Editor
KOMPAS.com - Bulan Ramadhan di Tunisia tidak hanya identik dengan ibadah dan tradisi keagamaan, tetapi juga dengan aroma roti yang baru dipanggang di berbagai sudut kota.
Wangi roti yang menyeruak di jalan-jalan mencerminkan kuatnya hubungan masyarakat Tunisia dengan kuliner tradisional mereka.
Dilansir dari Antara, Saudi Press Agency menyebut roti menjadi bagian penting dari menu berbuka puasa dan simbol budaya di Tunisia yang terus bertahan.
Di bulan suci ini, roti Tunisia tampil sebagai perpaduan tradisi, kreativitas, dan pengaruh lintas budaya.
Baca juga: Lebih dari 904.000 Jemaah Umrah Padati Masjidil Haram pada Hari Keempat Ramadhan
Roti tabouna dikenal sebagai jenis roti tertua dan paling mengakar dalam tradisi kuliner Tunisia.
Roti ini dipanggang menggunakan tanur tanah liat, dengan adonan yang ditempelkan langsung pada dinding tanur yang panas.
Proses pemanggangan tersebut menghasilkan cita rasa berasap dengan tekstur khas pedesaan.
Kombinasi rasa dan aroma ini menjadikan roti tabouna sebagai sajian utama saat berbuka puasa di bulan Ramadhan.
Tabouna tidak sekadar makanan pokok, melainkan juga simbol identitas kuliner nasional yang tetap bertahan di tengah perkembangan zaman.
Selain roti tradisional, baguette dari Prancis juga hadir di meja makan masyarakat Tunisia selama Ramadhan.
Kehadiran baguette mencerminkan pengaruh Eropa yang melekat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Tunisia.
Bulan Ramadhan menjadi momen di mana ragam roti tradisional dan modern berdampingan.
Pengaruh Mediterania dan Afrika Utara membentuk karakter roti Tunisia yang unik dan beragam.
Dalam beberapa tahun terakhir, variasi roti semakin berkembang dengan tambahan bahan seperti buah zaitun, minyak zaitun, keju, bawang bombai, timi, dan jintan hitam. Inovasi tersebut menunjukkan bahwa roti tidak hanya menjadi makanan pokok, tetapi juga ruang ekspresi kreativitas kuliner.
Keragaman roti Tunisia menarik perhatian pelancong dan pecinta kuliner. Pengalaman menikmati roti khas Tunisia saat Ramadhan menjadi bagian dari daya tarik wisata budaya dan gastronomi negara tersebut.
Dengan perpaduan tradisi lama dan sentuhan modern, roti Tunisia menghadirkan potongan kecil pengalaman Ramadhan yang khas.
Aroma dan cita rasanya menjadi bagian dari suasana bulan suci yang dirayakan masyarakat Tunisia setiap tahun.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.