Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

3 Tanda Datangnya Malam Lailatul Qadar, Jatuh pada Malam Ganjil di 10 Hari Terakhir Ramadhan

Kompas.com, 11 Maret 2026, 14:34 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Malam Lailatul Qadar merupakan salah satu malam paling istimewa dalam bulan Ramadhan yang dinantikan umat Islam.

Malam ini diyakini sebagai waktu penuh keberkahan, ampunan, dan rahmat dari Allah SWT.

Karena kemuliaannya, banyak umat Islam berusaha meraih keberkahan malam Lailatul Qadar dengan memperbanyak ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadhan.

Meski waktu pastinya tidak diketahui, sejumlah tanda diyakini dapat menjadi petunjuk datangnya malam Lailatul Qadar.

Baca juga: Malam Lailatul Qadar 2026 Jatuh pada Tanggal Berapa? Ini Jadwalnya

3 Tanda-Tanda Alam Datangnya Malam Lailatul Qadar

Dilansir dari laman MUI, KH. Abdul Muiz Ali, menjelaskan bahwa ada beberapa ciri yang dapat dirasakan oleh umat Islam.

1. Malam Tenang dan Tidak Terlalu Panas atau Dingin

Menurut KH. Abdul Muiz Ali, salah satu tanda datangnya malam Lailatul Qadar adalah suasana malam yang terasa tenang dan nyaman untuk beribadah.

"Ada tanda-tandanya. Salah satunya, tidak dalam keadaan hujan. Tidak dalam keadaan hujan, dan ia merasakan tenang untuk ibadah itu. Tidak hujan dan tidak panas," ungkapnya dalam wawancaranya dengan MUIDigital pada Sabtu (15/3/2025).

2. Matahari Terbit Tanpa Sinar Terang

Beliau juga merujuk pada sejumlah hadis yang menjelaskan tanda datangnya malam Lailatul Qadar. Salah satunya adalah hadis yang diriwayatkan oleh Ubay bin Ka’ab.

هِىَ اللَّيْلَةُ الَّتِى أَمَرَنَا بِهَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بِقِيَامِهَا هِىَ لَيْلَةُ صَبِيحَةِ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ وَأَمَارَتُهَا أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ فِى صَبِيحَةِ يَوْمِهَا بَيْضَاءَ لاَ شُعَاعَ لَهَا.

“Malam itu adalah malam yang cerah yaitu malam kedua puluh tujuh (dari bulan Ramadhan). Dan tanda-tandanya ialah pada pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa memancarkan sinar ke segala penjuru” (HR. Muslim no. 762, dari Ubay bin Ka’ab).

Hadis tersebut menjelaskan bahwa salah satu tanda Lailatul Qadar dapat terlihat pada pagi harinya, ketika matahari terbit dengan warna putih dan tidak memancarkan sinar yang kuat.

3. Matahari Terbit Kemerahan

Tanda lain yang juga disebutkan dalam hadis adalah kondisi matahari pada pagi hari setelah malam Lailatul Qadar.

لَيْلَةُ القَدَرِ لَيْلَةٌ سَمْحَةٌ طَلَقَةٌ لَا حَارَةً وَلَا بَارِدَةً تُصْبِحُ الشَمْسُ صَبِيْحَتُهَا ضَعِيْفَةٌ حَمْرَاء

"Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin. Pada pagi hari, matahari bersinar tidak begitu cerah dan tampak kemerah-merahan." (HR. Ath Thoyalisi dan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman, lihat Jaami’ul Ahadits 18: 361).

Hadis tersebut menggambarkan bahwa malam Lailatul Qadar berlangsung dengan suasana yang damai dan sejuk. Pada pagi harinya, matahari tampak kemerah-merahan dengan cahaya yang tidak terlalu menyilaukan.

Terjadi pada Malam Ganjil di 10 Hari Terakhir Ramadhan

Beliau juga menjelaskan bahwa malam Lailatul Qadar diyakini terjadi pada salah satu malam ganjil dalam sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.

Beberapa malam yang sering disebut memiliki potensi terjadinya Lailatul Qadar adalah malam ke-21, ke-23, ke-25, ke-27, dan ke-29 Ramadhan.

"Kalau malam Ramadan-nya hari ini, maka Lailatul Qadar-nya malam kesekian."

Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa kemungkinan malam Lailatul Qadar dapat diperkirakan berdasarkan perhitungan hari pertama puasa yang dijalankan.

Fokus Menghidupkan Malam dengan Ibadah

Meski terdapat sejumlah tanda yang disebutkan dalam hadis, KH. Abdul Muiz Ali mengingatkan agar umat Islam tidak hanya terpaku pada pencarian tanda-tanda tersebut.

"Yang seharusnya dilakukan adalah menghidupkan malam itu dengan ibadah, bukan mencari tanda-tandanya," tambahnya.

Ia menegaskan bahwa yang lebih penting adalah memaksimalkan ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadhan dengan memperbanyak doa, dzikir, membaca Al-Qur’an, dan amal kebaikan.

Dengan demikian, umat Islam diharapkan dapat meraih keberkahan malam Lailatul Qadar tanpa harus terlalu fokus pada tanda-tandanya, melainkan dengan meningkatkan ketakwaan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com