Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dimulai dari Banyuwangi, NU Perkuat Kesejahteraan dan Gerakan di Akar Rumput

Kompas.com, 5 April 2026, 07:19 WIB
Fitri Anggiawati,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara resmi melantik kepengurusan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi, Jawa Timur, untuk masa khidmat 2026-2031.

Pelantikan tersebut berlangsung khidmat di GOR Pondok Pesantren (Ponpes) Minhajut Thullab, Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar, pada Sabtu (4/4/2026).

Dalam kepengurusan baru ini, KH Fachruddin Mannan menjabat sebagai Rais Syuriyah PCNU Banyuwangi, sementara Ahmad Turmudi dipercaya sebagai Ketua Tanfidziyah.

Baca juga: Pelantikan PCNU Banyuwangi 2026–2030 Digelar Mendadak, Dirangkai Haul Pendiri Pesantren

Komitmen Kepengurusan Baru

Rais Syuriyah PCNU Banyuwangi, KH Fachruddin Mannan, menyatakan kesiapan pihaknya untuk berkolaborasi dengan pemerintah setempat.

Kolaborasi ini diharapkan dapat mendukung terwujudnya pembangunan, pendidikan, dan peningkatan sumber daya manusia (SDM) masyarakat Banyuwangi.

"Dengan peningkatan pendidikan seperti menyatukan pondok pesantren, Insya Allah PR yang ada di Banyuwangi bisa diselesaikan dan terwujudnya Banyuwangi menjadi lebih bagus," katanya.

Senada, Ketua Tanfidziyah Ahmad Turmudi menegaskan komitmen PCNU untuk terus membangun kolaborasi dan sinergi dengan pemerintah daerah.

Fokus utama kerja sama ini adalah urusan sosial kemasyarakatan demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat Banyuwangi.

Rencana Konsolidasi Internal

Turmudi menambahkan, setelah pelantikan, pihaknya akan segera melakukan konsolidasi dengan jajaran pengurus, mulai dari Mustasyar, Syuriyah, hingga Tanfidziyah, yang dilanjutkan dengan perumusan program prioritas.

Setelah struktur internal siap, PCNU akan merangkul lembaga dan Badan Otonom (Banom) untuk bergerak bersama hingga ke tingkat paling bawah.

"Kita akan ajak bareng-bareng sampai di tingkat bawah, paling bawah sampai ranting, mungkin by masjid, by musala," tuturnya.

Langkah ini diambil karena konsolidasi di tingkat akar rumput dinilai minim selama hampir empat tahun terakhir, sehingga banyak ranting yang disebutnya merindukan kegiatan keumatan yang dimotori oleh PCNU.

Dukungan Pemerintah Daerah

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyampaikan selamat kepada seluruh kepengurusan PCNU Banyuwangi yang telah dilantik.

"Pemkab Banyuwangi siap membantu Nahdlatul Ulama untuk mewujudkan kabupaten menjadi lebih baik," ucap Ipuk.

Menurutnya, keberhasilan yang telah diraih Kabupaten Banyuwangi selama ini merupakan bagian dari peran NU.

Oleh karena itu, kolaborasi melalui kerja sama yang erat sangat diperlukan demi mewujudkan Banyuwangi yang lebih baik.

Baca juga: PCNU Banyuwangi Gelar Silaturahmi Akbar Ramadhan, 1.300 Warga NU Siap “Tandang Bareng”

"Kepengurusan PC NU yang baru ini diharapkan bisa membawa Banyuwangi yang lebih baik, Peran baru NU bisa memberikan dan mempersatukan ulama-ulama yang ada di Banyuwangi supaya tidak terpecah belah, dan juga bisa memberikan contoh kepada penerus Nahdlatul Ulama dalam kepemimpinan ini, setelah dilantik ini mari kita berkolaborasi untuk membangun Banyuwangi," ajaknya.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Aktual
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
Aktual
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Aktual
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Aktual
Menag: Imam Harus Jadi Jembatan Perdamaian dan Diplomat Komunitas
Menag: Imam Harus Jadi Jembatan Perdamaian dan Diplomat Komunitas
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar