Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bacaan Takbiran Idul Fitri Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Kompas.com, 19 Maret 2026, 12:18 WIB
Add on Google
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Menjelang Idul Fitri, umat Islam mengumandangkan takbir sebagai bentuk syukur atas berakhirnya Ramadhan.

Takbiran menjadi bagian penting dalam syiar hari raya yang dilaksanakan sejak malam 1 Syawal hingga sebelum sholat Id.

Takbiran Idul Fitri merupakan ungkapan pengagungan kepada Allah SWT yang dilantunkan secara individu maupun berjamaah.

Tradisi ini dilakukan di masjid, mushala, rumah, hingga di ruang publik seperti pawai takbiran.

Takbir dilantunkan dengan penuh kekhusyukan sebagai bentuk rasa syukur atas kesempatan menyelesaikan ibadah puasa Ramadhan dan menyambut hari kemenangan.

Baca juga: Makan Sebelum Sholat Idul Fitri, Boleh atau Tidak? Berikut Penjelasan Hukumnya

Bacaan Takbiran Idul Fitri

Dikutip dari Antara, berikut bacaan takbiran Idul Fitri yang umum dikumandangkan:

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ
لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِـيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا
لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الكَافِرُوْنَ،
لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ،
لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ،
اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

Latin:
Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar.
La ilaha illallahu wallahu akbar. Allahu akbar wa lillahil hamdu.
Allahu akbar kabira, walhamdu lillahi katsira, wa subhanallahi bukratan wa ashila,
La ilaha illallahu wa la na'budu illa iyyahu. Mukhlishina lahud dina wa law karihal kafirun,
La ilaha illallahu wahdah, shadaqa wa'dah, wa nashara 'abdah, wa a'azza jundahu wa hazamal ahzaba wahdah,
La ilaha illallahu wallahu akbar.
Allahu akbar walillahil hamdu.

Artinya:
"Allah maha besar, Allah maha besar, Allah maha besar.
Tiada tuhan selain Allah. Allah maha besar. Segala puji bagi-Nya.
Allah maha besar. Segala puji yang banyak bagi Allah. Maha suci Allah pagi dan sore.
Tiada tuhan selain Allah. Kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya, memurnikan bagi-Nya sebuah agama meski orang kafir tidak menyukainya.
Tiada tuhan selain Allah yang esa, yang menepati janji-Nya, membela hamba-Nya, dan sendiri memorak-porandakan pasukan musuh.
Tiada tuhan selain Allah. Allah maha besar.
Allah maha besar segala puji bagi-Nya."

Pentingnya Memperhatikan Tajwid

Dilansir dari laman Kemenag Sumatera Selatan, H. M. Zakka Herry mengingatkan pentingnya membaca takbir dengan tajwid yang benar.

Kesalahan pelafalan dapat memengaruhi arti, terlebih jika dikumandangkan menggunakan pengeras suara.

"Orang ada yang bertakbir diakhir itu memakai kata "ilham" padahal yang benar itu "Hilhamd" ada qolqolah diujung bacaan" Jelas Zakka

Cara Mengumandangkan Takbiran Idul Fitri

Takbiran dapat dilakukan secara individu maupun berjamaah. Pelaksanaannya bisa dilakukan di masjid, rumah, maupun tempat umum lainnya.

Bagi laki-laki dianjurkan mengeraskan suara saat bertakbir, sedangkan perempuan disarankan melafalkannya dengan suara yang lebih pelan.

Waktu Pelaksanaan Takbiran Idul Fitri

Sementara untuk waktu mengumandangkannya, terdapat ketentuan seperti dijelaskan di laman MUI.

Pelaksanaan takbiran dimulai sejak terbenam matahari pada akhir Ramadhan hingga sebelum pelaksanaan sholat Idul Fitri.

Rentang waktu ini menjadi momen utama untuk memperbanyak takbir sebagai syiar hari raya.

Takbiran Idul Fitri tidak hanya menjadi tradisi, tetapi juga bentuk ibadah yang sarat makna spiritual.

Dengan melafalkan takbir secara benar dan penuh kesadaran, umat Islam dapat memaksimalkan momen hari kemenangan.

Oleh karena itu, penting memahami bacaan, cara, dan waktu pelaksanaannya agar sesuai dengan tuntunan syariat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kisah Mbah Marjiyono, Lansia 103 Tahun yang Berangkat Haji: Saya Ingin Beribadah
Kisah Mbah Marjiyono, Lansia 103 Tahun yang Berangkat Haji: Saya Ingin Beribadah
Aktual
Arab Saudi Terapkan Sensor Pintar di Mina, Terhubung dengan Kartu Nusuk Jemaah Haji
Arab Saudi Terapkan Sensor Pintar di Mina, Terhubung dengan Kartu Nusuk Jemaah Haji
Aktual
74.652 Jemaah Haji 2026 Telah Diberangkatkan, Bus Sholawat Layani 24 Jam di Makkah
74.652 Jemaah Haji 2026 Telah Diberangkatkan, Bus Sholawat Layani 24 Jam di Makkah
Aktual
Suhu Mekah Capai 43 Derajat Celsius, Ini Tips Cegah Heatstroke untuk Jemaah Haji
Suhu Mekah Capai 43 Derajat Celsius, Ini Tips Cegah Heatstroke untuk Jemaah Haji
Aktual
Cuaca Ekstrem di Madinah, Suhu Tembus 40°C, Ini Tips Agar Tidak Tumbang
Cuaca Ekstrem di Madinah, Suhu Tembus 40°C, Ini Tips Agar Tidak Tumbang
Aktual
Doa antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, Lengkap dengan Arti dan Keutamaannya
Doa antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, Lengkap dengan Arti dan Keutamaannya
Doa dan Niat
Bolehkah Kurban dengan Cara Berutang? Ini Penjelasan Hukumnya
Bolehkah Kurban dengan Cara Berutang? Ini Penjelasan Hukumnya
Aktual
Jemaah Haji Kini Lebih Sejuk, Teknologi Kabut Canggih Dipasang di Jamarat
Jemaah Haji Kini Lebih Sejuk, Teknologi Kabut Canggih Dipasang di Jamarat
Aktual
Operasi Sepekan, 11.300 Orang Ditangkap karena Masuk ke Arab Saudi Secara Ilegal
Operasi Sepekan, 11.300 Orang Ditangkap karena Masuk ke Arab Saudi Secara Ilegal
Aktual
1.400 Inspeksi Dilakukan, Saudi Perketat Pengawasan Makanan dan Obat Jemaah Haji 2026
1.400 Inspeksi Dilakukan, Saudi Perketat Pengawasan Makanan dan Obat Jemaah Haji 2026
Aktual
Mengenal Arti Seruan Shalat Jenazah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
Mengenal Arti Seruan Shalat Jenazah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
Aktual
Simak Fakta Lebaran Haji, Asal-usul Nama Idul Adha di Indonesia
Simak Fakta Lebaran Haji, Asal-usul Nama Idul Adha di Indonesia
Aktual
Nekat Haji Tanpa Izin, Denda Rp 80 Juta hingga Deportasi Menanti
Nekat Haji Tanpa Izin, Denda Rp 80 Juta hingga Deportasi Menanti
Aktual
Jejak Rasulullah di Muzdalifah, Kisah Masjid al-Mash’ar al-Haram
Jejak Rasulullah di Muzdalifah, Kisah Masjid al-Mash’ar al-Haram
Aktual
Siapa Sahabat di Samping Makam Rasulullah? Ini Kisah Abu Bakar & Umar
Siapa Sahabat di Samping Makam Rasulullah? Ini Kisah Abu Bakar & Umar
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com