Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

MUI Sampaikan Duka Cita atas Gugurnya Prajurit TNI di Misi Perdamaian Lebanon

Kompas.com, 31 Maret 2026, 07:25 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com — Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya prajurit TNI yang tengah menjalankan tugas dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon, akibat serangan militer Israel.

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban atas peristiwa tersebut.

“Atas nama MUI, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan. Semoga Allah SWT memberikan ketabahan, kesabaran, dan kekuatan lahir batin kepada keluarga almarhum, serta menerima segala amal ibadahnya dan menempatkannya di sisi terbaik di hadapan-Nya,” ujar Sudarnoto dikutip dari MUI Digital, Senin (30/3/2026).

Baca juga: TNI Gugur Ditembak Israel di Lebanon, MUI Desak RI Bertindak

Dalam pernyataannya, MUI juga mengecam keras tindakan militer Israel yang dinilai telah menyerang pasukan perdamaian internasional.

Menurut Sudarnoto, serangan ini mencerminkan sikap yang semakin mengabaikan hukum internasional, termasuk prinsip perlindungan terhadap pasukan penjaga perdamaian di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa.

“Tindakan ini tidak hanya melanggar norma hukum internasional, tetapi juga mencederai prinsip kemanusiaan universal. Pasukan perdamaian hadir untuk menjaga stabilitas dan mencegah konflik, bukan untuk menjadi sasaran kekerasan,” tegasnya.

MUI menilai serangan terhadap pasukan perdamaian merupakan pelanggaran serius yang tidak dapat ditoleransi. Oleh karena itu, MUI mendesak adanya penyelidikan yang transparan, independen, dan akuntabel atas insiden tersebut.

Selain itu, MUI juga meminta PBB untuk mengambil langkah tegas dalam mengusut tuntas kejadian ini, serta memastikan adanya pertanggungjawaban hukum bagi pihak yang terlibat.

Sudarnoto menambahkan, secara politik dan diplomatik, serangan ini mengandung pesan serius karena menunjukkan eskalasi konflik yang semakin meluas dan berpotensi menyeret aktor-aktor internasional ke dalam ketegangan yang lebih besar di kawasan Timur Tengah.

Ia juga menilai bahwa serangan terhadap pasukan perdamaian dapat dimaknai sebagai bentuk pelemahan terhadap sistem multilateralisme serta upaya kolektif menjaga perdamaian dunia.

“Peristiwa ini berpotensi memperburuk situasi dan mengancam negara-negara kontributor pasukan perdamaian, sekaligus merusak kredibilitas dan efektivitas misi-misi perdamaian internasional di berbagai wilayah konflik,” ujarnya.

Baca juga: Israel Tutup Masjid Al-Aqsa hingga Idul Fitri, Apakah Berpotensi Permanen?

Dalam konteks geopolitik saat ini, lanjut Sudarnoto, tindakan Israel semakin mempertegas pola agresi yang tidak terkendali dan berpotensi memicu instabilitas kawasan yang lebih luas, terutama di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah yang melibatkan berbagai kepentingan global.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
7 Doa Sebelum Ujian agar Lancar, Mudah Ingat, dan Hasil Terbaik
7 Doa Sebelum Ujian agar Lancar, Mudah Ingat, dan Hasil Terbaik
Doa dan Niat
8 Doa Agar Dagangan Laris Lengkap Arab, Latin, dan Artinya: Ikhtiar Spiritual Buka Pintu Rezeki
8 Doa Agar Dagangan Laris Lengkap Arab, Latin, dan Artinya: Ikhtiar Spiritual Buka Pintu Rezeki
Doa dan Niat
Arab Saudi Kembangkan Budidaya Mawar Taif dengan Menggunakan AI
Arab Saudi Kembangkan Budidaya Mawar Taif dengan Menggunakan AI
Aktual
5 Doa Selamat Dunia Akhirat Lengkap Arab, Latin, dan Artinya: Amalan Harian Penuh Makna
5 Doa Selamat Dunia Akhirat Lengkap Arab, Latin, dan Artinya: Amalan Harian Penuh Makna
Doa dan Niat
Niat Puasa Qadha Ramadhan Lengkap Arab, Latin, dan Artinya: Jangan Sampai Salah!
Niat Puasa Qadha Ramadhan Lengkap Arab, Latin, dan Artinya: Jangan Sampai Salah!
Doa dan Niat
Arab Saudi Dirikan Universitas Seni di Riyadh, Buka Pendaftaran Mei 2026
Arab Saudi Dirikan Universitas Seni di Riyadh, Buka Pendaftaran Mei 2026
Aktual
Masjid Kuno Berusia Berabad-abad Ditemukan di Arab Saudi, Ungkap Jejak Awal Peradaban Islam
Masjid Kuno Berusia Berabad-abad Ditemukan di Arab Saudi, Ungkap Jejak Awal Peradaban Islam
Aktual
MUI Sampaikan Duka Cita atas Gugurnya Prajurit TNI di Misi Perdamaian Lebanon
MUI Sampaikan Duka Cita atas Gugurnya Prajurit TNI di Misi Perdamaian Lebanon
Aktual
Menjelang Pengumuman SNBP, Amalkan Doa Ini agar Hati Tenang dan Siap Menerima Takdir
Menjelang Pengumuman SNBP, Amalkan Doa Ini agar Hati Tenang dan Siap Menerima Takdir
Aktual
3 Macam Pelaksanaan Ibadah Haji: Ifrad, Tamattu, dan Qiran, Ini Perbedaannya
3 Macam Pelaksanaan Ibadah Haji: Ifrad, Tamattu, dan Qiran, Ini Perbedaannya
Aktual
Sambut Haji 2026, 45 Klinik Kesehatan Disiagakan di Makkah dan Madinah
Sambut Haji 2026, 45 Klinik Kesehatan Disiagakan di Makkah dan Madinah
Aktual
Doa Nabi Ibrahim, Dibaca Jika Ingin Bisa Segera Berangkat Haji dan Umrah
Doa Nabi Ibrahim, Dibaca Jika Ingin Bisa Segera Berangkat Haji dan Umrah
Aktual
Bacaan Talbiyah Haji dan Umrah Labbaikalla Humma Labbaikh, Lengkap dengan Waktu Melafalkan dan Keutamaannya
Bacaan Talbiyah Haji dan Umrah Labbaikalla Humma Labbaikh, Lengkap dengan Waktu Melafalkan dan Keutamaannya
Aktual
Wamenhaj Tinjau Layanan Kesehatan Haji di Makkah untuk Pastikan Pelayanan Optimal
Wamenhaj Tinjau Layanan Kesehatan Haji di Makkah untuk Pastikan Pelayanan Optimal
Aktual
Kemenhaj RI Temui Wamenhaj Arab Saudi Antisipasi Kenaikan Biaya Penerbangan Haji
Kemenhaj RI Temui Wamenhaj Arab Saudi Antisipasi Kenaikan Biaya Penerbangan Haji
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com