Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jelang Puncak Haji 2026, Saudi Pastikan Kesiapan 33 Ribu Bus di Arafah

Kompas.com, 15 Mei 2026, 16:00 WIB
Add on Google
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Arab Saudi terus mematangkan berbagai persiapan menjelang puncak musim haji 1447 Hijriah atau Haji 2026.

Selain penguatan layanan kesehatan, keamanan, dan infrastruktur, sektor transportasi menjadi salah satu fokus utama pemerintah Saudi demi memastikan mobilitas jutaan jemaah berjalan lancar selama berada di Tanah Suci.

Dilansir dari Saudi Gazette, Otoritas Transportasi Umum Arab Saudi atau Transport General Authority (TGA) mengumumkan bahwa lebih dari 33.000 bus dan sekitar 5.000 taksi telah disiapkan untuk melayani kebutuhan transportasi jemaah haji tahun ini.

Puluhan ribu armada tersebut akan dioperasikan untuk mendukung perpindahan jemaah di berbagai titik utama pelaksanaan ibadah haji, mulai dari Makkah, Mina, Muzdalifah, hingga Padang Arafah.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah Saudi dalam meningkatkan kualitas pelayanan haji di bawah program Visi Saudi 2030 yang menitikberatkan pada efisiensi, keselamatan, dan kenyamanan jemaah internasional.

Transportasi Jadi Kunci Kelancaran Haji

Musim haji dikenal sebagai salah satu pergerakan manusia terbesar di dunia. Dalam waktu singkat, jutaan jemaah harus berpindah secara teratur dari satu lokasi ke lokasi lain sesuai rangkaian manasik haji.

Mobilitas besar tersebut membuat sistem transportasi menjadi faktor yang sangat vital.

Pemerintah Saudi menyadari bahwa keterlambatan atau gangguan kecil dalam sistem transportasi dapat berdampak luas terhadap keseluruhan pelaksanaan ibadah haji.

Oleh karena itu, TGA bersama berbagai lembaga terkait melakukan persiapan operasional secara menyeluruh, termasuk pengaturan armada, pengawasan jalur perjalanan, hingga pengendalian lalu lintas selama musim haji berlangsung.

Dalam buku Hajj and the Global Muslim Economy karya Rosie Bsheer dijelaskan bahwa penyelenggaraan haji modern telah berkembang menjadi sistem logistik dan mobilitas berskala global yang memerlukan koordinasi tingkat tinggi.

Transportasi, menurut buku tersebut, menjadi tulang punggung utama dalam menjaga ritme pergerakan jutaan jemaah di Tanah Suci.

Baca juga: Bus Hidrolik Mudahkan Jemaah Haji Lansia Naik Bus tanpa Turun dari Kursi Roda

Ribuan Bus Disiapkan untuk Rute Utama Haji

Lebih dari 33.000 bus yang disiapkan pemerintah Saudi nantinya akan melayani berbagai rute penting selama musim haji.

Armada tersebut akan digunakan untuk mengangkut jemaah dari penginapan menuju Masjidil Haram, serta mendukung perjalanan besar menuju Arafah, Muzdalifah, dan Mina saat fase puncak haji.

Perjalanan menuju Arafah menjadi salah satu momen paling krusial karena jutaan jemaah bergerak hampir bersamaan pada 9 Dzulhijjah untuk melaksanakan wukuf.

Setelah itu, jemaah juga harus bergerak menuju Muzdalifah dan Mina dalam waktu relatif singkat.

Oleh karena itu, pengaturan armada bus dilakukan secara sangat detail agar tidak terjadi penumpukan atau keterlambatan yang dapat mengganggu kenyamanan jemaah.

Dalam beberapa tahun terakhir, Arab Saudi terus melakukan modernisasi sistem transportasi haji, termasuk dengan penggunaan teknologi pemantauan digital dan ruang kendali pusat yang memantau arus kendaraan secara real time.

Ribuan Taksi Disiagakan untuk Mobilitas Jemaah

Selain armada bus, sekitar 5.000 taksi resmi juga disiapkan untuk mendukung kebutuhan mobilitas jemaah di kawasan Makkah dan Madinah.

Layanan taksi ini menjadi alternatif penting bagi jemaah yang membutuhkan perjalanan lebih fleksibel, terutama di luar jadwal transportasi massal.

TGA menegaskan bahwa seluruh armada taksi telah disesuaikan dengan regulasi resmi, termasuk standar keselamatan, tarif, dan kualitas pelayanan.

Pemerintah Saudi juga memastikan tarif transportasi tetap terkendali agar jemaah tidak menjadi korban praktik tarif berlebihan selama musim haji.

Pengawasan ketat dilakukan terhadap operator transportasi guna menjaga kenyamanan dan keamanan penumpang internasional yang datang dari berbagai negara.

Baca juga: Saudi Uji RoboBus AI di Masjid Quba, Bus Tanpa Sopir untuk Jemaah Haji 2026

Saudi Fokus pada Keselamatan dan Kualitas Layanan

Tidak hanya memperbesar jumlah armada, Arab Saudi juga memberi perhatian besar terhadap kualitas layanan transportasi selama musim haji.

Seluruh operator diwajibkan memenuhi standar keselamatan yang telah ditetapkan pemerintah. Pemeriksaan teknis kendaraan dilakukan secara berkala untuk memastikan kondisi armada tetap layak beroperasi.

Selain itu, pengemudi juga mendapatkan pengawasan khusus mengingat tingginya intensitas perjalanan selama musim haji.

Cuaca panas ekstrem di Arab Saudi menjadi tantangan tambahan dalam operasional transportasi haji.

Karena itu, kesiapan pendingin udara, kondisi mesin kendaraan, hingga ketahanan operasional armada menjadi perhatian utama pemerintah.

Dalam buku Managing the Hajj karya Dr. Muhammad Ilyas dijelaskan bahwa pengelolaan transportasi haji modern harus memperhatikan kombinasi antara efisiensi logistik, keselamatan manusia, dan faktor lingkungan seperti suhu ekstrem serta kepadatan massa.

Jalur Metro dan Teknologi Digital Ikut Diperkuat

Selain armada bus dan taksi, Arab Saudi juga terus memperkuat sistem Jalur Metro Mashair yang menghubungkan Mina, Muzdalifah, dan Arafah.

Transportasi berbasis rel ini menjadi salah satu solusi utama untuk mengurangi kepadatan kendaraan selama musim haji.

Pusat Transportasi Umum Saudi bahkan mengoperasikan ruang kendali pusat selama 24 jam untuk memantau seluruh pergerakan armada secara langsung.

Teknologi digital kini menjadi bagian penting dalam pengelolaan transportasi haji modern. Sistem pemetaan, pemantauan kendaraan, hingga pengaturan jadwal dilakukan secara terintegrasi guna mengurangi risiko kemacetan dan mempercepat mobilitas jemaah.

Arab Saudi beberapa tahun terakhir memang terus mendorong digitalisasi layanan haji sebagai bagian dari transformasi nasional Visi Saudi 2030.

Baca juga: 74.652 Jemaah Haji 2026 Telah Diberangkatkan, Bus Sholawat Layani 24 Jam di Makkah

Haji dan Tantangan Mobilitas Jutaan Manusia

Ibadah haji bukan hanya perjalanan spiritual, tetapi juga tantangan logistik terbesar dalam dunia modern.

Setiap tahun, jutaan Muslim dari berbagai negara berkumpul di area yang relatif terbatas dalam waktu hampir bersamaan.

Pergerakan dari Makkah menuju Arafah, Muzdalifah, dan Mina membutuhkan pengaturan yang sangat presisi.

Dalam buku The Hajj: Pilgrimage in Islam karya Eric Tagliacozzo dan Shawkat Toorawa disebutkan bahwa pengelolaan transportasi menjadi salah satu elemen paling kompleks dalam penyelenggaraan haji modern karena melibatkan jutaan individu dengan latar belakang budaya dan bahasa berbeda.

Oleh karena itu, keberhasilan sistem transportasi sering menjadi indikator utama sukses atau tidaknya musim haji.

Saudi Terus Tingkatkan Pengalaman Jemaah

Pemerintah Arab Saudi menegaskan seluruh persiapan transportasi dilakukan demi meningkatkan kenyamanan dan keamanan jemaah selama menjalankan ibadah.

Transformasi besar-besaran yang dilakukan Saudi dalam beberapa tahun terakhir tidak hanya menyentuh pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas pengalaman spiritual jemaah.

Dengan dukungan puluhan ribu bus, ribuan taksi, sistem metro modern, dan pengawasan digital, Saudi berharap mobilitas jutaan jemaah pada musim haji 2026 dapat berlangsung lebih tertib dan efisien.

Di balik seluruh kesiapan tersebut, musim haji tetap menjadi momentum spiritual yang mempertemukan umat Islam dari berbagai penjuru dunia dalam satu tujuan yang sama: memenuhi panggilan Allah SWT di Tanah Suci.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kapan Batas Akhir Potong Kuku bagi Shahibul Kurban 2026? Cek Tanggalnya
Kapan Batas Akhir Potong Kuku bagi Shahibul Kurban 2026? Cek Tanggalnya
Aktual
Jelang Puncak Haji 2026, Saudi Pastikan Kesiapan 33 Ribu Bus di Arafah
Jelang Puncak Haji 2026, Saudi Pastikan Kesiapan 33 Ribu Bus di Arafah
Aktual
Menjejakkan Kaki di Al-Balad Jeddah, Gerbang Haji Masa Lampau Menuju Makkah
Menjejakkan Kaki di Al-Balad Jeddah, Gerbang Haji Masa Lampau Menuju Makkah
Aktual
Jelang Haji 2026, Saudi Periksa 33.000 Tempat Usaha di Makkah
Jelang Haji 2026, Saudi Periksa 33.000 Tempat Usaha di Makkah
Aktual
19 WNI Diamankan di Saudi, Ini Nasib Pelaku Rekam Perempuan Tanpa Izin
19 WNI Diamankan di Saudi, Ini Nasib Pelaku Rekam Perempuan Tanpa Izin
Aktual
Apa Itu Sedekah Barcode? Solusi Jemaah Haji Bisa Masuk Raudhah
Apa Itu Sedekah Barcode? Solusi Jemaah Haji Bisa Masuk Raudhah
Aktual
Lebih dari 860.000 Jemaah Tiba di Arab Saudi Jelang Puncak Haji 2026
Lebih dari 860.000 Jemaah Tiba di Arab Saudi Jelang Puncak Haji 2026
Aktual
Kapan Idul Adha 2026 di Arab Saudi? Cek Jadwal Wukuf dan Hari Tasyrik
Kapan Idul Adha 2026 di Arab Saudi? Cek Jadwal Wukuf dan Hari Tasyrik
Aktual
Bus Hidrolik Mudahkan Jemaah Haji Lansia Naik Bus tanpa Turun dari Kursi Roda
Bus Hidrolik Mudahkan Jemaah Haji Lansia Naik Bus tanpa Turun dari Kursi Roda
Aktual
Jelang Idul Adha, Kemenag Ponorogo Tambah Juru Sembelih Halal untuk Ribuan Masjid dan Mushalla
Jelang Idul Adha, Kemenag Ponorogo Tambah Juru Sembelih Halal untuk Ribuan Masjid dan Mushalla
Aktual
Khutbah Jumat 15 Mei 2026 tentang Haji, Luruskan Niat Sebelum ke Tanah Suci
Khutbah Jumat 15 Mei 2026 tentang Haji, Luruskan Niat Sebelum ke Tanah Suci
Aktual
3 Tokoh Muda NU Kumpul di Cirebon, Sinyal Regenerasi Kepemimpinan PBNU Menguat
3 Tokoh Muda NU Kumpul di Cirebon, Sinyal Regenerasi Kepemimpinan PBNU Menguat
Aktual
4 Jemaah Haji Asal Pasuruan Meninggal, Kemenhaj: Perhatikan Protokol Kesehatan
4 Jemaah Haji Asal Pasuruan Meninggal, Kemenhaj: Perhatikan Protokol Kesehatan
Aktual
Khutbah Jumat 15 Mei 2026: Waspada Terjangkit Virus Takabur
Khutbah Jumat 15 Mei 2026: Waspada Terjangkit Virus Takabur
Aktual
Khutbah Jumat 15 Mei 2026: Kurban Mengajarkan Kepedulian dan Pengorbanan
Khutbah Jumat 15 Mei 2026: Kurban Mengajarkan Kepedulian dan Pengorbanan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com