Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jemaah Haji Mulai Tiba di Madinah, Masjid Nabawi Siapkan 141 Pintu

Kompas.com, 30 Mei 2026, 08:43 WIB
Add on Google
Khairina

Editor

KOMPAS.com - Madinah mulai menyambut kedatangan rombongan pertama jemaah haji yang tiba dari Makkah setelah menyelesaikan rangkaian ibadah haji.

Para jemaah tiba di Madinah pada Jumat (29/5/2026) malam melalui Kereta Cepat Haramain, bus, dan kendaraan lain yang melintasi Jalan Hijrah.

Kedatangan jemaah haji ke Madinah didukung sistem layanan lapangan dan pengaturan terpadu dari otoritas terkait.

Layanan tersebut disiapkan untuk memastikan kedatangan jemaah berjalan lancar hingga menuju akomodasi, terutama di kawasan pusat Haram.

Baca juga: Operasional Haji Gelombang Pertama di Madinah Resmi Berakhir, 3 Kloter Terakhir Diberangkatkan ke Makkah

Otoritas Madinah tingkatkan kesiapan

Dilansir dari Saudi Gazette, otoritas dan sektor terkait haji di Madinah telah meningkatkan kesiapan untuk menerima rombongan jemaah pada masa pascahaji.

Tim lapangan terus bertugas di pusat-pusat penerimaan sementara dengan dukungan pasukan keamanan.

Petugas mengatur dan mengarahkan masuknya bus yang membawa jemaah dari Makkah menuju Madinah.

Selain itu, jemaah yang datang melalui jalur udara diterima melalui Hijrah Center, sementara jemaah jalur darat diterima melalui Land Pilgrims Reception Center.

Seluruh layanan tersebut berjalan dalam sistem operasional 24 jam.

Baca juga: Madinah Siapkan Pusat Cuci Darah 24 Jam untuk Jemaah Haji 2026

Masjid Nabawi siap terima jemaah

Otoritas Umum untuk Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi telah menyelesaikan persiapan untuk menerima para jemaah.

Rencana operasional difokuskan pada penyiapan Masjid Nabawi dan seluruh fasilitasnya.

Persiapan itu dilakukan agar pengunjung dan jemaah dapat beribadah dalam lingkungan yang aman, tertib, dan memadai.

Otoritas membuka 141 pintu di area laki-laki dan perempuan untuk mendukung kelancaran akses masuk jemaah.

Arus masuk pengunjung juga diatur melalui 100 jalur yang diawasi petugas khusus di bidang pengarahan dan pengelolaan kerumunan.

Lebih dari 25.000 karpet disiapkan

Persiapan di Masjid Nabawi juga mencakup pemasangan lebih dari 25.000 karpet di seluruh area masjid dan pelatarannya.

Otoritas turut menyediakan mushaf Al-Qur’an dan terjemahan maknanya dalam beberapa bahasa.

Layanan bimbingan dan pengarahan juga diperkuat untuk membantu jemaah selama berada di kompleks Masjid Nabawi.

Layanan khusus bagi pengunjung lanjut usia dan penyandang disabilitas turut disiapkan melalui titik distribusi kursi roda dan mobil listrik.

Selain itu, sebanyak 194 eskalator dan lift dioperasikan untuk melayani mobilitas jemaah.

Baca juga: Jemaah Haji RI Sering Tersesat di Nabawi, Ini Lokasi 5 Pos Bantuan di Madinah

Kunjungan ke Raudhah diatur sesuai jadwal

Layanan pengaturan kunjungan ke Raudhah Syarifah juga terus berjalan.

Masuknya pengunjung diatur sesuai jadwal yang telah disetujui dan batas kapasitas yang berlaku.

Otoritas juga menggunakan layar digital untuk memberikan panduan dan edukasi kepada pengunjung.

Langkah tersebut dilakukan untuk memperlancar pergerakan jemaah dan memberi kesempatan kepada lebih banyak pengunjung untuk beribadah.

Pengaturan ini juga membantu jemaah melaksanakan shalat serta menyampaikan salam kepada Nabi Muhammad SAW dan dua sahabat beliau.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Jemaah Haji Mulai Tiba di Madinah, Masjid Nabawi Siapkan 141 Pintu
Jemaah Haji Mulai Tiba di Madinah, Masjid Nabawi Siapkan 141 Pintu
Aktual
Gus Yahya: Pemimpin Baru NU Masa Depan Harus Paham Isu Global
Gus Yahya: Pemimpin Baru NU Masa Depan Harus Paham Isu Global
Aktual
Gus Yahya: Kritik Gus Dur Soal Keikhlasan Harus Membayangi Kader NU
Gus Yahya: Kritik Gus Dur Soal Keikhlasan Harus Membayangi Kader NU
Aktual
Soal Konsesi Tambang, Gus Yahya Tegaskan PBNU Tak Mau Jadi Naga ke-10
Soal Konsesi Tambang, Gus Yahya Tegaskan PBNU Tak Mau Jadi Naga ke-10
Aktual
Jemaah Haji Diimbau Tidak Berbagi Alat Cukur saat Tahalul
Jemaah Haji Diimbau Tidak Berbagi Alat Cukur saat Tahalul
Aktual
Musyrif Diny: Mina Jadi Madrasah Kesabaran dan Dzikir bagi Jamaah Haji di Hari Tasyrik
Musyrif Diny: Mina Jadi Madrasah Kesabaran dan Dzikir bagi Jamaah Haji di Hari Tasyrik
Aktual
Inspektorat Kemenhaj Perketat Pengawasan Layanan Jemaah Haji di Mina
Inspektorat Kemenhaj Perketat Pengawasan Layanan Jemaah Haji di Mina
Aktual
Kloter Pertama Jemaah Haji Debarkasi Makassar Tiba 1 Juni 2026
Kloter Pertama Jemaah Haji Debarkasi Makassar Tiba 1 Juni 2026
Aktual
PPIH: Sebagian Jamaah Haji Kloter 8 PLM Asal Babel Mulai Tinggalkan Mina
PPIH: Sebagian Jamaah Haji Kloter 8 PLM Asal Babel Mulai Tinggalkan Mina
Aktual
Sapi Kurban Jumbo di Sleman Hasilkan 700 Kilogram Daging, Dibagikan hingga Luar DIY
Sapi Kurban Jumbo di Sleman Hasilkan 700 Kilogram Daging, Dibagikan hingga Luar DIY
Aktual
Penggunaan APBN untuk Pembelian Hewan Kurban Presiden Dinilai Sah untuk Kepentingan Rakyat
Penggunaan APBN untuk Pembelian Hewan Kurban Presiden Dinilai Sah untuk Kepentingan Rakyat
Aktual
Tanpa Meritokrasi di NU, Gus Yahya: Semua Orang Bisa Lompat ke Puncak
Tanpa Meritokrasi di NU, Gus Yahya: Semua Orang Bisa Lompat ke Puncak
Aktual
Hukum Menjual Kulit Hewan Kurban dalam Islam, Boleh atau Haram?
Hukum Menjual Kulit Hewan Kurban dalam Islam, Boleh atau Haram?
Aktual
Indef: Transaksi Hewan Kurban Berdampak Positif bagi Peternak dan Ekonomi
Indef: Transaksi Hewan Kurban Berdampak Positif bagi Peternak dan Ekonomi
Aktual
Dimulai Setelah Hari Tasyrik, Ini Jadwal Kepulangan Jemaah Haji 2026
Dimulai Setelah Hari Tasyrik, Ini Jadwal Kepulangan Jemaah Haji 2026
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com