Editor
KOMPAS.com - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, umat Islam dianjurkan mempersiapkan diri untuk melaksanakan sholat Id sebagai ibadah sunnah .
Hukum sholat Idul Fitri adalah sunnah muakkadah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan secara berjamaah.
Keutamaanmengerjakan sholat Idul Fitri berlaku bagi seluruh muslim, baik laki-laki maupun perempuan, dalam kondisi menetap maupun musafir.
Pelaksanaannya sangat dianjurkan secara berjamaah di tanah lapang, masjid, atau mushalla.
Ibadah ini menjadi bagian penting dalam syiar Islam pada hari raya. Sebelum pelaksanaan sholat, terdapat amalan sunnah yang dicontohkan Rasulullah SAW sebagai bentuk penyempurna ibadah.
Salah satu amalan yang sering dipertanyakan adalah hukum makan sebelum berangkat sholat Idul Fitri. Berikut pembahasannya seperti dirangkum dari laman Kemenag, MUI dan Muhammadiyah.
Berdasarkan penjelasan Drs KH Hasbuddin Halik Lc MA yang dikutip dari laman MUI, makan sebelum berangkat sholat Idul Fitri merupakan amalan yang dianjurkan.
Hal ini sesuai dengan praktik yang dicontohkan Rasulullah SAW.
Dikutip dari laman Muhammadiyah, dalam hadis yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik disebutkan:
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكِ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَعْدُو يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْكُلَ تَمَرَاتِ
Artinya: “Diriwayatkan dari Anas bin Malik, ia berkata: Rasulullah SAW tidak pergi ke sholat Idul Fitri sebelum beliau makan beberapa kurma.” (HR. Al-Bukhari).
Hadis ini menjadi dasar bahwa makan sebelum sholat Idul Fitri adalah sunnah, bahkan dianjurkan meskipun hanya dengan beberapa butir kurma.
Adab makan pada Idul Fitri berbeda dengan Idul Adha. Hal ini ditegaskan dalam hadis yang diriwayatkan Abdullah bin Buraidah dari ayahnya:
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَخْرُجُ يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَطْعَمَ وَلَا يَطْعَمُ يَوْمَ الْأَضْحَى حَتَّى يُصَلِّيَ
Artinya: “Diriwayatkan dari Abdullah bin Buraidah dari ayahnya, ia berkata: Rasulullah SAW pada hari Idul Fitri tidak keluar sebelum makan, dan pada hari Idul Adha tidak makan sehingga selesai sholat.” (HR. At-Tirmizi).
Pada Idul Fitri, makan sebelum sholat menjadi penanda berakhirnya puasa Ramadhan. Sementara pada Idul Adha, menunda makan hingga setelah sholat berkaitan dengan pelaksanaan ibadah kurban.
Anjuran makan sebelum sholat Idul Fitri memiliki makna simbolik dan ibadah. Selain sebagai penegasan bahwa puasa telah berakhir, hal ini juga menunjukkan kepatuhan terhadap sunnah Rasulullah SAW.
Perbedaan praktik antara Idul Fitri dan Idul Adha mengajarkan umat Islam untuk memahami nilai ibadah di masing-masing hari raya.
Dengan demikian, makan sebelum sholat Idul Fitri hukumnya sunnah dan dianjurkan untuk dilakukan, meskipun dalam jumlah yang sedikit.
Amalan ini menjadi bagian dari sunnah yang menyempurnakan ibadah hari raya bagi umat Islam.
Dengan mengikuti tuntunan Rasulullah SAW, pelaksanaan Idul Fitri diharapkan lebih bermakna dan sesuai syariat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang