Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

3 Keutamaan Baca Surah Al-Kahfi di Jumat: Cahaya hingga Tangkal Dajjal

Kompas.com, 27 Maret 2026, 13:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Hari Jumat selalu memiliki tempat istimewa dalam kehidupan umat Islam. Di hari ini, berbagai amalan dianjurkan untuk diperbanyak, mulai dari membaca Al-Qur’an, memperbanyak doa, hingga bersedekah. Salah satu amalan yang paling populer dan rutin dilakukan adalah membaca Surah Al-Kahfi.

Amalan ini bukan sekadar tradisi, melainkan memiliki dasar yang kuat dalam hadis Nabi serta dijelaskan oleh para ulama sebagai ibadah yang penuh keutamaan.

Lantas, apa saja keutamaan membaca Surah Al-Kahfi di hari Jumat? Berikut penjelasan lengkapnya.

Baca juga: Khutbah Jumat: Keutamaan Silaturahmi dan Memaafkan Sesama

Keutamaan Membaca Surah Al-Kahfi di Hari Jumat

Membaca Surah Al-Kahfi pada hari Jumat memiliki sejumlah keutamaan yang tidak hanya berdampak pada kehidupan dunia, tetapi juga menjadi bekal di akhirat.

1. Mendapatkan Cahaya di Antara Dua Jumat

Salah satu keutamaan utama membaca Surah Al-Kahfi adalah mendapatkan cahaya (nur) yang menerangi kehidupan seorang Muslim.

Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa membaca Surah Al-Kahfi pada hari Jumat, maka akan dipancarkan cahaya baginya di antara dua Jumat.”

Hadis ini diriwayatkan oleh sahabat Abu Sa’id Al-Khudri dan dijelaskan oleh para ulama sebagai bentuk petunjuk hidup yang Allah berikan kepada hamba-Nya.

Dalam kitab Fathul Bari, Ibnu Hajar Al-Asqalani menerangkan bahwa “cahaya” tersebut tidak hanya bermakna literal, tetapi juga berupa keberkahan, kemudahan dalam hidup, serta perlindungan dari kesesatan.

2. Mendapat Ampunan Dosa

Selain cahaya, membaca Surah Al-Kahfi juga menjadi sebab diampuninya dosa-dosa di antara dua Jumat.

Ini menunjukkan bahwa amalan tersebut memiliki nilai spiritual yang tinggi sebagai bentuk pembersihan diri secara berkala.

Setiap pekan, seorang Muslim diberi kesempatan untuk “mengulang” proses penyucian hati melalui ibadah yang ringan namun bernilai besar.

3. Perlindungan dari Fitnah Dajjal

Keutamaan lain yang sangat penting adalah perlindungan dari fitnah Dajjal, salah satu ujian terbesar di akhir zaman.

Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa membaca sepuluh ayat pertama dari Surah Al-Kahfi, maka ia akan terlindungi dari fitnah Dajjal.”

Hadis ini diriwayatkan oleh sahabat Abu Darda dan menjadi dasar kuat bagi umat Islam untuk menghafal serta rutin membaca bagian awal atau akhir dari surah ini.

Dalam buku An-Nihayah fi al-Fitan, Ibnu Katsir menjelaskan bahwa fitnah Dajjal bukan hanya ujian fisik, tetapi juga ujian keimanan yang sangat berat. Oleh karena itu, Surah Al-Kahfi menjadi benteng spiritual bagi seorang Muslim.

Baca juga: Doa Jumat Pagi Penuh Makna: Memohon Keteguhan Iman dan Rahmat Allah di Hari Mulia

Kandungan Surah Al-Kahfi: Pelajaran tentang Iman

Tidak hanya keutamaannya, isi Surah Al-Kahfi sendiri sarat dengan pelajaran kehidupan yang relevan sepanjang zaman.

Kisah Ashabul Kahfi: Keteguhan Iman

Sekelompok pemuda yang mempertahankan keimanan di tengah tekanan penguasa zalim. Kisah ini mengajarkan keberanian dan keteguhan dalam mempertahankan keyakinan.

Kisah Nabi Musa dan Khidir: Makna Kesabaran

Pertemuan Nabi Musa dengan Khidir mengajarkan bahwa tidak semua hal dapat dipahami secara langsung. Kesabaran menjadi kunci dalam menghadapi takdir Allah.

Kisah Dzulqarnain: Kepemimpinan Adil

Kisah ini menegaskan pentingnya kepemimpinan yang adil dan bertanggung jawab dalam menjaga masyarakat.

Dalam tafsir Al-Mishbah, Quraish Shihab menjelaskan bahwa Surah Al-Kahfi berfungsi sebagai pengingat agar manusia tidak terjebak dalam godaan dunia, baik berupa harta, kekuasaan, maupun ilmu.

Waktu Terbaik Membaca Surah Al-Kahfi

Para ulama menjelaskan bahwa waktu membaca Surah Al-Kahfi dimulai sejak malam Jumat atau Kamis malam hingga hari Jumat sebelum matahari terbenam.

Pendapat ini juga diperkuat oleh penjelasan Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar, yang menyebutkan bahwa membaca Surah Al-Kahfi di waktu tersebut merupakan amalan yang dianjurkan (sunnah muakkadah).

Baca juga: Harta Bukan Tujuan Hidup, Khutbah Jumat KH M Cholil Nafis MUI tentang Ekonomi Islam

Mengapa Amalan Ini Penting di Era Modern?

Di tengah kehidupan modern yang penuh distraksi, membaca Surah Al-Kahfi menjadi sarana untuk “mengisi ulang” keimanan. Ia bukan hanya ibadah ritual, tetapi juga refleksi spiritual.

Dalam buku The Productive Muslim, Mohammed Faris dijelaskan bahwa rutinitas ibadah mingguan seperti ini dapat membantu menjaga fokus hidup seorang Muslim agar tetap terarah pada tujuan akhirat.

Dengan membaca Surah Al-Kahfi, seseorang diingatkan kembali tentang hakikat kehidupan, ujian dunia, serta pentingnya menjaga iman.

Amalan Sederhana, Keutamaan Luar Biasa

Membaca Surah Al-Kahfi di hari Jumat adalah amalan sederhana namun memiliki keutamaan luar biasa.

Mulai dari mendapatkan cahaya di antara dua Jumat, ampunan dosa, hingga perlindungan dari fitnah Dajjal.

Lebih dari itu, kandungan surah ini menjadi panduan hidup yang relevan di setiap zaman. Ia mengajarkan tentang iman, kesabaran, dan kebijaksanaan dalam menghadapi kehidupan.

Karena itu, menjadikan Surah Al-Kahfi sebagai amalan rutin setiap Jumat bukan hanya bentuk ibadah, tetapi juga investasi spiritual jangka panjang. Sebuah langkah kecil yang bisa membawa dampak besar, baik di dunia maupun di akhirat.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Aktual
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar