Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Imigrasi Sulsel Manjakan Calon Jemaah Haji dengan Layanan Eazy Passport

Kompas.com, 14 Mei 2026, 16:30 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Pengurusan paspor haji bagi calon jemaah di Sulawesi Selatan kini semakin mudah melalui program Eazy Passport.

Melalui layanan jemput bola, petugas imigrasi langsung mendatangi kabupaten-kabupaten untuk memproses pembuatan paspor calon jemaah haji.

Program ini dinilai membantu masyarakat, khususnya jemaah lanjut usia, karena tidak perlu datang jauh ke kantor imigrasi.

Baca juga: Mendadak Pusing dan Lemas di Udara, Calon Jemaah Haji Sumenep Diinfus di Pesawat

Selain mendekatkan pelayanan, langkah tersebut juga dilakukan untuk memperluas akses layanan keimigrasian di berbagai daerah di Sulsel.

Imigrasi Sulsel Terapkan Layanan Jemput Bola

Kepala Kantor Wilayah Imigrasi Sulawesi Selatan, Friece Sumolang mengatakan pelayanan paspor haji dilakukan melalui kerja sama lintas instansi dengan sistem jemput bola langsung ke daerah.

Baca juga: Rumah Hancur Diterjang Banjir Aceh, Hartati Akhirnya Bisa Berangkat Haji

“Untuk paspor haji kami bekerja sama dengan Kementerian Haji, langsung turun jemput bola," katanya kepada Tribun-Timur.com di Asrama Haji Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Kamis (14/5/2026).

Menurut Friece, pola pelayanan tersebut bertujuan mendekatkan akses pembuatan paspor kepada masyarakat di kabupaten-kabupaten.

“Pada prinsipnya ini kita langsung jemput bola ke kabupaten-kabupaten yang ada, bekerja sama dengan Pemerintah Daerah dan kemudian kantor-kantor Kementerian Agama,” jelas Friece.

Program Eazy Passport Dinilai Mudahkan Jemaah Lansia

Layanan Eazy Passport menjadi solusi bagi calon jemaah haji, terutama lansia, karena proses pengurusan paspor dilakukan lebih dekat dengan domisili mereka.

Dengan sistem jemput bola, calon jemaah tidak perlu datang langsung ke kantor imigrasi di kota besar untuk menyelesaikan proses administrasi paspor haji.

Selain itu, hadirnya dua kantor imigrasi baru di Sulawesi Selatan diharapkan dapat memperluas jangkauan pelayanan masyarakat.

"Jadi, diharapkan dengan ketambahan dua Kantor Imigrasi, pelayanan akan semakin merata ya, dan itu pendekatan kepada masyarakat itu semakin baik,” tutupnya.

Mayoritas Pengurusan Paspor Haji Dilakukan di Daerah

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Makassar, Abdi Widodo Subagyo mengatakan pengajuan paspor haji secara perorangan tetap dapat dilakukan di kantor imigrasi.

Namun, mayoritas pelayanan calon jemaah haji dilakukan langsung di daerah melalui program Eazy Passport.

"Tetapi pada umumnya untuk wilayah-wilayah kerja Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Makassar di kabupaten, kita melakukan reach out paspor yaitu Eazy Passport,” katanya.

Menurut Abdi, program tersebut rutin dilaksanakan setiap tahun dengan koordinasi bersama kementerian terkait di daerah.

“Kita datangi kabupaten-kabupaten, biasanya kita mulai di bulan Agustus setiap tahunnya," kata Abdi.

Pengurusan Paspor Haji Tidak Gunakan Aplikasi M-Paspor

Abdi menjelaskan, pelayanan paspor bagi calon jemaah haji berbeda dengan layanan reguler karena tidak menggunakan aplikasi M-Paspor.

Seluruh proses administrasi dilakukan melalui koordinasi dengan kementerian terkait di masing-masing daerah.

"Jadi kita berkoordinasi dengan Kementerian Haji dan Umrah setempat di kabupaten untuk mengumpulkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan dalam pembuatan paspor bagi calon jemaah haji,” kata Abdi.

Menurutnya, pola pelayanan tersebut memudahkan jemaah karena petugas imigrasi langsung datang ke daerah sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Abdi menambahkan, wilayah kerja Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Makassar kini berkurang setelah terbentuknya Kantor Imigrasi Bone dan Kantor Imigrasi Bantaeng.

“Tahun lalu kita itu punya 10 kabupaten dan satu kota Makassar. Tetapi tahun ini dengan berdirinya Kantor Imigrasi Bone dan Kantor Imigrasi Bantaeng, maka wilayah kerja Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Makassar tinggal lima kabupaten dan satu kota," jelasnya.

Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul "Layanan Pengurusan Paspor Haji Lebih Mudah, Imigrasi Jemput Bola ke Daerah". 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kemenag Gelar Festival Literasi Islam, Ada Pameran Percetakan Al-Qur'an
Kemenag Gelar Festival Literasi Islam, Ada Pameran Percetakan Al-Qur'an
Aktual
Wasekjen PBNU Soroti Arogansi Hotman Paris, Tak Layak Jadi Teladan Generasi Muda
Wasekjen PBNU Soroti Arogansi Hotman Paris, Tak Layak Jadi Teladan Generasi Muda
Aktual
Kemenag: Tunjangan Guru dan Dosen Cair Minggu Depan
Kemenag: Tunjangan Guru dan Dosen Cair Minggu Depan
Aktual
Berapa Jumlah Rakaat Shalat Taubat? Ini Penjelasan dan Dalilnya
Berapa Jumlah Rakaat Shalat Taubat? Ini Penjelasan dan Dalilnya
Aktual
Bolehkah Mengulang Shalat Taubat dalam Sehari? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Bolehkah Mengulang Shalat Taubat dalam Sehari? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Aktual
Kemenag Siapkan Materi Pencegahan LGBTQ dalam Kurikulum, Tindak Lanjuti Perpres Nomor 111 Tahun 2025
Kemenag Siapkan Materi Pencegahan LGBTQ dalam Kurikulum, Tindak Lanjuti Perpres Nomor 111 Tahun 2025
Aktual
Anggaran Tambahan Sudah Masuk, Kemenag Cairkan Tunjangan Profesi Guru-Dosen Minggu Depan
Anggaran Tambahan Sudah Masuk, Kemenag Cairkan Tunjangan Profesi Guru-Dosen Minggu Depan
Aktual
7 Adab Imam Shalat Berjamaah Menurut Imam Al-Ghazali Agar Ibadah Lebih Sempurna
7 Adab Imam Shalat Berjamaah Menurut Imam Al-Ghazali Agar Ibadah Lebih Sempurna
Aktual
Tokoh NU Banten Dorong PBNU Kembali ke Khittah, Sebut Pengurus Harus Jadi 'Pelayan Ulama'
Tokoh NU Banten Dorong PBNU Kembali ke Khittah, Sebut Pengurus Harus Jadi "Pelayan Ulama"
Aktual
Kapan Shalat Taubat Dilakukan? Simak Penjelasan Waktu Terbaik dan Harus Dihindari
Kapan Shalat Taubat Dilakukan? Simak Penjelasan Waktu Terbaik dan Harus Dihindari
Aktual
Tunjangan Profesi Guru dan Dosen Kemenag 2025 Cair Minggu Depan
Tunjangan Profesi Guru dan Dosen Kemenag 2025 Cair Minggu Depan
Aktual
Ponpes Bahrul Ulum Tegaskan Netral Jelang Muktamar NU 2026, Fokus Layani Muktamirin
Ponpes Bahrul Ulum Tegaskan Netral Jelang Muktamar NU 2026, Fokus Layani Muktamirin
Aktual
3 Syarat Agar Taubat Diterima Allah Menurut Penjelasan Ulama
3 Syarat Agar Taubat Diterima Allah Menurut Penjelasan Ulama
Aktual
Tata Cara Shalat Taubat Lengkap dengan Niat dan Doa
Tata Cara Shalat Taubat Lengkap dengan Niat dan Doa
Doa dan Niat
Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027, ASN Diminta Segera Bangun Komunikasi
Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027, ASN Diminta Segera Bangun Komunikasi
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar