Editor
KOMPAS.com — Taif University menggelar hackathon inovatif yang menyedot perhatian global dalam rangkaian forum internasional kedua tentang mawar dan tanaman aromatik.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis Arab Saudi dalam mendorong teknologi modern di sektor pertanian sekaligus pariwisata berbasis alam.
Dikutip dari Saudi Press Agency, sebanyak 46 tim inovator ambil bagian dalam kompetisi yang menampilkan solusi kreatif untuk meningkatkan efisiensi produksi, keberlanjutan, dan daya saing sektor pertanian.
Baca juga: Arab Saudi Dirikan Universitas Seni di Riyadh, Buka Pendaftaran Mei 2026
Hackathon ini berfokus pada tiga bidang utama yang dinilai krusial bagi masa depan industri mawar Taif:
Langkah ini menunjukkan bagaimana teknologi modern mulai diintegrasikan dengan sektor tradisional untuk menciptakan nilai ekonomi baru.
Program Saudi Reef melalui Saudi Gazette melaporkan bahwa industri mawar di Arab Saudi mengalami pertumbuhan signifikan, dengan peningkatan produksi tahunan lebih dari 15 persen.
Di wilayah Taif sendiri terdapat sekitar 700 hektare kebun mawar yang dikelola di lebih dari 1.300 lahan. Kebun ini menghasilkan sekitar 500 juta bunga mawar per tahun.
Didukung oleh 36 pabrik parfum, penghasilan dari budidaya mawar ini mencapai 52 juta Riyal atau setara dengan Rp 235 miliar.
Pertumbuhan ini turut didorong oleh meningkatnya permintaan global, terutama untuk kebutuhan parfum, obat-obatan, hingga minuman.
Taif dikenal memiliki iklim ideal yang memungkinkan lebih dari 20 jenis tanaman aromatik tumbuh dengan kebutuhan air rendah dan biaya produksi yang efisien.
Namun, di balik peluang besar tersebut, sektor ini masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti minimnya riset ilmiah terkait pengembangan varietas tanaman dan kurangnya koperasi pertanian aktif untuk mendukung petani kecil.
Untuk mengatasi hal ini, Saudi Reef juga bekerja sama dengan Food and Agriculture Organization (FAO) dalam mengembangkan sektor pertanian secara berkelanjutan.
Baca juga: Arab Saudi Bangun Taman Botani Raksasa, King Abdullah Gardens Siap Jadi Salah Satu Terbesar di Dunia
Melalui hackathon ini, Taif tidak hanya memperkuat posisinya sebagai pusat produksi mawar dunia, tetapi juga sebagai laboratorium inovasi yang menggabungkan teknologi, pertanian, dan pariwisata.
Upaya ini sejalan dengan visi besar Arab Saudi dalam membangun ekonomi berkelanjutan berbasis inovasi, sekaligus membuka peluang baru bagi generasi muda untuk berkontribusi di sektor strategis masa depan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang