Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Penyebab “Gamis Bini Orang” Viral Jelang Lebaran 2026, Tampil Classy dengan harga Terjangkau

Kompas.com, 28 Februari 2026, 10:26 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com – Meski Idul Fitri 2026 masih beberapa waktu lagi, perburuan baju Lebaran sudah mulai terasa sejak awal Ramadan. Tahun ini, jagat mode muslimah dikejutkan oleh tren unik yang namanya langsung mencuri perhatian: “Gamis Bini Orang.”

Istilah ini memang terdengar nyeleneh. Namun, sebutan tersebut bukan merujuk pada status pemakainya, melainkan strategi pemasaran kreatif para pedagang di Pasar Tanah Abang.

Awalnya, model ini dikenal sebagai “Gamis Inara” karena terinspirasi dari gaya selebritas Inara Rusli yang tengah ramai diperbincangkan.

Namun, demi menciptakan istilah yang lebih catchy dan mudah diingat, pedagang spontan menyebutnya “Gamis Bini Orang”—dan justru nama itulah yang melejit.

Baca juga: Tren Lebaran 2026: Model Gamis Bini Orang Clean Classy untuk Sungkeman

Aura Dewasa, Elegan, dan Classy

Secara desain, tren ini menawarkan kesan matang, anggun, dan berwibawa. Jika tahun-tahun sebelumnya didominasi bahan shimmer yang berkilau, Lebaran 2026 justru mengarah pada konsep minimalis elegan.

Beberapa ciri khas utamanya antara lain:

  • Material premium seperti satin silk, ceruty premium, dan crinkle airflow
  • Detail lengan terompet (flounce) atau lengan balon modern
  • Siluet A-line yang fleksibel, kadang dipadukan aksen layering atau potongan high-low
  • Warna lembut dan netral seperti sage green, champagne, ivory, dusty pink, hingga mocca

Perpaduan ini menciptakan tampilan yang tidak berlebihan, tetapi tetap memancarkan kesan eksklusif saat dikenakan untuk salat Id maupun silaturahmi keluarga.

Gamis Bini Orang Polos dengan Aksen Brokat SimetrisAI Gamis Bini Orang Polos dengan Aksen Brokat Simetris

Meledak Berkat TikTok

Fenomena ini makin tak terbendung setelah viral di TikTok.

Pedagang dan konten kreator ramai-ramai membuat video OOTD dengan latar suara King Nassar yang menyebut istilah tersebut. Video-video ini menembus FYP (For You Page) dan memicu rasa penasaran warganet.

Bahkan, sebuah riset akademis yang diterbitkan IAIN Curup dalam iaincumenyebutkan bahwa TikTok memiliki pengaruh hingga 59,3 persen terhadap perkembangan tren busana remaja muslimah saat ini—menunjukkan betapa kuatnya media sosial dalam membentuk selera pasar.

Harga Masih Ramah di Kantong

Meski tampil premium, harga “Gamis Bini Orang” relatif terjangkau.

Di pusat grosir, model polos dibanderol mulai Rp 130.000 hingga Rp 150.000. Sementara model dengan tambahan panel brokat minimalis atau satin premium bisa mencapai Rp 300.000.

Tak heran jika model ini cepat diburu pembeli, terutama mereka yang ingin tampil dewasa dan elegan tanpa terlihat berlebihan.

Model Gamis Bini Orang.Ilustrasi AI Model Gamis Bini Orang.

Tren Lain yang Ikut Bersaing

Selain “Gamis Bini Orang”, beberapa model lain yang diprediksi ikut meramaikan Lebaran 2026 antara lain:

  • Rompi lepas untuk gaya layering fleksibel
  • Kebaya Janggan dengan sentuhan klasik-modern ala Gen Z
  • Tunik Shanghai berkerah mandarin yang memberi efek wajah lebih jenjang

Baca juga: Model Baju Lebaran 2026 Wanita Terbaru: Dari “Gamis Bini Orang” hingga Minimalis Elegan

Namun untuk saat ini, “Gamis Bini Orang” masih menjadi perbincangan terpanas—membuktikan bahwa kreativitas pemasaran dan kekuatan viral media sosial bisa mengubah sebuah model busana menjadi fenomena nasional.

Jadi, sudah siap memasukkan tren ini ke dalam wishlist Lebaran 2026? Jangan lupa, pilih bahan yang nyaman agar momen silaturahmi tetap hangat dan berkesan.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar