Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apakah Merokok dan Menghisap Vape Membatalkan Puasa? Ini Penjelasan Ulama

Kompas.com, 20 Februari 2026, 11:10 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Pertanyaan apakah merokok dan menghisap vape membatalkan puasa kerap muncul setiap Ramadhan.

Dalam kehidupan sehari-hari, merokok dan vape menjadi kebiasaan sebagian orang, termasuk saat bulan puasa.

Padahal, puasa tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan diri dari hal-hal yang dapat membatalkan atau mengurangi nilai ibadah.

Karena itu, muncul perdebatan apakah mengisap rokok atau vape di siang hari membatalkan puasa atau sekadar mengurangi pahala.

Baca juga: Apakah Merokok Membatalkan Wudhu? Ini Jawabannya

Konsep Hal yang Membatalkan Puasa dalam Fiqih

Dilansir dari Antara, dalam fiqih Islam, sesuatu yang masuk ke dalam tubuh melalui lubang terbuka dan dapat membatalkan puasa disebut ‘ain. Umumnya, ‘ain berupa makanan, minuman, atau obat-obatan yang masuk secara sengaja.

Mayoritas ulama sepakat bahwa menghirup uap masakan atau aroma minyak angin tidak membatalkan puasa karena terjadi tanpa kesengajaan.

Namun, hal tersebut dinilai berbeda dengan aktivitas merokok dan menghisap vape yang dilakukan secara sadar dan disengaja.

Baca juga: Bagaimana Hukum Sengaja Tidak Puasa Ramadhan Tanpa Sebab? Ini Penjelasan Ulama

Apakah Merokok Membatalkan Puasa?

Banyak ulama, terutama dari Mazhab Syafi’i, berpendapat bahwa merokok membatalkan puasa.

Pertama, asap rokok dianggap sebagai ‘ain karena mengandung zat yang masuk ke tenggorokan dan paru-paru. Asap tersebut tidak sekadar tercium, tetapi diisap dan ditahan di dalam tubuh.

Kedua, merokok dikenal dalam istilah Arab sebagai “syurbud dukhan” yang berarti “minum asap”. Istilah ini menunjukkan adanya unsur menyerupai minum, sedangkan minum jelas membatalkan puasa.

Ketiga, adanya residu atau sisa zat tembakau dalam tubuh memperkuat pandangan bahwa merokok memasukkan sesuatu secara nyata ke dalam tubuh. Disebutkan, Syekh Az-Ziyadi pernah menguji pipa rokok dan menemukan sisa zat tembakau di dalamnya.

Hukum Menghisap Vape saat Puasa

Vape atau rokok elektrik bekerja dengan memanaskan cairan yang kemudian diuapkan dan dihirup. Uap tersebut mengandung zat yang secara sengaja dimasukkan ke dalam tubuh.

Karena mekanismenya serupa dengan rokok konvensional, banyak ulama menyatakan bahwa menghisap vape juga membatalkan puasa.

Uap vape dinilai bukan sekadar aroma, tetapi memiliki zat dan rasa yang masuk ke kerongkongan.

Adapun menghirup asap secara tidak sengaja, seperti asap masakan atau polusi udara, tidak membatalkan puasa. Begitu pula perokok pasif, karena tidak secara sengaja mengisap asap.

Penjelasan MUI soal Hukum Merokok dan Vape saat Puasa

Lebih lanjut, Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Muhammad Ziyad pernah menjelaskan bahwa di kalangan ulama, rokok dan sejenisnya seperti vape dikategorikan sebagai syurbud dukhan, yakni minum atau mengisap asap.

"Kalau dalam bahasa kita, syurbud dukhan itu seperti mengisap rokok. Di mana orang yang merokok atau vaping itu bisa membatalkan puasa," ujarnya kepada Kompas.com, Jumat (31/3/2023).

Ia menyebutkan, merokok dan vaping termasuk aktivitas yang memasukkan sesuatu ke dalam lubang tubuh manusia, baik melalui mulut maupun hidung, sehingga dapat membatalkan puasa. Selain itu, vape memiliki rasa yang menempel pada indra perasa dan masuk ke kerongkongan.

"Jadi orang yang merokok dan orang yang menggunakan vape, maka batal puasanya karena itu masuk ke dalam syurbud dukhan itu tadi," ucapnya.

Dengan demikian, menurut pandangan banyak ulama dan penjelasan MUI, merokok dan menghisap vape saat puasa termasuk perbuatan yang membatalkan puasa karena secara sengaja memasukkan zat ke dalam tubuh.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
Doa Setelah Shalat Dhuha: Arab, Latin, dan Artinya
Doa Setelah Shalat Dhuha: Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Mad Jaiz Munfasil: Pengertian, Panjang Bacaan, dan 20 Contoh
Mad Jaiz Munfasil: Pengertian, Panjang Bacaan, dan 20 Contoh
Doa Harian
Jalan Pulang 46 PMI dari Malaysia dan Makna Ta’awun
Jalan Pulang 46 PMI dari Malaysia dan Makna Ta’awun
Aktual
Doa Qunut Subuh Lengkap dengan Tata Cara Membaca saat Shalat Sendiri dan Berjamaah
Doa Qunut Subuh Lengkap dengan Tata Cara Membaca saat Shalat Sendiri dan Berjamaah
Doa dan Niat
Bacaan Doa Iftitah Shalat Tahajud Lengkap: Arab, Latin, dan Artinya
Bacaan Doa Iftitah Shalat Tahajud Lengkap: Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Bolehkah Suami Melarang Istri Bertemu Orangtua? Ini Pandangan Fikih
Bolehkah Suami Melarang Istri Bertemu Orangtua? Ini Pandangan Fikih
Aktual
Indonesia-Uzbekistan Jajaki Penerbangan Langsung untuk Wisata Religi
Indonesia-Uzbekistan Jajaki Penerbangan Langsung untuk Wisata Religi
Aktual
BAZNAS Tegaskan Dana ZIS Tak Dipakai untuk Buku 'Islam Ala Prabowo'
BAZNAS Tegaskan Dana ZIS Tak Dipakai untuk Buku "Islam Ala Prabowo"
Aktual
Arahan Kemenag untuk Madrasah Terdampak Abu Vulkanik: Atur Pembelajaran hingga Wajib Sediakan Masker
Arahan Kemenag untuk Madrasah Terdampak Abu Vulkanik: Atur Pembelajaran hingga Wajib Sediakan Masker
Aktual
Ketika Tokoh Dunia Berhenti Sejenak untuk Merenungkan Arti Kedamaian
Ketika Tokoh Dunia Berhenti Sejenak untuk Merenungkan Arti Kedamaian
Aktual
Kemenag Izinkan Madrasah dan Pesantren Terdampak Erupsi Beralih ke PJJ
Kemenag Izinkan Madrasah dan Pesantren Terdampak Erupsi Beralih ke PJJ
Aktual
Garuda Indonesia Terbangkan 382 Jamaah Umrah dari Aceh ke Kertajati
Garuda Indonesia Terbangkan 382 Jamaah Umrah dari Aceh ke Kertajati
Aktual
10 Rekomendasi Buku Islami Terbaik dan Terpopuler, dari Tafsir hingga Pengembangan Diri
10 Rekomendasi Buku Islami Terbaik dan Terpopuler, dari Tafsir hingga Pengembangan Diri
Aktual
BAZNAS Salurkan Masker ke Warga Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
BAZNAS Salurkan Masker ke Warga Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
Aktual
5 Amalan Sunnah Setelah Shalat Wajib Sesuai Tuntunan Nabi SAW
5 Amalan Sunnah Setelah Shalat Wajib Sesuai Tuntunan Nabi SAW
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar