Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pagi yang Hangat di Alun-Alun Malang, dari Tawa Anak hingga Cerita Lebaran Sederhana

Kompas.com, 24 Maret 2026, 14:00 WIB
Suci Rahayu,
Khairina

Tim Redaksi

MALANG, KOMPAS.com - Pagi hari belum sepenuhnya ramai saat langkah-langkah kecil mulai memenuhi Alun-Alun Kota Malang, Jawa Timur. Di hari-hari libur Lebaran saat ini, ruang terbuka di jantung kota ini berubah menjadi tempat sederhana yang menghadirkan kebahagiaan bagi banyak keluarga.

Sejak pukul 08.00 WIB, suasana mulai hidup. Anak-anak berlarian di antara taman dan area bermain, sementara orang tua duduk santai, menikmati udara pagi yang masih sejuk.

Tidak hanya warga lokal, pengunjung dari berbagai daerah yang sedang menikmati masa mudiknya menjadikan alun-alun ini titik sebagai tempat yang selalu dirindukan.

Baca juga: PELNI Prediksi Puncak Arus Balik Lebaran Terjadi pada 2 April 2026

Bagi Aris, warga Polehan, pagi di alun-alun menjadi pilihan sebelum menjalani tradisi Lebaran yang lebih formal.

“Kalau pagi kan masih sepi, jadi sebelum nanti siang unjung-unjung ke keluarga saya ke sini dulu, main sama anak-anak,” kata pria berusia 43 tahun itu kepada Kompas.com, Selasa (24/3/2026) pagi.

Ia sengaja datang lebih awal agar anak-anaknya bisa bermain lebih leluasa. Baginya, kebahagiaan sederhana seperti ini justru menjadi momen berharga di tengah libur panjang.

“Meskipun tidak Lebaran juga kadang-kadang main ke sini kalau libur. Karena gratis, tempatnya santai, cocok buat anak-anak,” imbuhnya.

Suasana playground yang menjadi salah satu daya tarik Alun-alun Kota Malang, Jawa Timur, saat libur Lebaran, Selasa (24/3/2026) pagi. KOMPAS.COM/SUCI RAHAYU Suasana playground yang menjadi salah satu daya tarik Alun-alun Kota Malang, Jawa Timur, saat libur Lebaran, Selasa (24/3/2026) pagi.

Namun, tingginya jumlah pengunjung membawa tantangan tersendiri. Area bermain yang terbatas membuat anak-anak harus bergantian menggunakan fasilitas.

“Kalau ramai gini kasihan sih, anak saya tadi sampai rebutan sama anak lain buat main perosotan,” kata Nurhalifah, warga Sukun yang merasakan situasi tersebut saat mendampingi anaknya.

Meski begitu, ia tetap melihat alun-alun sebagai tempat favorit dan berharap ke depan fasilitas bermain bisa diperluas agar semakin nyaman.

Baca juga: Cerita Lebaran Penyintas Banjir Aceh Timur, dari Pohon Pengingat Sujud hingga Tradisi Meugang

Merpati, Taman, dan Tawa yang Lepas

Selain itu di sudut alun-alun ini, ratusan burung merpati menjadi pusat perhatian. Anak-anak tampak antusias memberi makan, berlari mengejar, hingga tertawa lepas saat burung-burung itu beterbangan.

Pemandangan ini menjadi daya tarik khas yang sulit ditemukan di tempat lain. Karena interaksi sederhana antara anak-anak dan merpati menciptakan suasana hangat yang begitu membumi.

Termasuk fasilitas yang tersedia pun cukup lengkap mulai dari taman bermain, tempat duduk, hingga area terbuka yang luas. Ketika air mancur dinyalakan menjelang siang, keceriaan semakin terasa dengan anak-anak yang bermain air di bawah pengawasan orang tua.

Burung merpati menjadi salah satu daya tarik  Alun-alun Kota Malang, Jawa Timur,bersama keluarga untuk menikmati libur Lebaran, Selasa (24/3/2026) pagi. KOMPAS.COM/SUCI RAHAYU Burung merpati menjadi salah satu daya tarik Alun-alun Kota Malang, Jawa Timur,bersama keluarga untuk menikmati libur Lebaran, Selasa (24/3/2026) pagi.

Dengan letaknya yang strategis membuat alun-alun ini menjadi bagian dari perjalanan Lebaran banyak orang.

Biasanya setelah bermain, sebagian pengunjung melanjutkan aktivitas dengan beribadah di Masjid Jami Kota Malang atau berjalan santai ke kawasan sekitar.

Baca juga: Promo Tiket Whoosh Lebaran 2026: Diskon Hotel, Wisata, hingga Kuliner di 20 Destinasi Jakarta-Bandung

Sehingga Alun-alun Kota Malang ini bukan sekadar tempat rekreasi, tetapi juga ruang yang menghubungkan berbagai aktivitas dari keluarga, ibadah, hingga wisata kota.

Bagi banyak keluarga, alun-alun ini bukan hanya tempat bermain. Ia menjadi ruang untuk menciptakan momen kecil yang justru terasa besar maknanya.

“Alun-alun yang sekarang lebih bagus dan bersih. Semoga tetap dipertahankan biar lebih nyaman,” pungkas Nanang warga Blimbing.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

Baca tentang


Terkini Lainnya
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Aktual
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
Aktual
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar