Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kemenhaj Maksimalkan Klinik Haji di Armuzna, Fokus Jemaah Lansia

Kompas.com, 31 Maret 2026, 11:16 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Pemerintah terus memperkuat layanan kesehatan bagi jemaah haji Indonesia, terutama kelompok lanjut usia (lansia) yang jumlahnya kian meningkat setiap tahun.

Salah satu langkah strategis yang disiapkan adalah menghadirkan layanan mobile clinic serta optimalisasi klinik satelit di kawasan Armuzna, Arafah, Muzdalifah, dan Mina yang menjadi titik krusial dalam rangkaian ibadah haji.

Kebijakan ini disampaikan oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, yang menegaskan bahwa aspek kesehatan menjadi isu utama dalam penyelenggaraan ibadah haji.

“Isu kesehatan haji adalah isu utama dari tahun ke tahun, mengingat sekitar 25 persen jemaah haji Indonesia adalah lansia dan 177 ribu lainnya masuk kategori risiko tinggi,” ujar Dahnil saat mengunjungi Saudi German Hospital, dikutip dari laman resmi Kemenhaj, Selasa (31/3/2026).

Baca juga: Wamenhaj Tinjau Layanan Kesehatan Haji di Makkah untuk Pastikan Pelayanan Optimal

Armuzna: Fase Paling Krusial dan Rentan

Wilayah Armuzna yang mencakup Arafah, Muzdalifah, dan Mina merupakan titik puncak ibadah haji yang menuntut kesiapan fisik ekstra.

Di fase ini, jutaan jemaah berkumpul dalam waktu bersamaan, menghadapi suhu ekstrem dan mobilitas tinggi.

Kondisi tersebut membuat risiko kesehatan meningkat drastis, terutama bagi lansia dan jemaah dengan penyakit penyerta.

Dahnil menekankan perlunya perubahan pendekatan dalam pelayanan kesehatan.

“Model pelayanan kesehatan harus banyak berubah,” tegasnya.

Baca juga: 3 Macam Pelaksanaan Ibadah Haji: Ifrad, Tamattu, dan Qiran, Ini Perbedaannya

Mobile Clinic: Layanan Jemput Bola di Tengah Kepadatan

Sebagai solusi, pemerintah akan menghadirkan mobile clinic atau klinik berjalan yang mampu menjangkau jemaah secara langsung di titik-titik padat di Armuzna.

Tidak hanya itu, klinik satelit di setiap sektor juga akan dimaksimalkan untuk memperkuat pengawasan kesehatan jemaah.

“Kami akan memaksimalkan klinik satelit dan mobile clinic di Armuzna untuk melayani dan mengawasi kesehatan jemaah secara lebih optimal,” lanjut Dahnil.

Pendekatan ini menjadi langkah strategis untuk mempercepat penanganan medis tanpa harus memindahkan jemaah ke fasilitas kesehatan utama yang jaraknya lebih jauh.

Kolaborasi dengan Rumah Sakit di Arab Saudi

Dalam implementasinya, pemerintah Indonesia menggandeng berbagai fasilitas kesehatan di Arab Saudi, termasuk Saudi German Hospital.

Kolaborasi ini mencakup dukungan tenaga medis, sistem rujukan pasien, hingga penguatan layanan darurat bagi jemaah haji Indonesia.

Kerja sama lintas negara ini dinilai penting untuk memastikan kualitas layanan tetap optimal di tengah tingginya jumlah jemaah.

Baca juga: Sambut Haji 2026, 45 Klinik Kesehatan Disiagakan di Makkah dan Madinah

Penguatan Layanan Sejak dari Tanah Air

Upaya peningkatan layanan kesehatan tidak hanya dilakukan di Tanah Suci, tetapi juga dimulai sejak di dalam negeri.

Pemerintah berencana menghadirkan klinik permanen di asrama haji yang dapat beroperasi sepanjang tahun.

“Ke depan, asrama haji akan dilengkapi klinik permanen agar pelayanan kesehatan bisa berjalan sepanjang tahun, baik untuk haji maupun umrah,” kata Dahnil.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapan kesehatan jemaah sejak sebelum keberangkatan, sehingga risiko dapat ditekan lebih awal.

Lansia dan Risiko Tinggi Jadi Prioritas

Tingginya jumlah jemaah lansia menjadi perhatian serius pemerintah. Dalam berbagai kajian kesehatan haji, kelompok ini memiliki kerentanan lebih besar terhadap kelelahan, dehidrasi, hingga penyakit kronis.

Dalam buku Manajemen Kesehatan Haji karya dr. H. M. Subuh dijelaskan bahwa pendekatan pelayanan kesehatan haji harus mencakup aspek promotif, preventif, hingga kuratif, terutama bagi jemaah berisiko tinggi.

Dengan demikian, kehadiran mobile clinic bukan hanya solusi teknis, tetapi juga bagian dari strategi perlindungan menyeluruh.

Baca juga: Seruan Wamenhaj: Redam Konflik Dunia Demi Haji 2026 Berjalan Aman

Ibadah yang Aman, Nyaman, dan Khusyuk

Dalam perspektif Islam, menjaga kesehatan merupakan bagian penting dari kemampuan (istitha’ah) dalam berhaji.

Hal ini juga dijelaskan dalam Fiqh Ibadah Haji dan Umrah karya Prof. Dr. Wahbah Az-Zuhaili, bahwa kesiapan fisik menjadi syarat utama sahnya pelaksanaan ibadah haji.

Melalui inovasi layanan kesehatan seperti mobile clinic dan penguatan klinik satelit di Armuzna, pemerintah berharap jemaah Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan lebih aman dan nyaman.

Langkah ini menjadi bukti bahwa pelayanan haji tidak hanya berfokus pada aspek ritual, tetapi juga pada perlindungan jiwa, agar setiap jemaah dapat menunaikan rukun Islam kelima dengan tenang dan khusyuk.

Dengan pendekatan yang lebih adaptif, kolaboratif, dan berbasis kebutuhan jemaah, diharapkan:

  • Risiko kesehatan dapat ditekan
  • Penanganan medis menjadi lebih cepat
  • Jemaah dapat beribadah dengan aman dan nyaman

Di tengah tantangan penyelenggaraan haji yang semakin kompleks, inovasi layanan seperti ini menjadi kunci untuk memastikan bahwa setiap jemaah, khususnya lansia, tetap dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk tanpa mengabaikan aspek keselamatan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar