SURABAYA, KOMPAS.com - Antusiasme masyarakat terhadap program mudik gratis Hari Raya Idul Fitri di Surabaya, Jawa Timur, terus meningkat dari tahun ke tahun.
Bagi para perantau, program ini bukan sekadar fasilitas transportasi, melainkan jembatan untuk kembali ke kampung halaman.
Di tengah padatnya arus mudik dan tingginya biaya perjalanan, kehadiran mudik gratis menjadi alternatif yang lebih aman, nyaman, sekaligus manusiawi.
Menjelang puncak arus mudik yang diperkirakan terjadi pada Rabu (18/3/2026) ini, suasana di sejumlah titik di Kota Pahlawan sudah dipenuhi antusiasme warga. Sehari sebelumnya, berbagai program mudik gratis digelar oleh instansi, perusahaan, hingga tokoh masyarakat.
Baca juga: Kisah Hangat Mudik di Kendal: Pemudik Nikmati Pijat Gratis hingga Servis Motor di Posko NU Peduli
Program-program tersebut membuka peluang bagi para perantau untuk pulang tanpa terbebani biaya transportasi yang kian mahal.
Untuk banyak orang, mudik bukan sekadar perjalanan. Lebih dari itu, mudik merupakan salah satu jalan kembali pulang ke rumah, melepas rindu, dan merayakan Lebaran bersama keluarga.
Seperti Anwar, salah satu peserta mudik gratis tujuan Semarang, merasakan langsung manfaat program tersebut. Ia mengaku sudah mulai mencari informasi mudik gratis sejak awal Ramadhan.
“Ya cukup membantu adanya mudik gratis ini. karena mengurangi pengeluaran. awal puasa itu saya sudah mulai browsing-browsing untuk mudik gratis. kebetulan saya satu keluarga ada 5 jadi dengan adanya mudik gratis cukup membantu mengurangi pengeluaran,” ujar pria berusia 49 tahun itu.
Tidak hanya meringankan biaya, ia juga merasakan manfaat sosial dari perjalanan tersebut.
“Saya suka dari mudik gratis ketemu sesama orang rantau nambah saudara kalau nanti sudah kembali ke Surabaya. Selain itu perjalanan juga terasa lebih aman dan nyaman. Jadi bisa pulang kampung tanpa harus khawatir ongkos mahal,” imbuhnya.
Hal serupa dirasakan Sulis, pemudik tujuan Solo. Baginya, program ini memberikan ruang bernapas di tengah keterbatasan ekonomi.
“Bisa pulang dan berkumpul dengan keluarga di Lebaran jadi lebih tenang. Biasanya saya harus menabung jauh-jauh hari untuk ongkos mudik. Sekarang dengan adanya mudik gratis, beban itu berkurang dan saya bisa lebih fokus menyiapkan kebutuhan keluarga di kampung,” tuturnya.
Sedangkan bagi Fuad, mudik tahun ini memiliki arti yang jauh lebih dalam. Ia mengaku sudah beberapa tahun terakhir menahan keinginan pulang karena keterbatasan biaya.
“Jujur, program mudik gratis ini sangat berarti buat saya. Saya harus berpikir dua kali untuk pulang kampung karena ongkos transportasi yang semakin mahal. Kadang rindu itu harus ditahan, karena lebih memilih mengirim uang ke orang tua daripada dipakai pulang,” tutur pria yang sehari-hari bekerja sebagai buruh itu.
“Rasanya lega sekali membayangkan bisa bertemu orang tua, mencium tangan mereka di hari Lebaran. Hal yang mungkin terlihat sederhana, tapi sangat berarti buat kami yang merantau,” sambungnya.
Ia menambahkan, mudik bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan emosional yang penuh makna.
“Bukan karena tidak ingin, tapi kondisi keuangan sering kali tidak memungkinkan. Ongkos naik, kebutuhan hidup juga banyak setelah Lebaran itu. Program mudik gratis ini seperti membuka jalan bagi saya untuk kembali ke rumah," kata Fuad salah satu peserta mudik gratis yang diselenggarakan PT Sinergi Gula Nusantara.
Sehingga perjalanan ini bukan sekadar pulang, tapi juga tentang mengobati rindu yang sudah lama tertahan. Ia sangat bersyukur masih diberi kesempatan untuk berkumpul dengan keluarga tahun ini.
Anggota DPR RI, Arizal Tom Liwafa saat bersama pemudik, saat kegiatan layanan mudik gratis bagi warga perantau di Kota Surabaya dalam program Mudik Ceria dengan menyiapkan 10 armada bus gratis, Senin (17/3/2026) malam. Seperti diketahui pada Senin (16/3/2026), sejumlah program mudik gratis besar digelar di Surabaya. Ratusan warga yang telah terdaftar tampak berbondong-bondong berangkat bersama keluarga.
Salah satu program tersebut digagas oleh anggota DPR RI, Arizal Tom Liwafa, melalui program “Mudik Ceria”.
Sebanyak 10 armada bus disiapkan untuk mengangkut sekitar 400 pemudik dengan berbagai tujuan, mulai dari Madiun, Solo, Yogyakarta, Magelang, hingga Semarang.
“Senang melihat warga antusias. Kami ingin berbagi kebahagiaan agar mereka bisa mudik dengan nyaman dan 'ceria' sesuai nama programnya,” ujar anggota dewan yang biasa disapa Tom itu.
Selain transportasi gratis, peserta juga mendapatkan fasilitas pendukung hingga uang saku, sehingga perjalanan terasa lebih ringan.
Program ini diharapkan dapat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi sekaligus menekan kepadatan lalu lintas selama musim mudik.
Selain itu sektor perusahaan juga turut berkontribusi dalam mendukung kelancaran arus mudik. Salah satunya adalah PT Sinergi Gula Nusantara yang kembali menggelar program Mudik Gratis 2026.
Sebanyak 400 peserta diberangkatkan menggunakan 10 bus menuju berbagai kota di Pulau Jawa, seperti Banyuwangi, Blitar, Pacitan, Yogyakarta, Semarang, hingga Jakarta.
Pelepasan peserta dilakukan di kawasan Jembatan Merah Plaza, Surabaya, dalam suasana penuh semangat kebersamaan.
Baca juga: Ansor Blora Buka 5 Posko Mudik di Jalur Strategis, Pemudik Bisa Istirahat Gratis
Plt Direktur Utama SGN, Hariyanto, menegaskan bahwa keselamatan dan kenyamanan menjadi prioritas utama dalam program ini.
"Seluruh armada telah dipastikan dalam kondisi layak jalan serta dilengkapi fasilitas pendukung, tenaga medis, dan logistik untuk menunjang perjalanan," kata Hariyanto.
"Selain itu, rute perjalanan dirancang melalui jalur strategis di Pantura guna memberikan fleksibilitas bagi peserta yang ingin turun di kota-kota perlintasan," pungkasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang