KOMPAS.com – Arab Saudi kembali menunjukkan ambisinya menjadi pusat teknologi dunia Islam lewat peluncuran RoboBus, bus listrik tanpa sopir berbasis kecerdasan buatan (AI) yang mulai diuji coba di kawasan Masjid Quba, Madinah.
Inovasi ini bukan sekadar proyek transportasi modern, tetapi juga bagian dari transformasi besar Saudi dalam membangun ekosistem kota pintar untuk melayani jutaan jemaah umrah dan haji setiap tahun.
Dilansir dari Saudi Gazette, Otoritas Transportasi Arab Saudi atau Transport General Authority (TGA) bersama Madinah Region Development Authority resmi meluncurkan program percontohan shuttle bus otonom di area pelataran Masjid Quba.
Kehadiran kendaraan tanpa pengemudi tersebut langsung menarik perhatian publik karena menjadi salah satu implementasi nyata teknologi AI di kawasan religius.
Bus pintar tersebut dirancang untuk mengangkut hingga 20 penumpang dalam sekali perjalanan.
Selama masa uji coba selama 60 hari, RoboBus akan melayani mobilitas jemaah dan pengunjung di area sekitar Masjid Quba melalui jalur khusus sepanjang kurang lebih 700 meter.
Baca juga: Pengawalan PPIH Arab Saudi dari Dalam Ruang Kendali Pastikan Keamanan Mobilitas Jamaah Haji
RoboBus termasuk kendaraan otonom level 4 (L4), yakni kategori kendaraan yang mampu beroperasi tanpa pengemudi manusia dalam kondisi tertentu dan area yang telah dipetakan secara detail.
Teknologi ini dianggap satu tingkat di bawah kendaraan full autonomous level 5 yang sepenuhnya tidak membutuhkan intervensi manusia.
Untuk menjalankan operasionalnya, RoboBus menggunakan kombinasi sensor LiDAR, kamera beresolusi tinggi, radar, serta sistem navigasi digital berbasis AI.
Teknologi tersebut memungkinkan kendaraan membaca lingkungan sekitar secara real-time, mendeteksi pejalan kaki, mengenali rambu, hingga menghitung jarak aman selama perjalanan.
Penerapan LiDAR sendiri menjadi teknologi penting dalam kendaraan otonom modern. Dalam buku Autonomous Driving: Technical, Legal and Social Aspects karya Markus Maurer dkk, dijelaskan bahwa LiDAR berfungsi sebagai sistem pemetaan lingkungan tiga dimensi yang memungkinkan kendaraan memahami kondisi jalan secara presisi bahkan dalam situasi kompleks.
Teknologi serupa kini mulai digunakan di berbagai negara maju, termasuk Amerika Serikat, China, Jepang, hingga Uni Emirat Arab.
Namun, penerapan RoboBus di kawasan religius seperti Masjid Quba menjadi langkah yang cukup unik sekaligus simbol transformasi digital Saudi.
Pemilihan Masjid Quba bukan tanpa alasan. Masjid yang berada di Madinah tersebut dikenal sebagai masjid pertama yang dibangun Nabi Muhammad SAW saat hijrah dari Makkah ke Madinah. Setiap tahun, kawasan ini selalu dipadati jemaah umrah dan peziarah dari berbagai negara.
Karena tingginya mobilitas pengunjung, pemerintah Saudi mulai mencari solusi transportasi yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan minim kemacetan.
RoboBus diharapkan mampu membantu distribusi pergerakan jemaah tanpa menambah kepadatan kendaraan konvensional di sekitar area ibadah.
Selama operasional, bus akan berjalan di jalur khusus yang sebelumnya digunakan kendaraan golf car.
Jalur tersebut dirancang agar kendaraan tetap bergerak stabil tanpa mengganggu arus pejalan kaki maupun kendaraan lain di sekitar masjid.
Selain itu, seluruh pergerakan RoboBus akan dipantau melalui pusat kontrol pintar yang terhubung dengan sistem digital kota Madinah.
Baca juga: Jemaah Haji Palestina dari Tepi Barat Mulai Berangkat ke Arab Saudi, Warga Gaza Masih Terhalang
Peluncuran RoboBus menjadi bagian dari agenda besar Saudi Vision 2030 yang dicanangkan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman.
Program tersebut menargetkan transformasi ekonomi Saudi dari ketergantungan minyak menuju negara berbasis inovasi, teknologi, dan pariwisata global.
Dalam beberapa tahun terakhir, Saudi memang agresif membangun infrastruktur berbasis AI dan smart city.
Salah satu proyek paling ambisius adalah pembangunan kota futuristik NEOM yang digadang-gadang menjadi pusat teknologi masa depan dunia.
Tak hanya itu, Saudi juga menetapkan tahun 2026 sebagai “Year of Artificial Intelligence” atau Tahun Kecerdasan Buatan.
Langkah tersebut menjadi sinyal bahwa AI akan menjadi fondasi penting dalam berbagai sektor, mulai dari transportasi, keamanan, layanan publik, hingga pengelolaan ibadah haji dan umrah.
Dalam buku Artificial Intelligence: A Modern Approach karya Stuart Russell dan Peter Norvig, dijelaskan bahwa penggunaan AI dalam sistem transportasi mampu meningkatkan efisiensi perjalanan, mengurangi human error, serta membantu pengambilan keputusan secara cepat berbasis data real-time.
Konsep tersebut kini mulai diterapkan Saudi di berbagai lini pelayanan jemaah.
Selain RoboBus, Saudi juga memperluas penggunaan kamera AI untuk memantau lalu lintas selama musim haji.
Berdasarkan laporan kantor berita Saudi Press Agency (SPA), Otoritas Jalan Saudi atau Roads General Authority (RGA) mengoperasikan lebih dari 50 kamera pintar yang aktif selama 24 jam penuh.
Kamera tersebut terhubung dengan pusat kontrol pintar yang menjadi “otak” pengelolaan arus kendaraan selama musim haji.
Sistem AI mampu mendeteksi kepadatan lalu lintas, potensi kecelakaan, kondisi jalan, hingga gangguan perjalanan secara cepat.
Teknologi itu juga dikombinasikan dengan penghitung kendaraan otomatis, papan informasi digital, dan sistem peringatan real-time bagi pengguna jalan.
Menariknya, sistem AI tersebut turut memantau kondisi cuaca seperti badai pasir atau hujan deras yang kerap memengaruhi perjalanan jemaah.
Informasi kemudian diteruskan secara langsung agar pengguna jalan dapat mengantisipasi risiko perjalanan lebih dini.
Baca juga: Saudi Terapkan Kontrak Digital Umrah 1448 H, Visa Dibuka 31 Mei
Penggunaan AI dalam layanan haji dan umrah sebenarnya bukan hal baru di Saudi. Sebelumnya, pemerintah Saudi juga mulai menerapkan robot pintar di Masjidil Haram untuk membantu distribusi air zamzam, layanan informasi digital multibahasa, hingga sistem manajemen kerumunan berbasis sensor.
Kini, kehadiran RoboBus memperlihatkan bagaimana teknologi mulai diarahkan untuk mendukung kenyamanan ibadah sekaligus efisiensi mobilitas jemaah.
Di tengah jutaan orang yang datang setiap tahun ke Tanah Suci, Saudi tampaknya ingin memastikan bahwa pelayanan ibadah tidak lagi hanya bergantung pada tenaga manusia, tetapi juga diperkuat kecerdasan buatan yang bekerja tanpa henti.
Jika uji coba berjalan sukses, bukan tidak mungkin RoboBus nantinya akan diperluas ke kawasan lain di Madinah, bahkan Makkah.
Masa depan transportasi jemaah di Tanah Suci perlahan mulai berubah dari kendaraan konvensional menuju sistem mobilitas pintar berbasis AI.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang