Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bansos Rp 15 Triliun Cair Jelang Lebaran 2026, Siapa Saja Penerimanya?

Kompas.com, 22 Februari 2026, 04:51 WIB
Farid Assifa

Editor

Sumber Kemensos

KOMPAS.com – Kabar baik datang bagi jutaan keluarga penerima manfaat (KPM) menjelang Lebaran 2026.

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, memastikan bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Sembako telah cair secara bertahap sejak awal Ramadan.

Penyaluran bansos ini diharapkan membantu masyarakat, khususnya umat Islam, agar bisa menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang dan mempersiapkan kebutuhan Hari Raya Idul Fitri.

Realisasi Tembus 85 Persen

Hingga awal Ramadan 1447 Hijriah, realisasi penyaluran bansos triwulan I 2026 tercatat sudah mencapai lebih dari 85 persen atau di atas Rp 15 triliun.

Baca juga: Daftar Lengkap Mudik Gratis Lebaran 2026: Jadwal, Syarat, dan Cara Daftar

Untuk PKH, alokasi tahun ini ditetapkan bagi 10 juta KPM. Sampai Maret 2026, sebanyak 8.940.958 KPM telah menerima bantuan dengan total nilai lebih dari Rp6 triliun atau setara 89,4 persen dari target triwulan pertama.

Sementara itu, Bantuan Sembako yang dialokasikan untuk 18.250.000 KPM telah tersalurkan kepada lebih dari 15 juta KPM dengan nilai lebih dari Rp9 triliun atau 86,9 persen.

“Penyaluran sampai sekarang untuk triwulan pertama Januari, Februari, Maret sudah di atas 85 persen,” kata Gus Ipul dilansir dari situs Kemensos, Sabtu (21/2/2026).

Seluruh penyaluran bansos dilakukan melalui Himpunan Bank Negara (Himbara) dan BSI guna memastikan bantuan tepat sasaran dan diterima langsung oleh KPM.

Masih Ada Penerima Baru Proses Burekol

Meski mayoritas bansos telah cair, masih terdapat lebih dari 1 juta penerima baru PKH dan sekitar 2 juta penerima baru Sembako yang belum menerima bantuan. Mereka merupakan hasil pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Sebagian besar penerima baru ini belum memiliki rekening, sehingga masih dalam proses pembukaan rekening kolektif (burekol), distribusi kartu, dan persiapan penyaluran melalui PT Pos Indonesia.

“Setiap triwulan ada penerima manfaat baru. Sebagian besar belum memiliki rekening, sehingga perlu waktu 1–2 bulan untuk proses burekol,” jelas Gus Ipul.

Rp 1,8 Triliun untuk Wilayah Terdampak Bencana

Khusus untuk Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang terdampak bencana, Kementerian Sosial telah menyalurkan Rp 1,8 triliun kepada 1,7 juta KPM. Penyaluran tersebut ditargetkan tuntas pada akhir Februari.

Tak hanya bansos reguler, Kemensos juga menyiapkan bansos adaptif untuk penanganan pascabencana. Total anggaran yang diajukan dan disiapkan mencapai lebih dari Rp2 triliun.

Anggaran tersebut mencakup bantuan logistik dan dapur umum, santunan kematian dan luka, jaminan hidup (Jadup), hingga bantuan pemulihan ekonomi bagi masyarakat terdampak.

Rinciannya, santunan ahli waris telah tersalurkan Rp 14,8 miliar untuk 990 jiwa dengan nilai Rp15 juta per jiwa. Bantuan isi hunian siap salur Rp 98,7 miliar untuk 32,9 ribu kepala keluarga masing-masing Rp3 juta. Sementara bantuan Jadup siap salur Rp 25,8 miliar bagi 19,1 ribu jiwa.

Penyaluran Bertahap dan Berbasis Data Nasional

Mekanisme penyaluran dilakukan secara bertahap dengan mengacu pada satu data nasional dari BNPB sebagai rujukan awal. Kepala daerah kemudian mengusulkan daftar korban by name by address (BNBA), dilanjutkan penetapan daftar nominatif dengan persetujuan Muspida dan validasi Kementerian Dalam Negeri.

Setelah data final disahkan, bantuan disalurkan oleh Kemensos kepada penerima manfaat.

Baca juga: Tren Gamis Lebaran 2026: Abaya Jadi Primadona, Ini Model yang Paling Diburu

“Intinya dari Rp 2 triliun lebih, untuk penyaluran sudah ada di rekening dan tinggal menyalurkan itu ada Rp 600 miliar lebih. Sisanya kami masih mengajukan Anggaran Belanja Tambahan (ABT),” ujar Gus Ipul.

Dengan pencairan bansos yang sudah berjalan lebih dari 85 persen ini, pemerintah berharap daya beli masyarakat tetap terjaga menjelang Lebaran 2026, sekaligus membantu keluarga prasejahtera memenuhi kebutuhan pokok selama Ramadan hingga Hari Raya.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar