Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Saat Gibran Lihat Robot Pengalir Air Wudhu Buatan Santri di Bandung...

Kompas.com, 4 Maret 2026, 20:51 WIB
Farid Assifa

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melihat-lihat berbagai karya robotik buatan santri di Pondok Pesantren Baitul Arqom Al-Islami, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Dalam kunjungannya pada Rabu, Gibran meninjau langsung pelatihan kecerdasan artifisial (AI) dan robotik yang sedang diikuti para santri.

Salah satu inovasi yang menarik perhatiannya adalah robot pengalir air wudhu otomatis yang dibuat oleh para santri.

Robot tersebut dirancang untuk mengalirkan air secara otomatis saat digunakan untuk berwudhu, sehingga lebih efisien dan praktis.

“Ini tadi kita sudah meninjau beberapa murid yang sedang belajar membuat robot dan juga belajar AI. Tadi ada robot untuk mengalirkan air wudhu secara otomatis,” ujar Gibran dilansir dari Antaranews, Rabu (4/3/2026).

Baca juga: Wapres Gibran: 42 Ribu Pesantren Kekuatan Sosial Ekonomi Masa Depan Indonesia

Santri Kembangkan Beragam Robot

Selain robot pengalir air wudhu, Gibran juga melihat berbagai proyek teknologi lainnya yang dikembangkan oleh para santri.

Beberapa di antaranya meliputi:

  • robot yang bisa berjalan dengan dua kaki
  • robot sumo untuk kompetisi robotik
  • robot pemain bola yang dapat diperlombakan

Karya-karya tersebut menunjukkan bahwa pesantren kini juga mulai aktif mengembangkan pembelajaran teknologi modern.

“Selain robot wudhu, ada juga robot yang bisa berjalan dengan dua kaki, robot sumo dan robot pemain bola yang bisa dikompetisikan,” kata Gibran.

Santriwati Juga Belajar AI

Dalam kesempatan yang sama, Gibran juga menyaksikan para santriwati yang sedang mempelajari pemanfaatan teknologi AI menggunakan perangkat digital.

Ia menilai kemampuan teknologi sangat penting dimiliki generasi muda, termasuk para santri di pesantren.

Menurut Gibran, santri yang memiliki akhlak baik dan penguasaan ilmu agama akan semakin kuat jika dibekali keterampilan teknologi.

“Saya tekankan pentingnya santriwan dan santriwati untuk mengikuti perkembangan zaman. Kalau santri akhlaknya baik, ngajinya baik, tapi akan lebih baik lagi kalau bisa menguasai teknologi-teknologi terkini seperti AI dan robotik,” ujarnya.

Melatih Cara Berpikir Kritis

Gibran menjelaskan bahwa pembelajaran teknologi di pesantren tidak harus membuat semua santri menjadi programmer.

Namun, pembelajaran coding dan robotik dapat melatih pola pikir kritis dan inovatif yang penting untuk masa depan.

“Coding itu melatih anak-anak muda untuk berpikir kritis dan berpikir komputasional. Ke depan persaingan akan semakin ketat. Saya tidak ingin santriwan-santriwati di pondok ini ketinggalan,” kata dia.

Potensi Besar untuk Dikembangkan

Gibran menilai proyek robotik yang ditampilkan para santri memang masih berada pada tahap dasar. Namun, ia melihat potensi besar untuk dikembangkan lebih jauh.

Apalagi, robot-robot seperti itu sering diperlombakan dalam berbagai kompetisi teknologi.

“Yang dipelajari tadi masih basic-basic, tapi ini bisa dikembangkan lagi. Robot-robot seperti ini setiap tahun ada kompetisinya,” ujarnya.

Guru Diminta Terus Belajar Teknologi

Selain memberi motivasi kepada santri, Gibran juga berpesan kepada para guru agar terus memperbarui pengetahuan di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Baca juga: Gibran ke Pesantren Cipasung Besok, Bawa Misi Santri Melek AI dan Robotik

Menurutnya, tenaga pendidik harus mampu mengikuti perubahan zaman agar tidak tertinggal dari para muridnya.

“Perkembangan teknologi ini sangat cepat. Guru tidak boleh ketinggalan dari muridnya,” kata Gibran.

Kunjungan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong penguatan sumber daya manusia unggul serta pengembangan pendidikan berbasis teknologi, termasuk di lingkungan pesantren, agar generasi muda siap menghadapi era transformasi digital.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar