Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Zayed Foundation Bantu 162 Jemaah Haji Indonesia, Nilainya Capai Rp 3,3 Miliar

Kompas.com, 13 Mei 2026, 08:03 WIB
Khairina

Penulis

KOMPAS.com-Pemerintah Indonesia mengapresiasi bantuan Pemerintah Uni Emirat Arab melalui Zayed Foundation untuk jemaah haji Indonesia tahun 1447 H/2026 M.

Bantuan sekitar USD 190.000 atau Rp 3,3 miliar diserahkan secara simbolis di Gedung Kementerian Haji dan Umrah, MH Thamrin, Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung keberangkatan dan kelancaran ibadah 162 jemaah haji Indonesia terpilih.

Dukungan ini menjadi bentuk solidaritas Pemerintah UEA kepada umat Islam di Indonesia sekaligus penguatan kerja sama kedua negara dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Baca juga: Gus Irfan Lepas Musrif Diny, Perkuat Kualitas Layanan Haji Indonesia 2026

Bantuan untuk 162 jemaah haji Indonesia

Seremoni penyerahan bantuan Zayed Foundation dihadiri Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Indonesia, H.E. Abdulla Salem Obaid Aldhaheri.

Acara tersebut juga dihadiri Deputy Head of Mission Mrs. Shaima Salem Alhebsi, Head of Media Affairs and Public Diplomacy Mr. Sultan Obaid Alkaabi, Head of Citizen Affairs and Consular Mr. Maktoom Rashed Alhebsi, serta Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Moch. Irfan Yusuf.

Bantuan dari Zayed Foundation diberikan untuk membantu 162 jemaah haji Indonesia terpilih agar dapat menjalankan ibadah haji dengan lebih lancar.

Pemerintah Indonesia menilai bantuan ini sebagai wujud kepedulian Pemerintah UEA terhadap jemaah haji Indonesia.

Menhaj sampaikan apresiasi kepada UEA

Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Moch. Irfan Yusuf, menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Uni Emirat Arab atas bantuan tersebut.

Menurut Menhaj, dukungan dari UEA tidak hanya bernilai finansial, tetapi juga mencerminkan eratnya persaudaraan Islam dan hubungan baik antara Indonesia dan Uni Emirat Arab.

“Atas nama seluruh jemaah haji Indonesia, kami mengucapkan penghargaan dan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada Pemerintah dan rakyat Uni Emirat Arab. Semoga Allah memberikan kebaikan, keberkahan, dan kemajuan yang terus-menerus untuk UEA,” ujar Menhaj, dalam rilis yang diterima KOMPAS.com.

Pada musim haji tahun ini, sebanyak 221.000 jemaah haji Indonesia dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci.

Di antara jemaah tersebut, terdapat warga dari berbagai latar belakang sosial dan ekonomi yang telah lama menanti kesempatan menunaikan rukun Islam kelima.

Baca juga: Bantu Jemaah Haji 2026, Ratusan Pramuka & Relawan Disiagakan di Madinah

UEA berharap kerja sama makin luas

Duta Besar UEA untuk Indonesia, H.E. Abdulla Salem Obaid Aldhaheri, menyampaikan penghormatan dan apresiasi atas kerja sama dalam penyaluran bantuan tersebut.

Ia berharap bantuan ini dapat memberi manfaat langsung bagi jemaah haji Indonesia dan menjadi fondasi untuk memperluas kolaborasi UEA dan Indonesia.

“Kami menyadari bahwa Indonesia adalah negara yang besar. Kontribusi kami mungkin kecil, namun kami berharap ini memiliki dampak yang besar bagi hubungan UEA dan Indonesia ke depannya,” ujarnya.

Dubes UEA juga menyampaikan harapan agar kerja sama dengan Kementerian Haji dan Umrah RI dapat terus diperluas.

Kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya mencakup penyelenggaraan haji, tetapi juga Hajj Fund dan berbagai inisiatif strategis lainnya.

“Apapun yang kami lakukan, kami anggap sebagai langkah simbolis namun bermakna. Kami berharap ke depan ada lebih banyak kesempatan kolaborasi antara UEA dan Kementerian Haji Indonesia,” sambungnya.

Perkuat layanan jemaah haji Indonesia

Indonesia dan Uni Emirat Arab menyatakan komitmen untuk memperluas ruang kerja sama yang inovatif dan produktif.

Kerja sama tersebut diarahkan untuk mendukung peningkatan layanan bagi jemaah haji Indonesia.

Seremoni penyerahan bantuan Zayed Foundation ini diharapkan menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan bilateral Indonesia dan Uni Emirat Arab.

Dukungan tersebut juga menjadi bagian dari komitmen bersama untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para tamu Allah dari Indonesia.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Aktual
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
Aktual
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Aktual
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Aktual
Menag: Imam Harus Jadi Jembatan Perdamaian dan Diplomat Komunitas
Menag: Imam Harus Jadi Jembatan Perdamaian dan Diplomat Komunitas
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar