Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Punya Utang? Amalkan Doa Pelunas Utang dari KH Achmad Chalwani, Pengasuh Ponpes An Nawawi

Kompas.com, 6 April 2026, 06:03 WIB
Bayu Apriliano,
Khairina

Tim Redaksi

PURWOREJO, KOMPAS.com — Persoalan utang kerap menjadi beban batin bagi banyak orang. Tidak hanya soal kemampuan finansial, tetapi juga tanggung jawab moral yang harus segera ditunaikan.

Menyikapi hal tersebut, Pengasuh Ponpes An-Nawawi Berjan, KH Achmad Chalwani, membagikan doa yang diyakini dapat membantu melunasi utang, sekaligus mengetuk pintu rezeki.

Doa pelunas hutang tersebut diungkapkan KH Achmad Chalwani dalam pengajian rutin Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah di Masjid Shiddieq Zarkasyi pada Minggu (5/4/2026).

Baca juga: Ingin Berangkat Haji Tapi Masih Punya Utang, Mana yang Harus Didahulukan? Ini Penjelasan Ulama

KH Achmad Chalwani menyampaikan doa tersebut menjelaskan bahwa doa tersebut bukan sekadar bacaan, melainkan amalan yang memiliki sanad keilmuan yang jelas dari para ulama besar.

“Saya dulu dikasih doa pelunas utang dari KH Nawawi Berjan ayah saya dan dari almaghfurlah Gus Cholil Yaqub dari Lirboyo Kediri,” ujar Rais ‘Aali Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah (JATMAN) ini.

KH Achmad Chalwani Nawawi yang juga pengasuh Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan, Purworejo ini menambahkan doa ini bagus sekali jika dibaca seseorang yang punya utang. Allah akan mempermudah seseorang membayar hutang jika mau mengamalkan doa ini.

"Semoga kalau kita punya utang bisa membayar. Yang bawa HP boleh direkam," kata KH Achmad Chalwani

Doa yang dimaksud berbunyi:

يَا كَبِيْرُ أَنْتَ الَّذِيْ لاَ يَهْتَدِى الْوَاصِفُوْنَ لِوَصْفِ عَظَمَتِهِ

"Yaa Kabiiru antal ladzii laa yahtadzil washifuuna liwashfi 'Adzomatihi"

“Ya Allah yang Maha Besar, tidak ada yang bisa mampu menyifati kehebatanMU, keagunganMU.”

Menurut dia, doa ini diamalkan secara rutin setelah shalat fardhu, minimal dibaca sebanyak tiga kali. Konsistensi dalam mengamalkan doa ini menjadi kunci utama, di samping niat yang tulus untuk menyelesaikan kewajiban utang.

“Minimal dibaca tiga kali setiap habis sholat, kalau tidak bisa ya satu kali setelah shalat," kata KH Achmad Chalwani.

Baca juga: Doa Pelunas Utang Lengkap dari Rasulullah SAW dan Para Sahabat

Pengasuh Ponpes An-Nawawi ini menyebut kalau doa ini diamalkan dengan sungguh-sungguh, Allah akan membukakan jalan, baik untuk melunasi utang maupun dimudahkan rezekinya.

Namun demikian, KH Achmad Chalwani menegaskan bahwa doa tidak boleh dijadikan jalan pintas tanpa diiringi usaha nyata. Ia mengingatkan pentingnya ikhtiar lahir dan batin berjalan seimbang.

“Doa itu batin, tapi lahirnya tetap harus usaha, bekerja dan berikhtiar. Jangan hanya berdoa tapi tidak berusaha,” tegasnya.

Dalam penjelasannya, KH Achmad Chalwani juga menyampaikan bahwa ia juga punya doa agar orang gampang memberikan utang kepada kita. Namun demikian doa tersebut belum akan diberikan kepada para jemaah.

"Saya juga punya doa agar orang mudah memberikan utang kepada kita, tapi belum akan saya kasihkan," kata Ulama sepuh ini disambut tawa para jemaah yang hadir.

Di akhir pengajian, KH Achmad Chalwani turut mengajak jamaah untuk terus meningkatkan kualitas ibadah, terutama di bulan-bulan penuh berkah seperti Syawal setelah Ramadhan. Ia berharap umat Islam tidak hanya meningkatkan ibadah, tetapi juga memperbaiki kondisi hidup, termasuk dalam urusan keuangan.

“Semoga kita semua diberi kekuatan dalam ibadah, dimudahkan rezeki, dan yang punya utang segera dilunasi oleh Allah,” tutupnya.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Aktual
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
Aktual
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Aktual
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Aktual
Menag: Imam Harus Jadi Jembatan Perdamaian dan Diplomat Komunitas
Menag: Imam Harus Jadi Jembatan Perdamaian dan Diplomat Komunitas
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar