Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sapi Suro 1,07 Ton Jadi Hewan Kurban Presiden Prabowo di Jepara pada Idul Adha 2026

Kompas.com, 14 Mei 2026, 13:44 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Menjelang Idul Adha 2026, seekor sapi asal Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, terpilih menjadi hewan kurban Presiden Prabowo Subianto.

Sapi bernama Suro itu memiliki bobot mencapai 1,07 ton dan merupakan hasil persilangan Limousin dan Simmental.

Hewan kurban tersebut dipelihara oleh kakak beradik Hasan dan Suramat, warga Desa Banjaran, Kecamatan Bangsri, Jepara.

Baca juga: Sapi Kurban Milik Presiden Prabowo di Wonosobo Berbobot 1,1 Ton, Akan Dibagikan ke Warga Kaliwuluh

Setelah gagal terpilih pada Idul Adha tahun lalu, Suro akhirnya resmi dibeli Presiden Prabowo untuk kurban tahun ini dengan harga Rp 115 juta.

Sapi Suro Dibeli dari Peternak Jepara

Hasan mengatakan, sapi Suro dibeli dari peternak asal Kaliaman, Kecamatan Kembang, Jepara, sekitar tiga tahun lalu dengan harga Rp37 juta.

Baca juga: Cerita Yusuf Merawat Blecki, Sapi Kurban Presiden Prabowo untuk Idul Adha 2026

Saat dibeli, usia sapi tersebut masih sekitar 1 tahun 6 bulan. Setelah menjalani perawatan intensif selama bertahun-tahun, bobot Suro terus meningkat hingga mendekati 1 ton pada Idul Adha 2025.

Kala itu, sapi Suro sempat masuk kandidat hewan kurban Presiden Prabowo Subianto, tetapi belum terpilih.

“Usia sapi saat ini sekitar 4 tahun 6 bulan.”

“Pemeliharaan sekitar 3 tahun, sekarang bobotnya 1.070 kilogram atau 1,07 ton, dimungkinkan bisa bertambah jadi 1,1 ton pas hari H penyembelihan,” kata Hasan, Kamis (14/5/2026).

Jalani Diet agar Bobot Tidak Berlebihan

Menurut Hasan, sapi Suro sempat mendapatkan perlakuan khusus untuk menjaga kestabilan berat badan.

Salah satu upaya yang dilakukan yakni mengatur pola makan agar pertumbuhan bobot tidak terlalu drastis.

Hal itu dilakukan karena berat badan berlebih dikhawatirkan membuat kaki sapi kesulitan menopang tubuh sehingga dapat memengaruhi kondisi kesehatannya.

“Yang dilakukan hanya mengurangi jumlah asupan makanan. Berat badan sapi tetap bertambah, tapi pertambahannya kita tekan agar tidak berlebihan.”

“Dari bobot sekarang 1,07 ton, dimungkinkan nanti ketika penyembelihan bisa sampai 1,1 ton.”

“Jadi bertambah, tapi tidak terlalu drastis,” ujar dia.

Dibeli Presiden Prabowo Seharga Rp115 Juta

Hasan mengungkapkan, sapi Suro yang dirawat bersama saudaranya, Suramat, akhirnya dibeli Presiden Prabowo Subianto dengan harga Rp115 juta untuk kurban Iduladha 2026.

Saat ini, kondisi kesehatan sapi terus dipantau secara rutin oleh dokter hewan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Suro dinyatakan sehat dan bebas dari penyakit hewan menular, termasuk penyakit mulut dan kuku (PMK).

Sapi tersebut juga telah mendapatkan vaksin serta pendampingan kesehatan secara berkala.

Pakan Rumput Gajah hingga Dedak

Untuk menjaga kondisi tubuh sapi tetap optimal, peternak memberikan pakan berupa rumput segar, terutama rumput gajah hijau. Selain itu, Suro juga mendapat tambahan nutrisi dari campuran polar dan dedak yang dicampur air minum.

Namun, saat ini sapi tersebut tidak lagi diberi konsentrat karena sedang menjalani pengontrolan berat badan agar tidak meningkat terlalu signifikan.

Langkah tersebut dilakukan supaya sapi tetap mampu berdiri dengan kokoh dan terhindar dari gangguan kesehatan akibat bobot berlebih.

Dipotong di Masjid Al Iman Jepara

Hasan mengatakan, sapi Suro rencananya akan disembelih pada Hari Raya Iduladha 2026 di Masjid Al Iman, Desa Kancilan, Kecamatan Kembang, Jepara.

Dari bobot sapi yang saat ini mencapai 1,07 ton, Hasan memperkirakan Suro dapat menghasilkan sekitar 450 hingga 500 kilogram daging murni yang nantinya dibagikan kepada masyarakat sebagai daging kurban.

Artikel ini telah tayang di TribunBanyumas.com dengan judul "Sapi Suro Terpilih sebagai Hewan Kurban Presiden Prabowo di Jepara, Blesteran Limousin dan Simmental".

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Aktual
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
Aktual
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Aktual
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Aktual
Menag: Imam Harus Jadi Jembatan Perdamaian dan Diplomat Komunitas
Menag: Imam Harus Jadi Jembatan Perdamaian dan Diplomat Komunitas
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar