KOMPAS.com – Suasana Lebaran memang selalu identik dengan kehangatan keluarga, aroma hidangan khas, dan satu hal yang tak pernah absen, busana terbaik di Hari Raya.
Meski Ramadhan 1447 H belum tiba, tren baju Lebaran 2026 sudah mulai mencuri perhatian. Tahun ini, arah gaya bergerak ke satu kata kunci, modern dan effortless.
Bukan lagi sekadar tampil mewah, busana Lebaran kini menekankan kenyamanan, fleksibilitas, dan siluet yang ringan namun tetap anggun. Lantas, seperti apa tren yang diprediksi mendominasi Idul Fitri 2026?
Baca juga: Kapan Lebaran 2026? Ini Tanggal Idul Fitri Versi Muhammadiyah dan Pemerintah
Jika beberapa tahun lalu detail glamor dan potongan rumit menjadi sorotan, 2026 justru menghadirkan pendekatan yang lebih bersih dan sederhana.
Gaya clean look dengan potongan tegas, jatuh rapi, dan tidak berlebihan diprediksi menjadi favorit.
Desainer modest fashion banyak mengarah pada:
Busana Lebaran kini tidak lagi terpaku pada satu model klasik, melainkan berkembang menjadi ekspresi diri yang lebih fleksibel.
Outfit harus nyaman dipakai seharian, dari sholat Id hingga silaturahmi maraton ke rumah kerabat.
Baca juga: Rekomendasi Parcel Lebaran 2026: Ide Parcel Kekinian, Sederhana, dan Berkesan
Tren warna Lebaran 2026 diperkirakan masih didominasi earth tone yang hangat dan menenangkan.
Beige, cream, taupe, olive, dan mocca menjadi pilihan aman namun tetap elegan. Warna putih klasik tentu tetap menjadi primadona karena identik dengan makna kesucian Idul Fitri.
Bagi yang ingin sentuhan segar, warna pastel seperti mint green, baby blue, hingga lavender menghadirkan kesan lembut dan youthful tanpa terlihat mencolok.
Menariknya, kombinasi warna netral dengan sentuhan bold seperti burgundy atau emerald mulai banyak dilirik untuk menciptakan kesan foto keluarga yang harmonis dan estetik.
Model gamis dengan rompi terpisah diprediksi tetap populer. Konsep dua gaya dalam satu busana ini menghadirkan fleksibilitas, tampil formal dengan rompi atau lebih kasual tanpa luaran.
Biasanya rompi dibuat dari bahan brokat tipis, jacquard, atau motif senada yang memberi aksen elegan tanpa berlebihan. Model ini cocok untuk yang ingin tampil rapi namun tetap dinamis.
Tren gamis lebaran rompi lepasDi antara berbagai pilihan bahan untuk Lebaran 2026, silk look menjadi salah satu yang paling banyak dibicarakan.
Kategori ini mencakup Armani silk, satin premium, hingga turunan silk blend yang dirancang lebih ringan dan mudah dirawat.
Karakter utamanya terletak pada efek jatuh yang lembut mengikuti lekuk tubuh tanpa membentuk siluet berlebihan. Hasilnya adalah tampilan yang anggun, halus, dan terlihat mahal secara natural.
Berbeda dengan kain tebal yang kaku, silk memiliki struktur serat yang fleksibel sehingga memberi gerakan lembut saat pemakainya berjalan.
Kilau yang dihasilkan pun tidak terlalu mencolok, melainkan subtle cukup menangkap cahaya tanpa membuat tampilan terlihat berlebihan.
Inilah yang membuat silk look sangat cocok untuk suasana Lebaran yang sakral namun tetap hangat dan penuh kebersamaan.
Keunggulan lain dari bahan ini adalah kenyamanannya. Meski terlihat glamor, silk premium cenderung ringan dan sejuk saat dikenakan, terutama untuk silaturahmi yang berlangsung seharian.
Banyak produsen kini mengembangkan silk dengan teknologi breathable, sehingga tetap nyaman dipakai di cuaca tropis.
Menariknya, silk look juga fleksibel untuk berbagai nuansa warna. Warna-warna netral seperti champagne, ivory, dan silver grey menonjolkan kesan elegan klasik.
Sementara warna jewel tone seperti emerald, navy, atau maroon memberi kesan lebih bold namun tetap refined.
Kombinasi ini membuat silk tidak hanya cocok untuk sholat Id, tetapi juga untuk menghadiri open house atau acara keluarga besar.
Tren gamis silk armaniBaca juga: Jadwal Libur dan Cuti Bersama Lebaran 2026 untuk ASN, Pegawai, dan Anak Sekolah
Konsep layering ringan menjadi jawaban bagi pencinta gaya minimalis. Potongan polos dengan aksen layer tipis di bagian rok atau lengan menciptakan dimensi yang modern.
Model ini cocok untuk silaturahmi panjang karena tetap nyaman bergerak, tidak berat, dan mudah dipadukan dengan hijab motif atau tas statement.
Tren gamis lebaran berlayerAbaya dengan inspirasi Dubai dan Turki diprediksi tetap memiliki tempat tersendiri. Potongannya loose, jatuh, dan memberi siluet tinggi serta ramping.
Versi 2026 cenderung lebih minimal dengan detail bordir tipis atau aksen garis geometris halus. Tidak terlalu glamor, tetapi tetap mencerminkan kemewahan yang bersahaja.
Busana ini cocok untuk acara Lebaran yang lebih formal atau pertemuan keluarga besar.
Tren gamis lebaran abaya modernTren hijab bergerak ke arah yang lebih praktis namun tetap stylish.
Shawl masih menjadi pilihan karena mudah dikreasikan. Gaya lilitan sederhana dengan satu layer clean di bagian depan menjadi favorit karena terlihat effortless.
Tren hijab lebaran shawlVoal tetap mendominasi karena ringan dan mudah dibentuk. Motif digital print seperti abstrak halus, garis minimalis, hingga border elegan menjadi aksen penyeimbang untuk outfit polos.
tren hijab lebaran printed voalBaca juga: Trend Baju Lebaran Anak Perempuan 2026: Model & Tips Memilih
Tren busana pria pun bergerak ke arah yang lebih clean.
Setelan koko dengan atasan dan bawahan berwarna senada semakin diminati karena menawarkan tampilan yang selaras tanpa perlu repot memadukan outfit.
Konsep one set menghadirkan kesan bersih dan terstruktur, sehingga cocok dikenakan untuk shalat Id maupun silaturahmi keluarga.
Warna-warna netral seperti putih gading, abu muda, sage, atau olive memberi sentuhan modern yang tetap sopan dan elegan.
Selain praktis, baju koko one set juga mencerminkan gaya pria yang rapi dan percaya diri. Potongan yang dibuat lebih slim namun tetap nyaman, dipadukan dengan detail minimal seperti aksen bordir halus atau tekstur ringan pada kain, membuat tampilannya tidak monoton.
Model ini relevan dengan tren Lebaran 2026 yang mengutamakan kesederhanaan berkelas, tidak berlebihan, tetapi tetap berwibawa.
Tren lebaran baju koko one setKoko berbahan jacquard menghadirkan karakter melalui motif yang ditenun langsung ke dalam kain, bukan sekadar dicetak di permukaan.
Teknik ini menciptakan tekstur halus dengan dimensi visual yang memberi kesan eksklusif tanpa perlu tambahan ornamen berlebihan.
Pola yang biasanya geometris atau floral samar membuat tampilannya hidup, namun tetap terlihat bersih dan dewasa.
Model ini ideal bagi pria yang menginginkan nuansa elegan dengan pendekatan understated. Dipadukan dengan potongan yang rapi dan warna-warna netral seperti broken white, navy, atau earth tone, koko jacquard minimalis mampu memberikan kesan formal yang hangat.
Hasil akhirnya adalah gaya yang berkelas, tenang, dan relevan untuk suasana Lebaran maupun acara semi-formal lainnya.
Tren baju lebaran koko jacquardPerubahan tren ini dipengaruhi oleh gaya hidup yang semakin praktis. Masyarakat urban membutuhkan busana yang tidak hanya cantik dilihat, tetapi juga nyaman digunakan.
Media sosial turut membentuk preferensi visual yang clean, estetik, dan tidak berlebihan. Foto keluarga dengan warna serasi dan tone lembut kini lebih diminati dibanding tampilan glamor yang terlalu ramai. Gaya effortless menunjukkan bahwa elegansi tidak harus rumit.
Meski tren berganti setiap tahun, makna Lebaran tetap sama. Hari Raya adalah momen kembali ke fitrah, mempererat silaturahmi, dan menata kembali hubungan dengan sesama.
Busana menjadi bagian dari perayaan, tetapi bukan tujuan utama. Tren baju Lebaran 2026 menghadirkan keseimbangan antara modernitas, kesopanan, dan kenyamanan.
Mungkin inilah esensi gaya Lebaran masa kini, tampil rapi, percaya diri, dan tetap menjadi diri sendiri.
Kini, tinggal satu pertanyaan yang tersisa, gaya mana yang akan Anda pilih untuk menyambut Hari Raya tahun ini?
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang