Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jemaah Haji Embarkasi Makassar Latihan Jalan Kaki ke Jamarat Jelang Puncak Haji di Mina

Kompas.com, 14 Mei 2026, 19:01 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Jemaah haji Embarkasi Makassar yang menempati Zona 5 Mina mulai mempersiapkan diri menghadapi puncak ibadah haji melalui kegiatan jalan santai menuju kawasan Jamarat.

Kegiatan tersebut dilakukan usai salat Subuh berjamaah di mushalla hotel tempat jemaah menginap.

Selain menjaga kebugaran fisik, aktivitas ini juga menjadi bagian dari edukasi lapangan agar jemaah memahami jalur menuju lokasi lontar jumrah.

Baca juga: Imigrasi Sulsel Manjakan Calon Jemaah Haji dengan Layanan Eazy Passport

Para jemaah terlihat antusias mengikuti kegiatan yang berlangsung di tengah suasana kebersamaan selama menjalani ibadah di Tanah Suci.

Jemaah Haji Latihan Jalan Kaki ke Jamarat

Salah satu Petugas Kloter di Zona 5, Idrus, mengatakan kegiatan jalan santai tersebut bukan sekadar olahraga ringan, melainkan bagian dari persiapan menghadapi prosesi puncak haji di Mina.

Baca juga: Mendadak Pusing dan Lemas di Udara, Calon Jemaah Haji Sumenep Diinfus di Pesawat

Menurutnya, kegiatan itu juga menjadi sarana edukasi lapangan agar jemaah memahami jalur perjalanan dan mekanisme program tanazul menjelang lontar jumrah.

“Melalui kegiatan ini, jemaah bisa mengenali langsung medan perjalanan menuju Jamarat, mengetahui titik-titik penting yang akan dilalui, sekaligus melatih kesiapan fisik mereka menghadapi puncak ibadah haji,” ujar Idrus, Kamis (14/5/2026).

Jarak Tempuh ke Jamarat Sekitar 1,5 Kilometer

Rombongan jemaah berjalan bersama menuju kawasan Jamarat yang berjarak sekitar 1,5 kilometer dari hotel tempat mereka menginap di Sektor 3 Zona 5 Mina.

Sepanjang perjalanan, para jemaah tampak menikmati suasana sambil menjaga kekompakan dan kebersamaan antaranggota rombongan.

Idrus menjelaskan, kesiapan fisik dan pemahaman lokasi menjadi faktor penting untuk mendukung kelancaran ibadah haji, khususnya saat berada di Mina yang dipadati jutaan jamaah dari berbagai negara.

“Kondisi di Mina nantinya sangat padat. Karena itu, jamaah perlu dibiasakan berjalan kaki dan memahami arah perjalanan agar tidak mengalami kesulitan saat pelaksanaan lontar jumrah,” katanya.

Persiapan Hadapi Kepadatan di Mina

Selain mengenalkan jalur menuju Jamarat, kegiatan jalan santai juga bertujuan menjaga kondisi fisik jemaah agar tetap prima menjelang hari-hari puncak haji.

Petugas kloter berharap aktivitas sederhana tersebut dapat membantu jemaah tetap sehat di tengah padatnya rangkaian ibadah selama berada di Arab Saudi.

Kegiatan itu juga dinilai mampu meningkatkan rasa percaya diri jemaah karena mereka sudah memiliki gambaran medan perjalanan menuju lokasi lontar jumrah.

Jemaah Mengaku Lebih Siap Jalani Prosesi Haji

Salah seorang jemaah mengaku senang mengikuti kegiatan jalan santai tersebut karena dapat menambah pemahaman mengenai lokasi Jamarat sekaligus mempererat kebersamaan antarsesama jemaah.

“Kami jadi lebih paham jalur menuju Jamarat dan merasa lebih siap menghadapi prosesi nanti,” ujar salah satu jemaah seperti ditirukan Idrus.

Melalui kegiatan ini, jemaah haji Embarkasi Makassar Zona 5 diharapkan semakin siap menghadapi tahapan puncak ibadah haji di Mina, sekaligus memperkuat solidaritas selama menjalani ibadah di Tanah Suci.

Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul "Jelang Puncak Haji, Jamaah Embarkasi Makassar Zona 5 Jalan Santai ke Jamarat".

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kemenag Gelar Festival Literasi Islam, Ada Pameran Percetakan Al-Qur'an
Kemenag Gelar Festival Literasi Islam, Ada Pameran Percetakan Al-Qur'an
Aktual
Wasekjen PBNU Soroti Arogansi Hotman Paris, Tak Layak Jadi Teladan Generasi Muda
Wasekjen PBNU Soroti Arogansi Hotman Paris, Tak Layak Jadi Teladan Generasi Muda
Aktual
Kemenag: Tunjangan Guru dan Dosen Cair Minggu Depan
Kemenag: Tunjangan Guru dan Dosen Cair Minggu Depan
Aktual
Berapa Jumlah Rakaat Shalat Taubat? Ini Penjelasan dan Dalilnya
Berapa Jumlah Rakaat Shalat Taubat? Ini Penjelasan dan Dalilnya
Aktual
Bolehkah Mengulang Shalat Taubat dalam Sehari? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Bolehkah Mengulang Shalat Taubat dalam Sehari? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Aktual
Kemenag Siapkan Materi Pencegahan LGBTQ dalam Kurikulum, Tindak Lanjuti Perpres Nomor 111 Tahun 2025
Kemenag Siapkan Materi Pencegahan LGBTQ dalam Kurikulum, Tindak Lanjuti Perpres Nomor 111 Tahun 2025
Aktual
Anggaran Tambahan Sudah Masuk, Kemenag Cairkan Tunjangan Profesi Guru-Dosen Minggu Depan
Anggaran Tambahan Sudah Masuk, Kemenag Cairkan Tunjangan Profesi Guru-Dosen Minggu Depan
Aktual
7 Adab Imam Shalat Berjamaah Menurut Imam Al-Ghazali Agar Ibadah Lebih Sempurna
7 Adab Imam Shalat Berjamaah Menurut Imam Al-Ghazali Agar Ibadah Lebih Sempurna
Aktual
Tokoh NU Banten Dorong PBNU Kembali ke Khittah, Sebut Pengurus Harus Jadi 'Pelayan Ulama'
Tokoh NU Banten Dorong PBNU Kembali ke Khittah, Sebut Pengurus Harus Jadi "Pelayan Ulama"
Aktual
Kapan Shalat Taubat Dilakukan? Simak Penjelasan Waktu Terbaik dan Harus Dihindari
Kapan Shalat Taubat Dilakukan? Simak Penjelasan Waktu Terbaik dan Harus Dihindari
Aktual
Tunjangan Profesi Guru dan Dosen Kemenag 2025 Cair Minggu Depan
Tunjangan Profesi Guru dan Dosen Kemenag 2025 Cair Minggu Depan
Aktual
Ponpes Bahrul Ulum Tegaskan Netral Jelang Muktamar NU 2026, Fokus Layani Muktamirin
Ponpes Bahrul Ulum Tegaskan Netral Jelang Muktamar NU 2026, Fokus Layani Muktamirin
Aktual
3 Syarat Agar Taubat Diterima Allah Menurut Penjelasan Ulama
3 Syarat Agar Taubat Diterima Allah Menurut Penjelasan Ulama
Aktual
Tata Cara Shalat Taubat Lengkap dengan Niat dan Doa
Tata Cara Shalat Taubat Lengkap dengan Niat dan Doa
Doa dan Niat
Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027, ASN Diminta Segera Bangun Komunikasi
Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027, ASN Diminta Segera Bangun Komunikasi
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar