu mempunyai maksud tertentu, termasuk pemberian makna dari masing-masing kata itu.

Islam diletakkan pada urutan pertama dengan definisi yang mengacu pada rukun Islam, yaitu mengucapkan dua kalimat syahadat, shalat, puasa, zakat, dan haji. Jika kita cermati, semua rukun Islam berisi sesuatu yang berupa aktivitas fisik dengan aturan yang baku dan jelas.

Iman diletakkan pada urutan kedua dengan definisi berupa rukun iman. Semua isi rukun iman berwujud keyakinan yang bermuara pada hati yang bersifat ruhani. Sedangkan Ihsan menempati urutan terakhir.

Definisi ihsan adalah beribadah seolah-olah melihat Allah atau meyakini bahwa Allah selalu melihat perilaku manusia. Dari definisi ini, dapat disimpulkan bahwa konsep ihsan merupakan perpaduan antara aktivitas fisik/jasmani dan aktivitas hati/ruhani yang mewujud dalam ibadah dan akhlak mulia.

Baca juga: Kumpulan Doa Agar Diberi Iman yang Kokoh Lengkap dengan Artinya

Ihsan adalah Jalan Menuju Kesempurnaan Iman

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa manusia yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.

أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا

Artinya: “Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya” (H.R. Abu Daud).

Akhlak mulia hanya dimiliki oleh orang-orang yang sudah sampai derajat ihsan. Ia sudah mencapai kesadaran bahwa Allah SWT selalu mengawasi setiap aktivitas manusia sehingga tidak ada ruang untuk berbuat keburukan dan dosa.

Dengan demikian, ihsan adlaah jalan menuju kesempurnaan iman.

Baca juga: Mengenal 6 Rukun Iman dan Penjelasannya Lengkap

Kesimpulan

Ihsan artinya berbuat baik. Ihsan mencakup 'berbuat baik' kepada Allah SWT dengan ibadah yang sebaik-baiknya, serta berbuat baik kepada makhluk dalam bentuk akhlak mulia terhadap sesama manusia, hewan, dan alam semesta.

Dengan mencapai derajat ihsan, berarti seseorang telah mencapai iman yang sempurna. Sebab iman yang sempurna akan tercapai ketika seseorang mempunyai akhlak yang mulia.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
Miyos Gangsa Dimulai, Tradisi Sekaten di Keraton Yogyakarta Menyambut Maulid Nabi 2026
Miyos Gangsa Dimulai, Tradisi Sekaten di Keraton Yogyakarta Menyambut Maulid Nabi 2026
Aktual
Biaya Haji 2027 Diusulkan Rp 107,34 Juta, BPKH Ingatkan Risiko Rp 6,87 Triliun
Biaya Haji 2027 Diusulkan Rp 107,34 Juta, BPKH Ingatkan Risiko Rp 6,87 Triliun
Aktual
Kirab Merah Putih, Ribuan Pemuda Serukan Persatuan di Tengah Keberagaman
Kirab Merah Putih, Ribuan Pemuda Serukan Persatuan di Tengah Keberagaman
Aktual
Hukum Memelihara Anjing dalam Islam, Benarkah Membuat Malaikat Tidak Masuk Rumah?
Hukum Memelihara Anjing dalam Islam, Benarkah Membuat Malaikat Tidak Masuk Rumah?
Aktual
Masjid Tua Wapauwe, Jejak Sejarah Islam di Maluku yang Bertahan Sejak 1414
Masjid Tua Wapauwe, Jejak Sejarah Islam di Maluku yang Bertahan Sejak 1414
Aktual
Thaharah Sebelum Shalat: Cara Bersuci, Najis yang Dibersihkan, Jenis Air, hingga Aturan Tayamum
Thaharah Sebelum Shalat: Cara Bersuci, Najis yang Dibersihkan, Jenis Air, hingga Aturan Tayamum
Aktual
Kapan Libur Maulid Nabi 2026? Cek Tanggal dan Status Liburnya
Kapan Libur Maulid Nabi 2026? Cek Tanggal dan Status Liburnya
Aktual
Menag: Terowongan Silaturahmi Istiqlal-Katedral Simbol Toleransi Indonesia Perlu Dikenalkan ke Dunia
Menag: Terowongan Silaturahmi Istiqlal-Katedral Simbol Toleransi Indonesia Perlu Dikenalkan ke Dunia
Aktual
Baznas-BKKBN Sinergikan Zakat untuk Perkuat Ekonomi 37.000 Kelompok Usaha
Baznas-BKKBN Sinergikan Zakat untuk Perkuat Ekonomi 37.000 Kelompok Usaha
Aktual
Persiapan Muktamar Ke-35 NU Capai 80 Persen, 1.300 Stan UMKM Disiapkan
Persiapan Muktamar Ke-35 NU Capai 80 Persen, 1.300 Stan UMKM Disiapkan
Aktual
Yenny Wahid: Rekonsiliasi Wajib Dilakukan Usai Muktamar Ke-35 NU
Yenny Wahid: Rekonsiliasi Wajib Dilakukan Usai Muktamar Ke-35 NU
Aktual
Benarkah Makan Kurma Harus Ganjil? Ini Penjelasan Sunnah Sesuai Kebiasaan Rasulullah SAW
Benarkah Makan Kurma Harus Ganjil? Ini Penjelasan Sunnah Sesuai Kebiasaan Rasulullah SAW
Aktual
Lukman Hakim Minta NU Tinggalkan Pengelolaan Tambang yang Timbulkan Fitnah dan Mafsadah
Lukman Hakim Minta NU Tinggalkan Pengelolaan Tambang yang Timbulkan Fitnah dan Mafsadah
Aktual
Menag Dukung Guru PPPK Jadi Penuh Waktu dan PNS di 2027: Ini Detailnya
Menag Dukung Guru PPPK Jadi Penuh Waktu dan PNS di 2027: Ini Detailnya
Aktual
Mengenal Huruf Hijaiyah: Jumlah, Urutan, dan Cara Membacanya
Mengenal Huruf Hijaiyah: Jumlah, Urutan, dan Cara Membacanya
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar