Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Astronom Saksikan Dua Planet Tabrakan, Apa yang Harus Dilakukan Umat Islam?

Kompas.com, 14 Maret 2026, 20:50 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Peristiwa langit yang sangat langka baru saja terdeteksi para astronom. Seorang peneliti menemukan tanda-tanda tabrakan dahsyat antara dua planet yang terjadi jauh di luar tata surya kita.

Fenomena kosmik ini bukan hanya menarik bagi dunia sains, tetapi juga mengingatkan manusia akan kebesaran alam semesta dan kekuasaan Sang Pencipta.

Penemuan ini bermula ketika Anastasios (Andy) Tzanidakis, mahasiswa doktoral astronomi dari University of Washington, meneliti data arsip teleskop dari tahun 2020.

Ia melihat sesuatu yang tidak biasa pada sebuah bintang bernama Gaia20ehk, yang berada sekitar 11.000 tahun cahaya dari Bumi di dekat konstelasi Pupis.

Baca juga: Cuaca Ekstrem Melanda, Ini Doa Perlindungan dan Panduan Siaga Bencana

Bintang tersebut sebenarnya merupakan bintang tipe “main sequence”, mirip dengan Matahari yang biasanya bersinar stabil. Namun sejak beberapa tahun terakhir, cahaya bintang itu justru menunjukkan perubahan aneh.

“Cahaya bintang itu awalnya stabil, tetapi mulai 2016 muncul beberapa penurunan terang. Lalu sekitar 2021, perilakunya benar-benar kacau,” kata Tzanidakis dikutip dari Science Daily.

Fenomena tersebut membuat para astronom penasaran karena bintang seperti Matahari seharusnya tidak menunjukkan perubahan drastis seperti itu.

Bukti Tabrakan Dua Planet

Setelah dilakukan analisis mendalam, para peneliti menyimpulkan bahwa perubahan cahaya tersebut bukan berasal dari bintangnya sendiri.

Sebaliknya, cahaya bintang itu terhalang oleh awan debu dan batuan raksasa yang mengorbit di sekitarnya. Para ilmuwan menduga kuat bahwa debu tersebut berasal dari tabrakan besar antara dua planet.

Peristiwa kosmik ini menghasilkan material panas yang menyebar di sekitar bintang. Debu panas tersebut bahkan terlihat memancarkan sinyal inframerah yang sangat kuat, yang menjadi petunjuk penting bagi para ilmuwan.

Temuan ini dipublikasikan pada 11 Maret 2026 dalam jurnal "The Astrophysical Journal Letters".

Menurut para astronom, tabrakan planet sebenarnya bukan hal yang mustahil di alam semesta. Pada masa awal pembentukan tata surya, planet-planet muda sering saling bertabrakan sebelum akhirnya sistem planet menjadi stabil.

Bahkan para ilmuwan menduga bahwa Bumi dan Bulan terbentuk dari tabrakan besar sekitar 4,5 miliar tahun lalu.

Peristiwa Kosmik yang Sangat Sulit Dilihat

Meski tabrakan planet mungkin cukup umum di alam semesta, menyaksikannya dari Bumi merupakan hal yang sangat jarang.

Agar peristiwa itu dapat terdeteksi, awan debu hasil tabrakan harus melintas tepat di antara bintang dan Bumi, sehingga cahaya bintang tampak meredup.

Proses ini juga bisa berlangsung lama, bahkan bertahun-tahun hingga puluhan tahun, sehingga para astronom harus memeriksa data pengamatan dalam jangka panjang.

Penelitian ini menunjukkan bahwa mempelajari tabrakan planet dapat membantu ilmuwan memahami bagaimana planet terbentuk dan bagaimana dunia layak huni seperti Bumi bisa muncul.

Pelajaran Spiritual bagi Umat Islam

Bagi umat Islam, fenomena langit seperti ini bukan sekadar kejadian ilmiah, tetapi juga menjadi tanda kebesaran Allah SWT dalam menciptakan alam semesta.

Al-Qur’an sendiri banyak mengajak manusia untuk merenungkan langit dan seluruh isinya.

Allah SWT berfirman:

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ

Artinya:

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi serta pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal.”
(QS. Ali Imran: 190)

Karena itu, ketika melihat atau mendengar fenomena luar biasa di langit, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak zikir dan doa, serta mengingat kebesaran Allah.

Doa yang Dianjurkan Ketika Mengingat Kebesaran Alam Semesta

Salah satu doa yang dianjurkan ketika merenungkan ciptaan Allah adalah doa yang disebutkan dalam Al-Qur’an:

رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Artinya:

“Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka lindungilah kami dari azab neraka.” (QS. Ali Imran: 191)

Selain itu, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak tasbih dan istighfar sebagai bentuk pengakuan akan kebesaran Allah.

Baca juga: Wasekjen PBNU Gagas Taman Monumen Bencana Antropogenik di Tapanuli

Rasulullah SAW bersabda bahwa zikir “Subhanallah wa bihamdih” adalah salah satu bacaan yang sangat dicintai Allah.

Fenomena tabrakan planet yang jaraknya ribuan tahun cahaya dari Bumi ini sekaligus mengingatkan manusia bahwa alam semesta begitu luas dan penuh rahasia.

Di balik penelitian ilmiah yang terus berkembang, umat Islam diajak untuk tetap menumbuhkan rasa takjub, syukur, dan ketundukan kepada Allah SWT, Sang Pencipta langit dan bumi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar