Editor
KOMPAS.com - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan ketersediaan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 2026 dalam kondisi aman dan terkendali.
Pemerintah menyebut stok hewan kurban nasional tahun ini mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang diproyeksikan meningkat dibanding tahun sebelumnya.
Selain memastikan ketersediaan pasokan, pemerintah juga melakukan pengawasan distribusi serta kesehatan hewan kurban di berbagai daerah.
Baca juga: Sapi Berbobot 900 Kg Milik Peternak Reban Batang Terpilih sebagai Hewan Kurban Presiden Prabowo
Langkah tersebut dilakukan agar kebutuhan hewan kurban saat Idul Adha tetap tercukupi dengan harga yang stabil.
Dilansir dari Antara, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, mengatakan ketersediaan hewan kurban secara nasional berada dalam kondisi cukup dan terkendali.
Baca juga: Harga Sapi Kurban di Trenggalek Naik Jelang Idul Adha 2026, Dipicu Dampak PMK
"Secara nasional kondisi atau ketersediaan hewan kurban, cukup dan terkendali," kata Agung Suganda dalam konferensi pers di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI di Jakarta, Rabu.
Berdasarkan data Kementan, potensi ketersediaan hewan kurban pada 2026 mencapai 3.246.790 ekor. Sementara perkiraan kebutuhan hewan kurban tahun ini sekitar 2.355.470 ekor.
Dengan angka tersebut, terdapat surplus sekitar 891.320 ekor hewan kurban di tingkat nasional.
Kementan merinci ketersediaan hewan kurban untuk berbagai jenis ternak. Untuk sapi, ketersediaannya mencapai 859.268 ekor dari kebutuhan 791.452 ekor.
Sementara itu, stok kerbau tercatat sebanyak 33.952 ekor dari kebutuhan 12.914 ekor. Untuk kambing tersedia sekitar 1,4 juta ekor dengan kebutuhan mencapai 1,08 juta ekor.
Adapun populasi domba yang tersedia mencapai 935.690 ekor, sedangkan kebutuhan masyarakat diperkirakan sebanyak 466.086 ekor.
"Proyeksi kebutuhan hewan kurban tahun 2026 meningkat sekitar 3,82 persen atau sebanyak 86.727 ekor dibandingkan tahun 2025," tuturnya.
Pemerintah juga terus melakukan pengaturan distribusi hewan kurban dari daerah yang mengalami surplus ke wilayah dengan kebutuhan tinggi.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan pasokan hewan kurban tetap merata dan harga tetap terkendali di pasaran.
Selain itu, pemerintah menyiapkan ribuan petugas untuk melakukan pemantauan kesehatan hewan kurban serta pengawasan proses pemotongan saat Hari Raya Idul Adha.
Sebanyak 9.743 petugas pemantau hewan kurban disiagakan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum dan sesudah pemotongan.
Kementan juga memastikan pemotongan hewan dam haji di Indonesia akan kembali dilaksanakan pada 2026 setelah mulai diterapkan sejak tahun lalu.
Pada 2025, pemotongan dam dilakukan oleh Kementerian Agama dan Baznas dengan total 8.447 ekor kambing atau domba. Nilai manfaat program tersebut mencapai sekitar Rp21,4 miliar.
Tahun ini, jumlah hewan dam yang akan dipotong di Indonesia meningkat menjadi 10.779 ekor kambing atau domba dan tersebar di 17 provinsi.
"Untuk tahun 2026 jumlah pemotongan dam yang akan dilaksanakan di Indonesia tercatat sebanyak 10.779 ekor kambing atau domba dan ini nilainya sekitar kurang lebih Rp28 miliar atau mungkin sekarang bisa sampai Rp30 miliar dan tersebar di 17 provinsi," kata Agung Suganda.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang