Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengapa Muhammadiyah Tetapkan Lebaran 20 Maret 2026? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Kompas.com, 17 Maret 2026, 20:35 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Penetapan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah oleh Muhammadiyah pada 20 Maret 2026 bukan keputusan tiba-tiba. Di baliknya, ada pendekatan ilmiah berbasis astronomi yang dikenal sebagai Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Sistem ini menjadi pedoman resmi Muhammadiyah dalam menentukan awal bulan Islam, termasuk Syawal.

Apa Itu KHGT?

KHGT adalah sistem kalender hijriah yang dirancang untuk menyatukan penentuan awal bulan Islam di seluruh dunia. Dalam konsep ini, bumi dipandang sebagai satu kesatuan wilayah (matlak), sehingga awal bulan berlaku serentak secara global.

Baca juga: Lokasi Sholat Idul Fitri Muhammadiyah 2026 di Sleman, Jemaah Bisa Cek Titik Terdekat dari Rumah

Artinya, penentuan tidak lagi bergantung pada batas negara atau wilayah, melainkan pada terpenuhinya kriteria astronomis di salah satu titik di bumi.

Kriteria Penentuan Syawal 1447 H

Dalam KHGT, ada beberapa syarat utama agar bulan baru dimulai:

  • Elongasi (jarak sudut bulan–matahari) minimal 8 derajat
  • Tinggi hilal minimal 5 derajat saat matahari terbenam
  • Terpenuhi sebelum pukul 24.00 UTC

Jika syarat ini tercapai di mana pun di dunia, maka awal bulan langsung berlaku global.

Data Astronomi: Semua Syarat Terpenuhi

Berdasarkan perhitungan astronomi, ijtimak (konjungsi) terjadi pada 19 Maret 2026 pukul 01:23:28 UTC.

Setelah itu, posisi bulan terus bergerak hingga memenuhi kriteria visibilitas hilal.

Di salah satu lokasi di bumi, saat matahari terbenam, tercatat:

  • Tinggi bulan: 6,49 derajat
  • Elongasi: 8 derajat

Angka ini sudah melampaui batas minimal KHGT.

Hal serupa juga terjadi di Makkah, Arab Saudi. Saat matahari terbenam pada 19 Maret 2026:

  • Tinggi bulan mencapai +06° 09′ 09″
  • Elongasi 08° 05′ 24″

Kedua parameter ini menegaskan bahwa hilal secara astronomis sudah memenuhi syarat untuk menandai awal bulan baru.

Mengapa Jatuh pada 20 Maret 2026?

Karena seluruh kriteria tersebut terpenuhi sebelum batas waktu yang ditentukan, maka 1 Syawal 1447 H ditetapkan jatuh pada Jumat Legi, 20 Maret 2026.

Dengan prinsip KHGT, keputusan ini berlaku secara global—tidak hanya di Indonesia, tetapi untuk seluruh dunia.

Lebih dari Sekadar Tanggal

Penetapan ini menunjukkan bahwa kalender Islam kini semakin mengandalkan pendekatan ilmiah yang terukur dan konsisten.

Baca juga: Lokasi Sholat Idul Fitri Muhammadiyah 2026 di Yogyakarta, Jemaah Bisa Pilih Titik Terdekat

Bagi Muhammadiyah, KHGT bukan hanya soal penanggalan, tetapi juga upaya menyatukan umat Islam dalam satu sistem waktu yang sama.

Di balik perbedaan yang mungkin muncul, ada ikhtiar besar untuk menghadirkan kepastian—bahwa ketika hilal sudah “lahir” secara ilmiah, maka saat itu pula bulan baru dimulai.

Dan dari sanalah, Lebaran 2026 ditetapkan: 20 Maret.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar