Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kementan Pastikan Stok Hewan Kurban Idul Adha 2026 Aman dan Terkendali

Kompas.com, 13 Mei 2026, 15:17 WIB
Add on Google
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan ketersediaan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 2026 dalam kondisi aman dan terkendali.

Pemerintah menyebut stok hewan kurban nasional tahun ini mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang diproyeksikan meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Selain memastikan ketersediaan pasokan, pemerintah juga melakukan pengawasan distribusi serta kesehatan hewan kurban di berbagai daerah.

Baca juga: Sapi Berbobot 900 Kg Milik Peternak Reban Batang Terpilih sebagai Hewan Kurban Presiden Prabowo

Langkah tersebut dilakukan agar kebutuhan hewan kurban saat Idul Adha tetap tercukupi dengan harga yang stabil.

Kementan Sebut Stok Hewan Kurban Surplus

Dilansir dari Antara, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, mengatakan ketersediaan hewan kurban secara nasional berada dalam kondisi cukup dan terkendali.

Baca juga: Harga Sapi Kurban di Trenggalek Naik Jelang Idul Adha 2026, Dipicu Dampak PMK

"Secara nasional kondisi atau ketersediaan hewan kurban, cukup dan terkendali," kata Agung Suganda dalam konferensi pers di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI di Jakarta, Rabu.

Berdasarkan data Kementan, potensi ketersediaan hewan kurban pada 2026 mencapai 3.246.790 ekor. Sementara perkiraan kebutuhan hewan kurban tahun ini sekitar 2.355.470 ekor.

Dengan angka tersebut, terdapat surplus sekitar 891.320 ekor hewan kurban di tingkat nasional.

Ketersediaan Sapi hingga Domba Dinilai Aman

Kementan merinci ketersediaan hewan kurban untuk berbagai jenis ternak. Untuk sapi, ketersediaannya mencapai 859.268 ekor dari kebutuhan 791.452 ekor.

Sementara itu, stok kerbau tercatat sebanyak 33.952 ekor dari kebutuhan 12.914 ekor. Untuk kambing tersedia sekitar 1,4 juta ekor dengan kebutuhan mencapai 1,08 juta ekor.

Adapun populasi domba yang tersedia mencapai 935.690 ekor, sedangkan kebutuhan masyarakat diperkirakan sebanyak 466.086 ekor.

"Proyeksi kebutuhan hewan kurban tahun 2026 meningkat sekitar 3,82 persen atau sebanyak 86.727 ekor dibandingkan tahun 2025," tuturnya.

Pemerintah Atur Distribusi dan Pengawasan Hewan Kurban

Pemerintah juga terus melakukan pengaturan distribusi hewan kurban dari daerah yang mengalami surplus ke wilayah dengan kebutuhan tinggi.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan pasokan hewan kurban tetap merata dan harga tetap terkendali di pasaran.

Selain itu, pemerintah menyiapkan ribuan petugas untuk melakukan pemantauan kesehatan hewan kurban serta pengawasan proses pemotongan saat Hari Raya Idul Adha.

Sebanyak 9.743 petugas pemantau hewan kurban disiagakan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum dan sesudah pemotongan.

Pemotongan Dam Haji Kembali Dilakukan di Indonesia

Kementan juga memastikan pemotongan hewan dam haji di Indonesia akan kembali dilaksanakan pada 2026 setelah mulai diterapkan sejak tahun lalu.

Pada 2025, pemotongan dam dilakukan oleh Kementerian Agama dan Baznas dengan total 8.447 ekor kambing atau domba. Nilai manfaat program tersebut mencapai sekitar Rp21,4 miliar.

Tahun ini, jumlah hewan dam yang akan dipotong di Indonesia meningkat menjadi 10.779 ekor kambing atau domba dan tersebar di 17 provinsi.

"Untuk tahun 2026 jumlah pemotongan dam yang akan dilaksanakan di Indonesia tercatat sebanyak 10.779 ekor kambing atau domba dan ini nilainya sekitar kurang lebih Rp28 miliar atau mungkin sekarang bisa sampai Rp30 miliar dan tersebar di 17 provinsi," kata Agung Suganda.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
 Hukum Mengeluarkan Anak dari Ahli Waris dalam Islam, Orang Tua Harus Tahu
Hukum Mengeluarkan Anak dari Ahli Waris dalam Islam, Orang Tua Harus Tahu
Aktual
Kebahagiaan Peternak Riau, Sapinya Dibeli Rp 82 Juta untuk Jadi Hewan Kurban Presiden Prabowo
Kebahagiaan Peternak Riau, Sapinya Dibeli Rp 82 Juta untuk Jadi Hewan Kurban Presiden Prabowo
Aktual
Cerita Tim Lost and Found Haji Cari Barang Jemaah yang Tertinggal di Bandara
Cerita Tim Lost and Found Haji Cari Barang Jemaah yang Tertinggal di Bandara
Aktual
Hukum Menjual Kulit Hewan Kurban, Bolehkah dalam Islam? Ini Pendapat Ulama
Hukum Menjual Kulit Hewan Kurban, Bolehkah dalam Islam? Ini Pendapat Ulama
Aktual
Tanggal 14-15 Mei 2026 Libur Apa? Ini Hitungan Long Weekendnya
Tanggal 14-15 Mei 2026 Libur Apa? Ini Hitungan Long Weekendnya
Aktual
Kementan Pastikan Stok Hewan Kurban Idul Adha 2026 Aman dan Terkendali
Kementan Pastikan Stok Hewan Kurban Idul Adha 2026 Aman dan Terkendali
Aktual
Harga Sapi Kurban di Trenggalek Naik Jelang Idul Adha 2026, Dipicu Dampak PMK
Harga Sapi Kurban di Trenggalek Naik Jelang Idul Adha 2026, Dipicu Dampak PMK
Aktual
Sholat Isyroq: Tata Cara, Niat, & Keutamaan Pahala Setara Haji & Umrah
Sholat Isyroq: Tata Cara, Niat, & Keutamaan Pahala Setara Haji & Umrah
Doa dan Niat
Sapi Kurban Milik Presiden Prabowo di Wonosobo Berbobot 1,1 Ton, Akan Dibagikan ke Warga Kaliwuluh
Sapi Kurban Milik Presiden Prabowo di Wonosobo Berbobot 1,1 Ton, Akan Dibagikan ke Warga Kaliwuluh
Aktual
Haji 2026: Masjid Nabawi Hadirkan Layanan Khusus untuk Jamaah Lansia dan Disabilitas
Haji 2026: Masjid Nabawi Hadirkan Layanan Khusus untuk Jamaah Lansia dan Disabilitas
Aktual
Tanggal 14-15 Mei 2026 Libur Apa? Ini Penjelasan Tanggal Merah dan Daftar Cuti Bersamanya
Tanggal 14-15 Mei 2026 Libur Apa? Ini Penjelasan Tanggal Merah dan Daftar Cuti Bersamanya
Aktual
Kemenhaj Temukan Dugaan Pelanggaran KBIHU soal Layanan Kursi Roda Jemaah Haji
Kemenhaj Temukan Dugaan Pelanggaran KBIHU soal Layanan Kursi Roda Jemaah Haji
Aktual
Waspada Penipuan Daftar Nikah Catut Nama KUA, Kenali Modus QRIS Palsu!
Waspada Penipuan Daftar Nikah Catut Nama KUA, Kenali Modus QRIS Palsu!
Aktual
Saudi Uji RoboBus AI di Masjid Quba, Bus Tanpa Sopir untuk Jemaah Haji 2026
Saudi Uji RoboBus AI di Masjid Quba, Bus Tanpa Sopir untuk Jemaah Haji 2026
Aktual
Mengapa Fa Inna Ma’al Usri Yusra Diulang? Ini Penjelasan Tafsirnya
Mengapa Fa Inna Ma’al Usri Yusra Diulang? Ini Penjelasan Tafsirnya
Doa dan Niat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com