Editor
KOMPAS.com - Masjid Sayyidah Aisyah atau Masjid Tan’im menjadi salah satu lokasi favorit jamaah calon haji Indonesia untuk mengambil miqat umrah sunah di Makkah.
Selain jaraknya dekat dari pusat Kota Makkah, masjid tersebut juga memiliki fasilitas yang dinilai memadai untuk kebutuhan jamaah.
Jamaah Indonesia pun banyak terlihat memadati kawasan masjid, terutama untuk berganti pakaian ihram sebelum melaksanakan umrah sunah.
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi juga mengimbau jamaah tetap menjaga kondisi fisik menjelang puncak ibadah haji di Armuzna.
Baca juga: Jangan Panik Jika Tiba-tiba Haid setelah Niat Ihram dari Miqat, Ini yang Harus Dilakukan Jemaah Haji
Kepala Seksi Bimbingan Ibadah Daerah Kerja Makkah PPIH Arab Saudi, Erti Herlina mengatakan Masjid Sayyidah Aisyah di Tan’im menjadi pilihan favorit jamaah Indonesia karena fasilitasnya lengkap dan mendukung kenyamanan beribadah.
Menurutnya, masjid yang dikenal sebagai Masjid Tan’im tersebut menyediakan fasilitas kamar mandi dan tempat berganti pakaian ihram yang cukup memadai.
Baca juga: Masjid Bir Ali Madinah Tempat Miqat Jemaah Haji Indonesia: Lokasi, Sejarah, dan Arsitektur
"Masjid itu menyediakan fasilitas kamar mandi dan tempat berganti pakaian ihram yang cukup memadai. Tak heran jika jamaah calon haji Indonesia sangat mudah ditemukan di sana," ujar Erti, Kamis.
Masjid Tan’im berada di batas tanah haram, tepat di luar wilayah inti Kota Makkah. Lokasinya dapat ditempuh sekitar 15 menit perjalanan menggunakan kendaraan dengan jarak kurang lebih tujuh kilometer dari pusat kota.
Akses menuju lokasi juga dinilai mudah karena jamaah dapat menggunakan taksi dengan tarif sekitar 40 riyal sekali jalan.
Biaya transportasi tersebut akan terasa lebih ringan apabila digunakan bersama rombongan jamaah.
Sebagai upaya menjaga kenyamanan jamaah, PPIH Arab Saudi menyarankan jamaah Indonesia mengambil miqat di Tan’im pada waktu setelah salat Ashar.
Menurut Erti, waktu sore dinilai lebih nyaman dibandingkan siang hari karena suhu udara tidak terlalu panas.
Selain itu, pemilihan waktu selepas Ashar juga bertujuan menghindari kepadatan jamaah yang biasanya terjadi setelah Maghrib dan Isya.
"Karena habis Maghrib atau Isya semakin ramai di sini," ujar Erti.
PPIH mengingatkan kepadatan jamaah di kawasan Masjid Tan’im berpotensi menimbulkan risiko, terutama bagi jamaah lanjut usia yang dapat terpisah dari rombongan.
Karena itu, jamaah diminta memperhatikan kondisi sekitar dan menjaga kebersamaan selama berada di lokasi miqat.
Keramaian biasanya terjadi karena jamaah dari berbagai negara datang untuk mengambil miqat umrah sunah pada malam hari saat cuaca lebih sejuk.
Meski umrah sunah menjadi ibadah yang diminati jamaah, Erti mengimbau agar jamaah tetap bijak menjaga kondisi tubuh dan tidak memaksakan diri terlalu sering melaksanakan umrah.
Hal tersebut penting karena rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) akan segera dimulai dalam beberapa pekan ke depan.
"Jangan sampai tenaga habis sebelum puncak haji," kata Erti.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang