Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Hangat Mudik di Kendal: Pemudik Nikmati Pijat Gratis hingga Servis Motor di Posko NU Peduli

Kompas.com, 19 Maret 2026, 09:36 WIB
Slamet Priyatin,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KENDAL, KOMPAS.com – Perjalanan mudik Lebaran yang melelahkan berubah menjadi pengalaman hangat bagi para pemudik yang melintas di jalur Pantura Kendal. Di Posko NU Peduli, mereka tak hanya beristirahat, tetapi juga menikmati berbagai layanan gratis.

Suparji, pemudik asal Depok yang hendak pulang ke Wonogiri, merasakan langsung manfaat posko tersebut. Ia tampak santai menikmati pijatan gratis setelah menempuh perjalanan jauh bersama istri dan anaknya sejak Selasa (17/3/2026) malam.

“Alhamdulillah perjalanan lancar. Hanya sempat berhenti di Subah karena hujan,” ujarnya saat ditemui di Posko NU Peduli di Jalan Sukarno-Hatta Kendal, Rabu (18/3/2026).

Baca juga: Ansor Blora Buka 5 Posko Mudik di Jalur Strategis, Pemudik Bisa Istirahat Gratis

Ia mengaku sangat terbantu dengan fasilitas yang tersedia. Selain bisa beristirahat dengan nyaman, Suparji juga memanfaatkan layanan servis motor gratis.

“Tempatnya luas, pelayanannya bagus. Sekalian cek kondisi motor,” tambahnya.

Sang istri, Badriyah, juga merasakan hal serupa. Ia mengaku cukup lelah selama perjalanan karena harus menjaga anak mereka yang tertidur di tengah perjalanan.

“Anak duduk di tengah. Kalau tidur harus saya tahan supaya tidak jatuh, jadi saya tidak boleh ikut ngantuk,” katanya.

Meski begitu, tradisi mudik tetap dijalani setiap tahun. Badriyah yang telah tinggal di Depok sejak 2006 mengatakan bahwa kampung halaman suaminya di Wonogiri selalu menjadi tujuan pulang saat Lebaran.

Cerita serupa datang dari Agus Setyawan, pemudik asal Kalideres, Jakarta Barat, yang menuju Kediri bersama istri dan dua anaknya menggunakan sepeda motor.

“Perjalanan lancar, cuma sempat kehujanan di Subah,” ujarnya.

Agus mengaku kelelahan karena harus menjaga keseimbangan saat membawa anak-anaknya di motor. Namun, rasa rindu pada keluarga menjadi energi tersendiri.

“Sudah dua tahun tidak pulang. Kangen ini yang menghilangkan capek,” ungkapnya.

Fasilitas Lengkap untuk Pemudik

Ketua Posko Mudik NU Peduli Kendal, Khusnul Huda, menjelaskan bahwa posko ini didirikan oleh PCNU Kabupaten Kendal di halaman Gedung Aswaja PCNU Kendal, yang berada di jalur utama Pantura.

Posko beroperasi sejak 14 hingga 18 Maret 2026 dengan berbagai layanan gratis untuk pemudik. Fasilitas yang disediakan meliputi tempat istirahat dengan matras dan kasur, layanan pijat gratis oleh Banser Husada bersama Pertuni Kendal, serta layanan kesehatan.

Tak hanya itu, pemudik juga bisa memanfaatkan servis motor gratis yang dikelola pelajar dari sekolah Nahdlatul Ulama se-Kabupaten Kendal.

“Servis meliputi perbaikan ringan sampai tambal ban gratis,” jelas Khusnul.

Panitia juga menyediakan dapur umum dengan makanan gratis serta mushola untuk beribadah.

Baca juga: Doa Naik Kendaraan Darat, Laut, dan Udara untuk Mudik Lengkap

Untuk mengantisipasi kondisi darurat, tim dari Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim PCNU Kendal disiagakan selama 24 jam lengkap dengan ambulans.

Ketua PC Ansor Kabupaten Kendal, Ali Nurudin, menambahkan bahwa pihaknya turut mendukung operasional posko, bahkan mendirikan 11 posko Lebaran di berbagai titik.

“Harapannya, pemudik bisa merasa aman dan nyaman selama melintas di Kendal,” pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang


Terkini Lainnya
Meruntuhkan Menara Gading LPNU, Menyelamatkan Ekonomi Nahdliyin
Meruntuhkan Menara Gading LPNU, Menyelamatkan Ekonomi Nahdliyin
Aktual
Gus Yahya Ajak Warga NU Jaga Persatuan Jelang Muktamar 2026: Hindari Kontroversi dan Pertentangan Baru
Gus Yahya Ajak Warga NU Jaga Persatuan Jelang Muktamar 2026: Hindari Kontroversi dan Pertentangan Baru
Aktual
Arab Saudi Beri Bantuan Rp 260 Miliar untuk Bayar Gaji PNS Yaman
Arab Saudi Beri Bantuan Rp 260 Miliar untuk Bayar Gaji PNS Yaman
Aktual
Jelang Munas-Konbes NU 2026, Masyayikh Desak Batalkan Usulan Perubahan AHWA dan Larangan Rangkap Jabatan Politik
Jelang Munas-Konbes NU 2026, Masyayikh Desak Batalkan Usulan Perubahan AHWA dan Larangan Rangkap Jabatan Politik
Aktual
Rekam Jejak Munas NU: Dari Khittah 1926 hingga Fatwa AI, Gus Dur Ukir Sejarah di Situbondo
Rekam Jejak Munas NU: Dari Khittah 1926 hingga Fatwa AI, Gus Dur Ukir Sejarah di Situbondo
Aktual
Ketahui 12 Aturan Penting Jemaah Haji di Masjid Nabawi Madinah
Ketahui 12 Aturan Penting Jemaah Haji di Masjid Nabawi Madinah
Aktual
Jemaah Pakai Baju 9 Lapis di Bandara Arab Saudi demi Siasati Barang Bawaan
Jemaah Pakai Baju 9 Lapis di Bandara Arab Saudi demi Siasati Barang Bawaan
Aktual
MTQ Nasional XXXI di Semarang Dipersiapkan Matang, Kemenag Targetkan Sukses Penyelenggaraan hingga Prestasi
MTQ Nasional XXXI di Semarang Dipersiapkan Matang, Kemenag Targetkan Sukses Penyelenggaraan hingga Prestasi
Aktual
Munas Kader Muda NU di Kediri Hasilkan 4 Rekomendasi Strategis, Dukung Muktamar ke-35 di Lirboyo
Munas Kader Muda NU di Kediri Hasilkan 4 Rekomendasi Strategis, Dukung Muktamar ke-35 di Lirboyo
Aktual
Sedang Banyak Masalah? Ini 5 Zikir dalam Al-Qur’an untuk Menguatkan Hati
Sedang Banyak Masalah? Ini 5 Zikir dalam Al-Qur’an untuk Menguatkan Hati
Doa dan Niat
Pasar Kosmetik Halal Indonesia Jadi Incaran Filipina, LPPOM Ungkap Peluang Besar Jelang Wajib Sertifikasi 2026
Pasar Kosmetik Halal Indonesia Jadi Incaran Filipina, LPPOM Ungkap Peluang Besar Jelang Wajib Sertifikasi 2026
Aktual
PBNU Undang Prabowo Hadiri Penutupan Munas-Konbes NU 2026 di Bangkalan, Persiapan Terus Dimatangkan
PBNU Undang Prabowo Hadiri Penutupan Munas-Konbes NU 2026 di Bangkalan, Persiapan Terus Dimatangkan
Aktual
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Prioritaskan Pembangunan Masjid Kecil
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Prioritaskan Pembangunan Masjid Kecil
Aktual
Kemenag Cairkan Insentif Guru PAI Tahap II Total Rp 6,65 Miliar
Kemenag Cairkan Insentif Guru PAI Tahap II Total Rp 6,65 Miliar
Aktual
Bina Insan Mulia Pecahkan Rekor Nasional, 32 Santri Raih Beasiswa Kerajaan Maroko
Bina Insan Mulia Pecahkan Rekor Nasional, 32 Santri Raih Beasiswa Kerajaan Maroko
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com