Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apakah Menyentuh Benda Najis Membatalkan Wudhu? Ini Penjelasan Para Ulama

Kompas.com, 30 Januari 2026, 13:49 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Banyak Muslim masih ragu apakah menyentuh benda najis membatalkan wudhu? Misalnya terkena kotoran hewan, air kencing, darah, atau najis lainnya sesudah bersuci. Sebagian orang langsung mengambil wudhu kembali karena khawatir ibadahnya tidak sah.

Dalam kajian fikih thaharah (bersuci), para ulama telah menjelaskan dengan tegas bahwa menyentuh benda najis tidak membatalkan wudhu, namun tetap wajib membersihkan najis tersebut sebelum shalat. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan di bawah ini.

Baca juga: Mengenal Macam-Macam Najis dan Cara Menyucikannya dalam Islam

Perbedaan Hadats dan Najis dalam Fikih

Kesalahan yang sering terjadi adalah mencampuradukkan antara hadats dan najis. Hadats adalah keadaan tidak suci yang menghalangi sahnya shalat dan hanya bisa dihilangkan dengan wudhu untuk hadats kecil dan mandi wajib untuk hadats besar.

Hal-hal yang menjadi penyebab hadats kecil diantaranya:

  • buang air kecil/besar
  • kentut
  • tidur lelap
  • hilang akal
  • makan daging unta (menurut sebagian Ulama)
  • Menyentuh qubul (kemaluan) dan dubur (anus).
  • Menyentuh lawan jenis bukan mahram (Mazhab Syafi'i mutlak membatalkan, sedangkan tiga mazhab lainnya hanya membatalkan bila disertai syahwat.

Sedangkan najis adalah benda kotor menurut syariat yang harus dibersihkan jika mengenai badan, pakaian, atau tempat shalat. Contoh najis adalah kotoran manusia/hewan, darah, air kencing, dan bangkai.

Najis tidak sama dengan hadats. Karena itu, hukum menghilangkannya juga berbeda.

Baca juga: Sholat Tetap Sah dalam Kondisi Darurat Bencana, Meski Pakaian Terkena Najis

Hukum Menyentuh Najis Tidak Membatalkan Wudhu

Mayoritas ulama dari mazhab Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali sepakat bahwa menyentuh najis tidak membatalkan wudhu. Yang wajib dilakukan adalah menghilangkan najis tersebut, bukan mengulang wudhu.

Imam Nawawi menjelaskan dalam kitab Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab, “menyentuh najis tidak membatalkan wudhu, akan tetapi wajib mencuci najis itu jika ingin melaksanakan shalat.”

Sementara dalam kitab Fathul Qarib karya Syekh Ibnu Qasim Al-Ghazi, ditegaskan juga bahwa pembatal wudhu hanya terbatas pada hal-hal tertentu, dan menyentuh najis tidak termasuk di dalamnya.

Hal ini juga dikuatkan pendapat Syekh Wahbah Az-Zuhaili dalam Al-Fiqh Al-Islami. Beliau menjelaskan bahwa perkara yang membatalkan wudhu adalah hal-hal yang disebutkan oleh dalil. Adapun menyentuh najis tidak termasuk pembatal wudhu menurut jumhur ulama.

Para ulama menetapkan bahwa pembatal wudhu bersifat tauqifi (berdasarkan dalil), tidak bisa ditambah-tambah dengan logika.

Kenapa Najis Tetap Harus Dibersihkan?

Walaupun tidak membatalkan wudhu, najis tetap harus dibersihkan karena menjadi penghalang sahnya shalat.

Allah berfirman:

وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ

Artinya: “Dan pakaianmu, bersihkanlah.” (QS. Al-Muddatstsir: 4)

Imam Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni menjelaskan bahwa menghilangkan najis dari badan, pakaian, dan tempat shalat adalah syarat sah shalat. Jadi, ketika terkena najis, wudhu tetap sah tetapi shalat tidak sah jika najis tersebut tidak dibersihkan.  

Contoh dalam keseharian adalah ketika seseorang sudah wudhu, tetapi harus mengganti celana anaknya yang ngompol, maka wudhunya tidak batal bila terkena air kencingnya, tetapi harus dibersihkan sebelum melaksanakan shalat.

Baca juga: Najis dan Hadats: Pengertian, Macam-macam, Cara Mensucikan, dan Perbedaannya

Kesimpulan

Menyentuh benda najis tidak membatalkan wudhu menurut mayoritas ulama dari berbagai mazhab. Namun najis tersebut tetap wajib dibersihkan sebelum shalat karena menjadi syarat sah ibadah.

Dengan memahami perbedaan antara hadats dan najis berdasarkan, seseorang bisa beribadah dengan lebih tenang dan benar sesuai tuntunan Al Quran dan Sunnah serta tuntunan Para ulama.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Imam Masjid Al-Aqsa: Tugas Imam Tak Berhenti pada Memimpin Shalat
Imam Masjid Al-Aqsa: Tugas Imam Tak Berhenti pada Memimpin Shalat
Aktual
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar