Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Arab Saudi Kembangkan Budidaya Mawar Taif dengan Menggunakan AI

Kompas.com, 31 Maret 2026, 09:37 WIB
Add on Google
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com — Taif University menggelar hackathon inovatif yang menyedot perhatian global dalam rangkaian forum internasional kedua tentang mawar dan tanaman aromatik.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis Arab Saudi dalam mendorong teknologi modern di sektor pertanian sekaligus pariwisata berbasis alam.

Dikutip dari Saudi Press Agency, sebanyak 46 tim inovator ambil bagian dalam kompetisi yang menampilkan solusi kreatif untuk meningkatkan efisiensi produksi, keberlanjutan, dan daya saing sektor pertanian.

Baca juga: Arab Saudi Dirikan Universitas Seni di Riyadh, Buka Pendaftaran Mei 2026

AI hingga Rekayasa Genetika Jadi Andalan

Hackathon ini berfokus pada tiga bidang utama yang dinilai krusial bagi masa depan industri mawar Taif:

  • Kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan metode budidaya mawar dan tanaman aromatik
  • Rekayasa genetika guna menghasilkan varietas tanaman berkualitas tinggi
  • Wisata terapi (therapeutic tourism) untuk menjadikan Taif destinasi unggulan berbasis kesehatan dan alam

Langkah ini menunjukkan bagaimana teknologi modern mulai diintegrasikan dengan sektor tradisional untuk menciptakan nilai ekonomi baru.

Industri Mawar Taif Tumbuh Pesat

Program Saudi Reef melalui Saudi Gazette melaporkan bahwa industri mawar di Arab Saudi mengalami pertumbuhan signifikan, dengan peningkatan produksi tahunan lebih dari 15 persen.

Di wilayah Taif sendiri terdapat sekitar 700 hektare kebun mawar yang dikelola di lebih dari 1.300 lahan. Kebun ini menghasilkan sekitar 500 juta bunga mawar per tahun.

Didukung oleh 36 pabrik parfum, penghasilan dari budidaya mawar ini mencapai 52 juta Riyal atau setara dengan Rp 235 miliar.

Pertumbuhan ini turut didorong oleh meningkatnya permintaan global, terutama untuk kebutuhan parfum, obat-obatan, hingga minuman.

Peluang Besar, Tantangan Masih Ada

Taif dikenal memiliki iklim ideal yang memungkinkan lebih dari 20 jenis tanaman aromatik tumbuh dengan kebutuhan air rendah dan biaya produksi yang efisien.

Namun, di balik peluang besar tersebut, sektor ini masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti minimnya riset ilmiah terkait pengembangan varietas tanaman dan kurangnya koperasi pertanian aktif untuk mendukung petani kecil.

Untuk mengatasi hal ini, Saudi Reef juga bekerja sama dengan Food and Agriculture Organization (FAO) dalam mengembangkan sektor pertanian secara berkelanjutan.

Baca juga: Arab Saudi Bangun Taman Botani Raksasa, King Abdullah Gardens Siap Jadi Salah Satu Terbesar di Dunia

Taif Menuju Pusat Inovasi Pertanian Dunia

Melalui hackathon ini, Taif tidak hanya memperkuat posisinya sebagai pusat produksi mawar dunia, tetapi juga sebagai laboratorium inovasi yang menggabungkan teknologi, pertanian, dan pariwisata.

Upaya ini sejalan dengan visi besar Arab Saudi dalam membangun ekonomi berkelanjutan berbasis inovasi, sekaligus membuka peluang baru bagi generasi muda untuk berkontribusi di sektor strategis masa depan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Bolehkah Langsung Membunuh Ular yang Masuk Rumah? Ini Penjelasan Ulama
Bolehkah Langsung Membunuh Ular yang Masuk Rumah? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Operasional Haji 2026 Masuk Hari ke-25, 159 Ribu Jemaah Tiba di Saudi
Operasional Haji 2026 Masuk Hari ke-25, 159 Ribu Jemaah Tiba di Saudi
Aktual
Bolehkah Puasa Dzulhijjah Digabung Qadha Ramadhan? Ini Hukumnya
Bolehkah Puasa Dzulhijjah Digabung Qadha Ramadhan? Ini Hukumnya
Aktual
Tawakkalna Hadirkan 19 Bahasa untuk Haji 2026, Termasuk Indonesia!
Tawakkalna Hadirkan 19 Bahasa untuk Haji 2026, Termasuk Indonesia!
Aktual
Kapan Batas Akhir Potong Kuku bagi Shahibul Kurban 2026? Cek Tanggalnya
Kapan Batas Akhir Potong Kuku bagi Shahibul Kurban 2026? Cek Tanggalnya
Aktual
Jelang Puncak Haji 2026, Saudi Pastikan Kesiapan 33 Ribu Bus di Arafah
Jelang Puncak Haji 2026, Saudi Pastikan Kesiapan 33 Ribu Bus di Arafah
Aktual
Menjejakkan Kaki di Al-Balad Jeddah, Gerbang Haji Masa Lampau Menuju Makkah
Menjejakkan Kaki di Al-Balad Jeddah, Gerbang Haji Masa Lampau Menuju Makkah
Aktual
Jelang Haji 2026, Saudi Periksa 33.000 Tempat Usaha di Makkah
Jelang Haji 2026, Saudi Periksa 33.000 Tempat Usaha di Makkah
Aktual
19 WNI Diamankan di Saudi, Ini Nasib Pelaku Rekam Perempuan Tanpa Izin
19 WNI Diamankan di Saudi, Ini Nasib Pelaku Rekam Perempuan Tanpa Izin
Aktual
Apa Itu Sedekah Barcode? Solusi Jemaah Haji Bisa Masuk Raudhah
Apa Itu Sedekah Barcode? Solusi Jemaah Haji Bisa Masuk Raudhah
Aktual
Lebih dari 860.000 Jemaah Tiba di Arab Saudi Jelang Puncak Haji 2026
Lebih dari 860.000 Jemaah Tiba di Arab Saudi Jelang Puncak Haji 2026
Aktual
Kapan Idul Adha 2026 di Arab Saudi? Cek Jadwal Wukuf dan Hari Tasyrik
Kapan Idul Adha 2026 di Arab Saudi? Cek Jadwal Wukuf dan Hari Tasyrik
Aktual
Bus Hidrolik Mudahkan Jemaah Haji Lansia Naik Bus tanpa Turun dari Kursi Roda
Bus Hidrolik Mudahkan Jemaah Haji Lansia Naik Bus tanpa Turun dari Kursi Roda
Aktual
Jelang Idul Adha, Kemenag Ponorogo Tambah Juru Sembelih Halal untuk Ribuan Masjid dan Mushalla
Jelang Idul Adha, Kemenag Ponorogo Tambah Juru Sembelih Halal untuk Ribuan Masjid dan Mushalla
Aktual
Khutbah Jumat 15 Mei 2026 tentang Haji, Luruskan Niat Sebelum ke Tanah Suci
Khutbah Jumat 15 Mei 2026 tentang Haji, Luruskan Niat Sebelum ke Tanah Suci
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com