Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menag Ucapkan Selamat Kenaikan Yesus Kristus 2026, Ajak Jaga Kerukunan

Kompas.com, 14 Mei 2026, 12:23 WIB
Add on Google
Khairina

Penulis

KOMPAS.com-Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus 2026 kepada seluruh umat Kristiani di Indonesia.

Ucapan tersebut disampaikan Menag di Jakarta pada Kamis (14/5/2026) sebagai bentuk penghormatan terhadap perayaan hari besar keagamaan umat Kristiani.

Menag berharap peringatan Kenaikan Yesus Kristus dapat memperkuat nilai kedamaian, kebersamaan, dan kepedulian sosial dalam kehidupan masyarakat.

Momentum ini juga diharapkan menjadi pengingat pentingnya menjaga kerukunan umat beragama dan memperkuat persatuan nasional.

Baca juga: Menag Nasaruddin: Pesantren Harus Jadi Ruang Paling Aman bagi Anak

Menag sampaikan ucapan selamat

Menteri Agama Nasaruddin Umar berharap Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus 2026 membawa kedamaian dan sukacita bagi umat Kristiani di Indonesia.

Ia juga berharap peringatan tersebut menghadirkan semangat baru dalam membangun kehidupan yang harmonis di tengah masyarakat majemuk.

“Selamat memperingati Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus Tahun 2026 kepada seluruh umat Kristiani di Indonesia. Semoga peringatan ini membawa kedamaian, sukacita, dan semangat baru dalam membangun kehidupan yang harmonis,” ujar Menag di Jakarta (14/5/2026), dalam rilis yang diterima KOMPAS.com.

Momentum memperkuat spiritualitas dan kebangsaan

Menag menegaskan bahwa setiap peringatan hari besar keagamaan memiliki makna penting bagi kehidupan umat beragama.

Menurut dia, momentum keagamaan tidak hanya menjadi ruang untuk memperkuat spiritualitas, tetapi juga memperkokoh komitmen kebangsaan.

Peringatan Kenaikan Yesus Kristus dinilai dapat menjadi pengingat untuk terus merawat nilai kasih, pengorbanan, keadilan, dan perdamaian.

“Setiap peringatan keagamaan memiliki pesan moral yang relevan bagi kehidupan bersama, seperti nilai kasih, pengorbanan, keadilan, dan perdamaian yang dapat menjadi landasan dalam membangun masyarakat yang rukun dan saling menghormati,” lanjutnya.

Baca juga: Kasus Ponpes Pati, Menag: Nol Toleransi Kekerasan Seksual Musuh Bersama

Ajak umat beragama jaga persaudaraan

Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus 2026 juga diharapkan menjadi momentum untuk menjaga persaudaraan di tengah keberagaman Indonesia.

Menag berharap umat Kristiani terus berperan aktif dalam pembangunan bangsa melalui penguatan solidaritas dan kepedulian terhadap sesama.

Peran tersebut dapat diwujudkan melalui kerja sama lintas elemen masyarakat dalam menjaga harmoni sosial.

Nilai agama dihadirkan dalam tindakan nyata

Menag mengajak umat beragama menghadirkan nilai-nilai agama dalam tindakan nyata yang memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.

Ia menilai, nilai keagamaan perlu diwujudkan melalui sikap saling menghormati, kepedulian sosial, dan kontribusi bagi kemajuan bangsa.

“Nilai-nilai agama perlu dihadirkan dalam tindakan nyata yang memberi manfaat bagi lingkungan sekitar. Mari bersama-sama menjaga harmoni, memperkuat persatuan, dan berkontribusi bagi kemajuan Indonesia,” pesan Menag.

Baca juga: Menag Ucapkan Selamat Paskah 2026, Ajak Umat Doakan Kedamaian Indonesia

Peringatan Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus 2026 diharapkan membawa semangat kebersamaan dan optimisme baru bagi masyarakat Indonesia dalam merawat kerukunan.

Momentum ini juga menjadi pengingat bahwa persatuan nasional perlu terus dijaga melalui sikap saling menghormati antarumat beragama.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Hari Tasyrik 2026 Berapa Hari? Ini Tanggal dan Amalan Sunnahnya
Hari Tasyrik 2026 Berapa Hari? Ini Tanggal dan Amalan Sunnahnya
Aktual
Sapi Suro 1,07 Ton Jadi Hewan Kurban Presiden Prabowo di Jepara pada Idul Adha 2026
Sapi Suro 1,07 Ton Jadi Hewan Kurban Presiden Prabowo di Jepara pada Idul Adha 2026
Aktual
Keluh Kesah Pedagang dan Peternak Sapi Bali, Ongkos Kirim dan Perizinan Lebih Besar dari Perawatan
Keluh Kesah Pedagang dan Peternak Sapi Bali, Ongkos Kirim dan Perizinan Lebih Besar dari Perawatan
Aktual
Madinah Siapkan Pusat Cuci Darah 24 Jam untuk Jemaah Haji 2026
Madinah Siapkan Pusat Cuci Darah 24 Jam untuk Jemaah Haji 2026
Aktual
5 Larangan bagi Orang yang Berkurban saat Idul Adha, Jangan Potong Rambut hingga Jual Bagian Hewan
5 Larangan bagi Orang yang Berkurban saat Idul Adha, Jangan Potong Rambut hingga Jual Bagian Hewan
Aktual
Hukum Mabit di Muzdalifah dan Mina, Apakah Wajib saat Haji?
Hukum Mabit di Muzdalifah dan Mina, Apakah Wajib saat Haji?
Aktual
Menag Ucapkan Selamat Kenaikan Yesus Kristus 2026, Ajak Jaga Kerukunan
Menag Ucapkan Selamat Kenaikan Yesus Kristus 2026, Ajak Jaga Kerukunan
Aktual
Kemenag Resmi Cabut Izin Ponpes Ndolo Kusumo Imbas Kasus Kekerasan Seksual
Kemenag Resmi Cabut Izin Ponpes Ndolo Kusumo Imbas Kasus Kekerasan Seksual
Aktual
Jemaah Haji Diminta Bijak Konsumsi Vitamin C, Ini Aturannya
Jemaah Haji Diminta Bijak Konsumsi Vitamin C, Ini Aturannya
Aktual
Buku Saku Haji 2026 Gratis, Berisi Doa Lengkap dari Berangkat hingga Tawaf Wada
Buku Saku Haji 2026 Gratis, Berisi Doa Lengkap dari Berangkat hingga Tawaf Wada
Aktual
Kemenag Aceh Siapkan Rukyatul Hilal Zulhijah 1447 H: Potensi Terlihat!
Kemenag Aceh Siapkan Rukyatul Hilal Zulhijah 1447 H: Potensi Terlihat!
Aktual
Muhammadiyah Dukung Film 'Children of Heaven', Ajak Siswa Nonton Bareng
Muhammadiyah Dukung Film "Children of Heaven", Ajak Siswa Nonton Bareng
Aktual
Kemenag Sepakati 4 Komitmen Sidang Isbat 2026, Soroti Penyebaran Informasi di Media Sosial
Kemenag Sepakati 4 Komitmen Sidang Isbat 2026, Soroti Penyebaran Informasi di Media Sosial
Aktual
NU: Memulihkan Kompas Moral Republik
NU: Memulihkan Kompas Moral Republik
Aktual
Menag Nasaruddin: Pesantren Harus Jadi Ruang Paling Aman bagi Anak
Menag Nasaruddin: Pesantren Harus Jadi Ruang Paling Aman bagi Anak
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com