Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Nuzulul Quran 7 Maret 2026: Ustaz Adi Hidayat Jelaskan Doa dan Amalan

Kompas.com, 5 Maret 2026, 14:28 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Setiap memasuki pertengahan bulan Ramadan, umat Islam mengenang sebuah peristiwa agung dalam sejarah Islam, yaitu turunnya Al-Qur’an atau yang dikenal sebagai Nuzulul Quran.

Peristiwa ini diyakini terjadi pada 17 Ramadan, yang pada tahun 1447 Hijriah bertepatan dengan 7 Maret 2026.

Momen tersebut tidak hanya dipahami sebagai catatan sejarah, tetapi juga menjadi pengingat penting tentang fungsi Al-Qur’an sebagai pedoman hidup manusia.

Baca juga: 12 Doa dari Alquran untuk Kebaikan Dunia dan Akhirat, Lengkap dengan Arab dan Artinya

Pendakwah Adi Hidayat menjelaskan bahwa Nuzulul Quran merupakan peristiwa luar biasa yang menjadi titik awal turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad SAW.

Penjelasan itu disampaikan dalam kajian yang diunggah melalui kanal YouTube Adi Hidayat Official, yang menekankan bahwa Al-Qur’an bukan sekadar bacaan ritual, melainkan panduan hidup yang menyentuh seluruh aspek kehidupan manusia.

Nuzulul Quran: Awal Turunnya Wahyu kepada Nabi Muhammad

Secara bahasa, Nuzulul Quran berarti “turunnya Al-Qur’an”. Peristiwa ini merujuk pada saat pertama kali wahyu Allah SWT diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril.

Wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad adalah Surat Al-Alaq ayat 1–5, yang dimulai dengan perintah membaca.

Peristiwa tersebut terjadi ketika Nabi Muhammad SAW sedang berkhalwat di Gua Hira. Sejak saat itu, wahyu Al-Qur’an turun secara bertahap selama kurang lebih 23 tahun.

Al-Qur’an sendiri menegaskan pentingnya peristiwa tersebut dalam Surat Al-Baqarah ayat 185, yang menyebutkan bahwa Ramadan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia.

Ayat tersebut berbunyi:

“Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil).”

Menurut Ustaz Adi Hidayat, penegasan turunnya Al-Qur’an di tengah rangkaian ayat tentang puasa menunjukkan betapa pentingnya peristiwa tersebut dalam kehidupan umat Islam.

Ia menjelaskan bahwa ayat-ayat tentang puasa dalam Surat Al-Baqarah tersusun dari ayat 183 hingga 187, dan di tengah rangkaian itulah Allah menegaskan peristiwa turunnya Al-Qur’an.

Baca juga: Peringatan Nuzulul Qur’an 2026 Digelar di Istana Negara, Arahan Presiden Prabowo

Al-Qur’an Bukan Sekadar Bacaan

Dalam penjelasannya, Ustaz Adi Hidayat menekankan bahwa fungsi utama Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tetapi juga untuk dipahami dan dijadikan pedoman hidup.

Menurutnya, Al-Qur’an menjelaskan perjalanan hidup manusia secara menyeluruh, mulai dari kelahiran hingga kehidupan setelah kematian.

Ia menggambarkan bahwa Al-Qur’an membimbing manusia dalam berbagai fase kehidupan: bagaimana manusia menjalani hidup di dunia, menentukan pilihan yang benar, hingga menghadapi kematian dan kehidupan setelahnya.

“Tujuan utama Al-Qur’an adalah sebagai pedoman kehidupan bagi seluruh manusia tanpa terkecuali,” ujarnya dalam kajian tersebut.

Penjelasan ini juga sejalan dengan pandangan para sarjana Islam.

Dalam buku “Ulumul Qur’an” karya Manna’ Khalil Al-Qattan, dijelaskan bahwa Al-Qur’an tidak hanya berfungsi sebagai kitab suci, tetapi juga sebagai sumber hukum, petunjuk moral, serta panduan spiritual bagi umat manusia.

Sementara itu, dalam buku “Pengantar Studi Al-Qur’an” karya Al-Kindi, disebutkan bahwa Al-Qur’an hadir untuk membimbing manusia keluar dari kegelapan menuju cahaya kebenaran.

Doa yang Dianjurkan Saat Malam Nuzulul Quran

Pada malam Nuzulul Quran, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa dan memohon ampun kepada Allah SWT.

Salah satu doa yang sering dianjurkan untuk dibaca adalah doa memohon ampunan:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ العَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.

Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan mencintai ampunan, maka ampunilah aku.”

Doa lain yang juga sering dibaca pada malam tersebut adalah doa yang berkaitan dengan kemuliaan Al-Qur’an:

Allahumma nawwir quluubanaa bi tilaawatil Qur’an, wa zayyin akhlaaqanaa bijaahil Qur’an, wa hassin a’maalanaa bidzikril Qur’an, wa najjinaa minan naari bi karaamatil Qur’an, wa adkhilnal jannata bi syafaa’atil Qur’an.

Artinya: “Ya Allah, sinari hati kami dengan membaca Al-Qur’an, hiasi akhlak kami dengan kemuliaan Al-Qur’an, perbaiki amal kami dengan dzikir Al-Qur’an, selamatkan kami dari api neraka dengan kemuliaan Al-Qur’an, dan masukkan kami ke surga dengan syafaat Al-Qur’an.”

Baca juga: Kapan Malam 17 Ramadan 2026? Ini Sejarah dan Amalan Nuzulul Qur’an

Amalan yang Dianjurkan pada Malam Nuzulul Quran

Selain berdoa, terdapat beberapa amalan yang dianjurkan dilakukan oleh umat Islam pada malam Nuzulul Quran.

1. Membaca Al-Qur’an

Amalan paling utama tentu saja membaca Al-Qur’an. Karena peristiwa yang diperingati adalah turunnya kitab suci tersebut.

Membaca Al-Qur’an di malam Nuzulul Quran menjadi bentuk penghormatan sekaligus upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT.

2. Mentadabburi Al-Qur’an

Tidak hanya membaca, umat Islam juga dianjurkan untuk mentadabburi atau memahami makna ayat-ayat Al-Qur’an.

Dalam buku “Tafsir Al-Misbah” karya M. Quraish Shihab, dijelaskan bahwa tadabbur Al-Qur’an berarti merenungkan pesan-pesan yang terkandung di dalamnya agar dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

3. Mendirikan Shalat Malam

Shalat malam atau qiyamul lail menjadi salah satu ibadah yang sangat dianjurkan pada malam Ramadan, termasuk saat Nuzulul Quran.

Ibadah ini diyakini memiliki keutamaan besar karena dilakukan pada waktu yang penuh keberkahan.

4. I’tikaf di Masjid

Amalan lain yang dianjurkan adalah melakukan i’tikaf, yaitu berdiam diri di masjid untuk beribadah, berdzikir, dan merenungkan hubungan dengan Allah SWT.

I’tikaf membantu seseorang lebih fokus beribadah serta menjauhkan diri dari kesibukan dunia.

Baca juga: Sejarah Singkat Nuzulul Quran: Peristiwa Turunnya Wahyu Pertama kepada Nabi Muhammad SAW

Menghidupkan Makna Nuzulul Quran

Di berbagai daerah, malam Nuzulul Quran sering diperingati melalui kegiatan seperti pengajian, tabligh akbar, hingga kajian Al-Qur’an di masjid.

Namun, para ulama mengingatkan bahwa inti dari peringatan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan upaya menghidupkan kembali hubungan umat Islam dengan Al-Qur’an.

Dalam pandangan banyak ulama, Al-Qur’an merupakan mukjizat terbesar Nabi Muhammad SAW yang tetap relevan sepanjang zaman.

Karena itu, peringatan Nuzulul Quran seharusnya menjadi momentum bagi umat Islam untuk kembali mendekatkan diri kepada Al-Qur’an, baik dengan membacanya, memahami maknanya, maupun mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, malam Nuzulul Quran bukan hanya menjadi pengingat sejarah turunnya wahyu pertama, tetapi juga ajakan untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai cahaya yang menuntun kehidupan manusia.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar