Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kapan Idul Adha 2026 di Arab Saudi? Cek Jadwal Wukuf dan Hari Tasyrik

Kompas.com, 15 Mei 2026, 12:42 WIB
Add on Google
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Umat Islam di berbagai belahan dunia mulai menantikan kepastian jadwal Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah atau 2026 Masehi.

Pertanyaan mengenai kapan 10 Dzulhijjah 2026 di Arab Saudi bukan sekadar soal penanggalan biasa, tetapi berkaitan langsung dengan puncak ibadah haji, wukuf di Padang Arafah, puasa Arafah, hingga pelaksanaan kurban dan hari tasyrik.

Setiap tahun, penetapan Idul Adha selalu menarik perhatian umat Muslim global karena Arab Saudi menjadi pusat pelaksanaan ibadah haji dunia.

Jutaan jemaah berkumpul di Tanah Suci untuk menjalankan rangkaian ibadah yang dimulai dari Arafah, Muzdalifah, Mina, hingga tawaf ifadah di Masjidil Haram.

Lalu kapan Idul Adha 10 Dzulhijjah 2026 di Arab Saudi? Bagaimana perkiraan jadwal wukuf dan hari tasyrik? Berikut ulasan lengkapnya.

Baca juga: Hukum Sebut Nama Orang Saat Kurban Idul Adha, Sunnah atau Riya?

Perkiraan Idul Adha 2026 di Arab Saudi

Berdasarkan kalender Hijriah astronomi dan perhitungan kalender Ummul Qura Arab Saudi, Hari Raya Idul Adha 1447 H diperkirakan jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.

Dengan demikian, wukuf di Arafah kemungkinan berlangsung sehari sebelumnya, yakni Selasa, 26 Mei 2026 atau 9 Dzulhijjah 1447 H.

Meski demikian, tanggal tersebut masih berupa prediksi hisab astronomi. Pemerintah Arab Saudi melalui Mahkamah Agung Saudi tetap akan menunggu hasil rukyatul hilal menjelang akhir bulan Zulkaidah untuk menentukan secara resmi awal Dzulhijjah.

Dalam tradisi Islam, penetapan awal bulan Hijriah memang menggunakan pengamatan hilal atau bulan sabit pertama.

Karena kalender Islam berbasis lunar, jumlah hari dalam setahun lebih pendek dibanding kalender Masehi. Inilah yang membuat Idul Adha selalu bergeser sekitar 10–11 hari lebih awal setiap tahunnya.

Dalam buku Ilmu Falak Praktik karya Slamet Hambali dijelaskan bahwa kalender Hijriah mengacu pada siklus revolusi bulan terhadap bumi sehingga awal bulan sangat dipengaruhi posisi hilal setelah matahari terbenam.

Oleh sebab itu, keputusan resmi awal Dzulhijjah baru diumumkan setelah sidang isbat atau pengumuman otoritas kerajaan Saudi.

Baca juga: Idul Adha 2026 Berpotensi Serentak, Ini Prediksi BRIN, Pemerintah, NU, & Muhammadiyah

Mengapa Penetapan Arab Saudi Selalu Dinantikan?

Penentuan Idul Adha di Arab Saudi memiliki pengaruh besar bagi umat Islam dunia karena berkaitan langsung dengan ibadah haji. Puncak haji berlangsung pada 9 Dzulhijjah ketika seluruh jemaah melakukan wukuf di Arafah.

Banyak negara menjadikan keputusan Saudi sebagai acuan puasa Arafah dan penetapan Hari Raya Kurban.

Namun, ada pula negara yang menggunakan rukyat lokal sehingga terkadang muncul perbedaan tanggal Idul Adha.

Dalam buku Fiqh Sunnah karya Sayyid Sabiq disebutkan bahwa perbedaan mathla’ atau lokasi terlihatnya hilal memang dapat menyebabkan perbedaan awal bulan Hijriah antarnegara.

Meski begitu, seluruh umat Islam tetap berada dalam koridor syariat karena masing-masing menggunakan metode yang diakui.

Di Indonesia sendiri, pemerintah melalui Kementerian Agama biasanya melakukan sidang isbat berdasarkan hisab dan rukyat nasional. Oleh karena itu, tanggal Idul Adha Indonesia tidak selalu sama dengan Arab Saudi.

Jadwal Wukuf di Arafah 2026, Puncak Ibadah Haji

Jika Idul Adha diperkirakan jatuh pada 27 Mei 2026, maka wukuf di Padang Arafah kemungkinan berlangsung pada 26 Mei 2026.

Wukuf merupakan rukun haji yang paling utama. Rasulullah SAW bersabda:

“Al-hajju Arafah”

Haji itu adalah Arafah.

Hadis tersebut menunjukkan betapa pentingnya wukuf dalam ibadah haji. Jemaah akan berkumpul di Padang Arafah sejak tergelincir matahari pada 9 Dzulhijjah hingga menjelang malam.

Padang Arafah berubah menjadi lautan manusia berpakaian ihram putih. Jutaan Muslim dari berbagai negara memanjatkan doa, istighfar, zikir, dan harapan agar memperoleh ampunan Allah SWT.

Dalam buku Rahasia Haji dan Umrah karya Imam Al-Ghazali dijelaskan bahwa Arafah melambangkan Padang Mahsyar, tempat manusia berkumpul memohon rahmat dan pengampunan Allah.

Oleh karena itu, suasana spiritual di Arafah sering disebut sebagai momen paling mengharukan dalam ibadah haji.

Bagi umat Islam yang tidak berhaji, hari Arafah juga menjadi momentum penting untuk menjalankan puasa sunnah Arafah.

Dalam hadis riwayat Muslim, puasa Arafah disebut dapat menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya.

Baca juga: Kementan Pastikan Stok Hewan Kurban Idul Adha 2026 Aman dan Terkendali

Kapan Puasa Arafah 2026 Dilaksanakan?

Jika mengikuti perkiraan kalender Saudi, puasa Arafah kemungkinan dilaksanakan pada Selasa, 26 Mei 2026.

Namun umat Islam tetap dianjurkan menunggu pengumuman resmi pemerintah atau otoritas keagamaan masing-masing agar tidak terjadi kekeliruan penanggalan.

Puasa Arafah menjadi salah satu ibadah sunnah paling dianjurkan pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Dalam banyak riwayat disebutkan bahwa amal saleh pada hari-hari tersebut sangat dicintai Allah SWT.

Suasana Idul Adha di Arab Saudi

Hari Raya Idul Adha di Arab Saudi memiliki suasana berbeda dibanding negara lain karena bertepatan dengan musim haji.

Sejak pagi, jutaan Muslim memadati Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan berbagai masjid besar untuk melaksanakan salat Id.

Sementara itu, jemaah haji melanjutkan perjalanan dari Muzdalifah menuju Mina untuk melaksanakan lempar jumrah dan penyembelihan dam atau kurban.

Tradisi kurban pada Idul Adha berakar dari kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS sebagai simbol keikhlasan serta ketaatan kepada Allah SWT.

Dalam buku Qashash al-Anbiya karya Ibnu Katsir dijelaskan bahwa pengorbanan Nabi Ibrahim menjadi salah satu peristiwa monumental dalam sejarah tauhid. Dari situlah syariat kurban kemudian disyariatkan kepada umat Islam.

Di Arab Saudi, penyembelihan hewan kurban dilakukan secara modern dan terorganisasi. Pemerintah Saudi mengelola distribusi daging kurban untuk jemaah dan masyarakat melalui sistem pendinginan serta pengiriman ke berbagai negara Muslim.

Baca juga: Harga Sapi Kurban di Trenggalek Naik Jelang Idul Adha 2026, Dipicu Dampak PMK

Jadwal Hari Tasyrik 2026

Setelah Idul Adha, umat Islam memasuki hari tasyrik yang berlangsung selama tiga hari, yaitu:

  • 11 Dzulhijjah 1447 H diperkirakan Kamis, 28 Mei 2026
  • 12 Dzulhijjah 1447 H diperkirakan Jumat, 29 Mei 2026
  • 13 Dzulhijjah 1447 H diperkirakan Sabtu, 30 Mei 2026

Pada hari tasyrik, jemaah haji masih berada di Mina untuk melaksanakan lempar jumrah. Umat Islam juga masih diperbolehkan menyembelih hewan kurban hingga akhir hari tasyrik.

Hari tasyrik dikenal sebagai hari makan, minum, dan berzikir kepada Allah SWT. Karena itu, umat Muslim dilarang berpuasa pada hari-hari tersebut.

Dalam kitab Subulus Salam karya Imam Ash-Shan’ani disebutkan bahwa larangan puasa hari tasyrik bertujuan agar umat Islam menikmati nikmat Allah setelah pelaksanaan ibadah besar Idul Adha.

Takbir juga masih terus dikumandangkan setelah salat fardu selama hari tasyrik berlangsung. Suasana religius biasanya masih sangat terasa di berbagai negara Muslim, termasuk Indonesia.

Bagaimana Arab Saudi Menentukan Awal Dzulhijjah?

Arab Saudi menggunakan metode rukyatul hilal dengan dukungan perhitungan astronomi modern.

Menjelang akhir bulan Zulkaidah, tim pengamat hilal akan memantau munculnya bulan sabit pertama di sejumlah titik observasi.

Jika hilal terlihat, maka keesokan harinya ditetapkan sebagai 1 Dzulhijjah. Jika tidak terlihat, bulan Zulkaidah disempurnakan menjadi 30 hari.

Kalender Ummul Qura yang digunakan Arab Saudi sebenarnya sudah memiliki prediksi astronomi tahunan. Namun keputusan final tetap berada di tangan Mahkamah Agung Saudi setelah menerima laporan resmi rukyat.

Dalam buku Astronomi Islam dan Teori Heliogeosentris karya Susiknan Azhari dijelaskan bahwa penggunaan hisab modern kini menjadi alat bantu penting dalam proses rukyat karena mampu memprediksi posisi hilal secara akurat.

Persiapan Muslim Menjelang Idul Adha 2026

Menjelang Idul Adha, umat Islam biasanya mulai mempersiapkan berbagai kebutuhan ibadah. Sebagian masyarakat mulai membeli hewan kurban, menabung untuk ibadah, hingga memperbanyak amal saleh pada awal Dzulhijjah.

Sepuluh hari pertama Dzulhijjah dikenal sebagai hari-hari istimewa dalam Islam. Banyak ulama menganjurkan umat Muslim memperbanyak:

  • puasa sunnah,
  • sedekah,
  • membaca Al-Qur’an,
  • zikir dan takbir,
  • serta memperbanyak doa.

Di Arab Saudi, pemerintah juga melakukan persiapan besar menjelang musim haji, mulai dari layanan kesehatan, keamanan, transportasi, hingga pengaturan jutaan jemaah di Mina dan Arafah.

Momentum Idul Adha bukan hanya tentang perayaan dan penyembelihan kurban, tetapi juga pengingat tentang ketakwaan, kepedulian sosial, dan pengorbanan demi kebaikan bersama.

Oleh karena itu, informasi mengenai kapan Idul Adha 10 Dzulhijjah 2026 di Arab Saudi, jadwal wukuf, hingga hari tasyrik selalu menjadi perhatian umat Islam setiap tahunnya.

Dengan mengetahui perkiraan jadwal lebih awal, masyarakat dapat mempersiapkan ibadah dan menyambut Hari Raya Kurban dengan lebih khusyuk serta penuh makna.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Apa Itu Sedekah Barcode? Solusi Jemaah Haji Bisa Masuk Raudhah
Apa Itu Sedekah Barcode? Solusi Jemaah Haji Bisa Masuk Raudhah
Aktual
Lebih dari 860.000 Jemaah Tiba di Arab Saudi Jelang Puncak Haji 2026
Lebih dari 860.000 Jemaah Tiba di Arab Saudi Jelang Puncak Haji 2026
Aktual
Kapan Idul Adha 2026 di Arab Saudi? Cek Jadwal Wukuf dan Hari Tasyrik
Kapan Idul Adha 2026 di Arab Saudi? Cek Jadwal Wukuf dan Hari Tasyrik
Aktual
Bus Hidrolik Mudahkan Jemaah Haji Lansia Naik Bus tanpa Turun dari Kursi Roda
Bus Hidrolik Mudahkan Jemaah Haji Lansia Naik Bus tanpa Turun dari Kursi Roda
Aktual
Jelang Idul Adha, Kemenag Ponorogo Tambah Juru Sembelih Halal untuk Ribuan Masjid dan Mushalla
Jelang Idul Adha, Kemenag Ponorogo Tambah Juru Sembelih Halal untuk Ribuan Masjid dan Mushalla
Aktual
Khutbah Jumat 15 Mei 2026 tentang Haji, Luruskan Niat Sebelum ke Tanah Suci
Khutbah Jumat 15 Mei 2026 tentang Haji, Luruskan Niat Sebelum ke Tanah Suci
Aktual
3 Tokoh Muda NU Kumpul di Cirebon, Sinyal Regenerasi Kepemimpinan PBNU Menguat
3 Tokoh Muda NU Kumpul di Cirebon, Sinyal Regenerasi Kepemimpinan PBNU Menguat
Aktual
4 Jemaah Haji Asal Pasuruan Meninggal, Kemenhaj: Perhatikan Protokol Kesehatan
4 Jemaah Haji Asal Pasuruan Meninggal, Kemenhaj: Perhatikan Protokol Kesehatan
Aktual
Khutbah Jumat 15 Mei 2026: Waspada Terjangkit Virus Takabur
Khutbah Jumat 15 Mei 2026: Waspada Terjangkit Virus Takabur
Aktual
Khutbah Jumat 15 Mei 2026: Kurban Mengajarkan Kepedulian dan Pengorbanan
Khutbah Jumat 15 Mei 2026: Kurban Mengajarkan Kepedulian dan Pengorbanan
Aktual
Pejabat Kemenhaj Ikut Dorong Kursi Roda Jamaah Haji, Pastikan Layanan Ramah Lansia dan Disabilitas
Pejabat Kemenhaj Ikut Dorong Kursi Roda Jamaah Haji, Pastikan Layanan Ramah Lansia dan Disabilitas
Aktual
Masjid Tan’im Jadi Lokasi Favorit Jamaah Haji Indonesia Ambil Miqat Umrah Sunah
Masjid Tan’im Jadi Lokasi Favorit Jamaah Haji Indonesia Ambil Miqat Umrah Sunah
Aktual
27 Ribu Liter Air Zamzam untuk Jemaah Haji Aceh Tiba di Asrama Haji Embarkasi Aceh
27 Ribu Liter Air Zamzam untuk Jemaah Haji Aceh Tiba di Asrama Haji Embarkasi Aceh
Aktual
Jemaah Haji Embarkasi Makassar Latihan Jalan Kaki ke Jamarat Jelang Puncak Haji di Mina
Jemaah Haji Embarkasi Makassar Latihan Jalan Kaki ke Jamarat Jelang Puncak Haji di Mina
Aktual
Waspada Cuaca Ekstrem Saudi, Jemaah Haji 2026 Diminta Minum Air Tiap 10 Menit
Waspada Cuaca Ekstrem Saudi, Jemaah Haji 2026 Diminta Minum Air Tiap 10 Menit
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com