Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apa Manfaat Puasa di Bulan Ramadhan? Ini Penjelasan Haditsnya

Kompas.com, 20 Februari 2026, 11:35 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Bulan Ramadhan bukan sekadar momentum menahan lapar dan dahaga dari terbit fajar hingga terbenam matahari.

Di balik ibadah puasa, tersimpan dimensi spiritual, sosial, dan kesehatan yang saling berkaitan.

Puasa menjadi ruang pembinaan diri yang menyentuh hati, pikiran, hingga perilaku keseharian seorang Muslim.

Dalam ajaran Islam, puasa Ramadhan adalah kewajiban yang sarat makna. Ia bukan hanya ritual tahunan, tetapi proses pendidikan ruhani yang sistematis.

Sejumlah literatur klasik dan kontemporer menjelaskan bahwa puasa memiliki manfaat menyeluruh, mulai dari peningkatan ketakwaan hingga pembentukan karakter sosial yang lebih empatik.

Berikut penjelasan lebih lengkap mengenai manfaat puasa Ramadhan, dirujuk dari Al-Qur’an, hadits Nabi Muhammad SAW, serta berbagai sumber buku keislaman.

1. Puasa sebagai Jalan Menuju Ketakwaan

Tujuan utama puasa ditegaskan secara eksplisit dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 183:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Yā ayyuhalladzīna āmanū kutiba ‘alaikumush-shiyāmu kamā kutiba ‘alalladzīna min qablikum la‘allakum tattaqūn.

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS Al-Baqarah: 183)

Ayat ini menunjukkan bahwa esensi puasa adalah membentuk pribadi bertakwa. Dalam buku Puasa Wajib dan Sunah yang Paling Dianjurkan karya Zainul Arifin, dijelaskan bahwa takwa tidak hanya bermakna takut kepada Allah, tetapi juga kesadaran penuh dalam setiap tindakan bahwa Allah senantiasa mengawasi.

Puasa melatih kejujuran spiritual. Seseorang bisa saja makan secara sembunyi-sembunyi, namun ia memilih tidak melakukannya karena kesadaran iman. Inilah dimensi batin yang tidak terlihat, namun sangat kuat membentuk karakter.

Baca juga: Bagaimana Hukum Sengaja Tidak Puasa Ramadhan Tanpa Sebab? Ini Penjelasan Ulama

2. Sekolah Kesabaran dan Pengendalian Diri

Puasa adalah latihan sabar dalam arti luas: sabar menahan lapar, sabar mengendalikan emosi, serta sabar menghadapi godaan.

Rasulullah SAW bersabda:

وإذا كانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي صَائِمٌ

Artinya: “Jika salah seorang di antara kalian sedang berpuasa, maka jangan berkata kotor dan jangan berbuat kasar. Jika ada yang mencelanya atau mengajaknya bertengkar, hendaklah ia berkata: sesungguhnya aku sedang berpuasa.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dalam Risalah Puasa karya Sultan Abdillah dijelaskan bahwa puasa adalah sarana pembiasaan kontrol diri.

Ia bukan sekadar menahan fisik, tetapi juga lisan dan perilaku. Di era media sosial saat ini, pengendalian diri menjadi semakin relevan, puasa mendidik seseorang untuk tidak mudah terpancing provokasi.

3. Menahan Syahwat dan Membersihkan Jiwa

Puasa juga berfungsi sebagai tameng dalam mengendalikan hawa nafsu. Nabi Muhammad SAW bersabda:

يا معشر الشباب من استطاع منكم الباءة فليتزوج ... ومن لم يستطع فعليه بالصوم فإنه له وجاء

Artinya: “Wahai para pemuda, siapa di antara kalian yang mampu menikah, maka menikahlah. Dan siapa yang belum mampu, hendaklah ia berpuasa, karena puasa itu menjadi perisai baginya.” (HR Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menegaskan bahwa puasa memiliki dimensi moral. Ia menjaga pandangan, menertibkan keinginan, dan membantu menjaga kehormatan diri.

Baca juga: Kenapa Saat Puasa Kita Lebih Mudah Marah? Ternyata Ini Penyebabnya

4. Melemahkan Godaan Setan

Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِى مِنَ الإِنْسَانِ مَجْرَى الدَّمِ

Artinya: “Sesungguhnya setan berjalan dalam diri manusia melalui aliran darah.” (HR Bukhari dan Muslim)

Para ulama menjelaskan bahwa ketika seseorang berpuasa, asupan makanan berkurang sehingga dorongan biologis yang sering menjadi pintu masuk godaan juga melemah. Puasa menjadi benteng spiritual yang mempersempit ruang gerak setan.

5. Menyehatkan Hati dan Tubuh

Dalam perspektif kesehatan, puasa memberi waktu istirahat bagi sistem pencernaan. Literatur medis modern bahkan mengenal konsep intermittent fasting, yang menunjukkan manfaat puasa terhadap metabolisme dan keseimbangan hormon.

Nabi SAW juga mengingatkan pentingnya hati dalam sabdanya:

أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً ... أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ

Artinya: “Ingatlah, dalam tubuh ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh tubuh. Jika ia rusak, maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah, itulah hati.” (HR Bukhari dan Muslim)

Puasa membantu membersihkan penyakit hati seperti iri, dengki, dan sombong. Ketika hati sehat, perilaku pun menjadi lebih baik.

6. Mengajarkan Hidup Sederhana dan Hemat

Ramadhan sering kali identik dengan berbagai hidangan berbuka. Namun di balik itu, puasa justru mengajarkan kesederhanaan. Seseorang menyadari bahwa ia tidak membutuhkan banyak hal untuk merasa cukup.

Pengalaman lapar mengingatkan bahwa kebutuhan dasar manusia sesungguhnya sederhana. Dari sinilah lahir kesadaran untuk tidak berlebihan.

Baca juga: Bacaan Niat Puasa Ramadhan 1447 H, Ini Waktu dan Tata Caranya

7. Menumbuhkan Empati dan Kepedulian Sosial

Puasa membuat seseorang merasakan langsung bagaimana rasanya lapar dan haus. Pengalaman ini melahirkan empati terhadap fakir miskin.

Tradisi berbagi takjil, zakat, dan sedekah meningkat tajam selama Ramadhan. Secara sosial, puasa memperkuat solidaritas umat dan membangun kesadaran kolektif untuk saling membantu.

8. Melatih Disiplin dan Manajemen Waktu

Bangun sahur sebelum fajar, berbuka tepat waktu, melaksanakan tarawih, hingga memperbanyak tilawah Al-Qur’an, semua itu membentuk pola hidup yang teratur.

Selama 30 hari, umat Islam dilatih konsisten dalam rutinitas ibadah. Kebiasaan ini jika dijaga, dapat membentuk kedisiplinan jangka panjang.

9. Momentum Refleksi dan Transformasi Diri

Ramadhan adalah bulan evaluasi diri. Banyak orang memanfaatkan momen ini untuk memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama manusia.

Dalam banyak kajian tasawuf, Ramadhan disebut sebagai bulan tazkiyatun nafs, pembersihan jiwa.

Harapannya, perubahan baik yang terjadi selama Ramadhan tidak berhenti saat bulan itu berakhir.

Lebih dari Sekadar Menahan Lapar

Puasa Ramadhan adalah ibadah yang komprehensif. Ia menyentuh dimensi spiritual, moral, sosial, dan kesehatan sekaligus.

Tidak berlebihan jika para ulama menyebut Ramadhan sebagai madrasah tahunan bagi umat Islam.

Manfaat puasa bukan hanya dirasakan saat Ramadhan, tetapi juga membekas dalam kehidupan setelahnya, membentuk pribadi yang lebih sabar, peduli, disiplin, dan bertakwa.

Pertanyaannya, sudahkah Ramadhan kita benar-benar menjadi momentum perubahan?

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar