KOMPAS.com – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, berbagai persiapan biasanya mulai dilakukan masyarakat, mulai dari membeli pakaian baru hingga menyiapkan hampers untuk kerabat.
Namun dalam beberapa tahun terakhir, muncul fenomena lain yang tak kalah menarik: meningkatnya permintaan jasa sewa iPhone untuk mengabadikan momen Lebaran.
Di sejumlah kota besar seperti Jakarta, penyedia jasa rental iPhone mengaku permintaan meningkat tajam beberapa hari sebelum hari raya.
Banyak orang memilih menyewa perangkat premium tersebut untuk mendokumentasikan momen kebersamaan bersama keluarga, mulai dari sesi foto bersama hingga membuat konten media sosial.
Bagi sebagian orang, menggunakan iPhone dinilai mampu menghasilkan foto dan video yang lebih jernih serta estetis.
Tak sedikit pula yang ingin tampil lebih percaya diri ketika membagikan momen Lebaran di media sosial.
Fenomena ini memperlihatkan bagaimana perkembangan teknologi, gaya hidup digital, dan tradisi Lebaran saling berkelindan membentuk kebiasaan baru di tengah masyarakat.
Hari raya seperti Idul Fitri sering menjadi waktu yang penuh kehangatan. Setelah menjalani ibadah puasa selama bulan Ramadan, keluarga besar biasanya berkumpul untuk bersilaturahmi.
Dalam tradisi tersebut, sesi foto bersama hampir selalu menjadi bagian yang tidak terpisahkan.
Foto keluarga di ruang tamu, potret kebersamaan saat makan ketupat, hingga video suasana mudik sering kali menjadi kenangan yang disimpan bertahun-tahun.
Di tengah kebutuhan tersebut, smartphone dengan kamera berkualitas tinggi menjadi pilihan utama.
Salah satu perangkat yang kerap dianggap mampu menghasilkan gambar tajam dan stabil adalah iPhone dari Apple Inc.
Reputasi kamera yang konsisten dan mudah digunakan membuat iPhone sering menjadi andalan untuk mendokumentasikan berbagai momen penting.
Baca juga: Gamis “Istri Sultan” Jadi Tren Lebaran 2026, Mewah dan Glamor Saingi Gamis Bini Orang
Harga perangkat iPhone yang relatif mahal membuat tidak semua orang memilih membelinya secara langsung. Karena itu, jasa penyewaan smartphone menjadi alternatif yang dinilai lebih praktis.
Dengan menyewa, seseorang dapat menggunakan perangkat premium hanya dalam waktu tertentu, misalnya satu hari hingga beberapa hari selama masa libur Lebaran.
Tren konsumsi seperti ini sebenarnya mencerminkan perubahan pola penggunaan teknologi di masyarakat.
Kepemilikan perangkat tidak lagi selalu menjadi prioritas utama. Yang lebih penting adalah pengalaman menggunakan teknologi tersebut saat dibutuhkan.
Dalam buku The Sharing Economy: The End of Employment and the Rise of Crowd-Based Capitalism karya Arun Sundararajan dijelaskan bahwa model ekonomi berbagi memungkinkan masyarakat mengakses barang atau layanan tanpa harus memilikinya secara permanen.
Pola ini juga semakin berkembang di berbagai sektor, termasuk persewaan perangkat teknologi.
Selain alasan praktis, tren sewa iPhone juga berkaitan dengan gaya hidup digital. Saat ini, banyak orang ingin membagikan momen Lebaran melalui platform media sosial seperti Instagram atau TikTok.
Foto keluarga dengan kualitas gambar yang lebih baik sering dianggap dapat membuat unggahan terlihat lebih menarik.
Bahkan bagi sebagian orang, penggunaan iPhone juga dianggap sebagai bagian dari gaya hidup modern.
Dalam buku Consumer Behavior karya Leon G. Schiffman dan Joseph Wisenblit disebutkan bahwa produk tertentu sering dipandang sebagai simbol status sosial.
Artinya, barang yang digunakan seseorang dapat memengaruhi cara orang lain memandang dirinya.
Karena itu, tak jarang momen Lebaran juga menjadi ajang “flexing” atau menunjukkan pencapaian tertentu, termasuk penggunaan gadget premium.
Beberapa penyedia jasa rental gadget mengungkapkan bahwa permintaan sewa iPhone menjelang Lebaran bisa meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan hari biasa.
Lonjakan ini biasanya terjadi mulai satu minggu sebelum hari raya hingga beberapa hari setelahnya.
Model yang paling diminati umumnya adalah seri terbaru karena memiliki kualitas kamera yang lebih baik.
Selain untuk dokumentasi keluarga, sebagian penyewa juga menggunakan iPhone untuk membuat konten perjalanan mudik atau vlog selama libur Lebaran.
Harga sewa iPhone bervariasi tergantung tipe perangkat dan durasi pemakaian. Berikut kisaran harga yang umum ditemukan di beberapa jasa rental gadget di Jakarta:
Harga tersebut dapat berubah tergantung ketersediaan unit, paket sewa, serta kebijakan masing-masing penyedia jasa.
Baca juga: 6 Model Baju Lebaran 2026 Paling Tren: Gamis Minimalis hingga Abaya
Meningkatnya tren sewa iPhone juga membuka peluang bisnis baru di sektor persewaan gadget.
Selama kebutuhan dokumentasi momen kebersamaan tetap tinggi, layanan seperti ini diperkirakan akan terus diminati.
Lebaran menjadi salah satu momentum yang memperlihatkan bagaimana teknologi, budaya, dan gaya hidup modern bertemu dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Di satu sisi, teknologi membantu mengabadikan kenangan kebersamaan. Di sisi lain, fenomena ini juga menunjukkan bagaimana cara masyarakat mengakses teknologi semakin fleksibel.
Bagi yang tertarik menyewa, sebaiknya melakukan pemesanan lebih awal. Pasalnya, menjelang Lebaran, unit yang paling diminati biasanya cepat habis dipesan.
Pada akhirnya, apa pun perangkat yang digunakan, hal paling penting dari momen Lebaran tetaplah kebersamaan dan hangatnya silaturahmi bersama keluarga.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang