Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jemaah Haji 2026 Asal Bandung Berangkat Tanpa Perubahan Rute, Penerbangan Tidak Melewati Wilayah Konflik

Kompas.com, 7 April 2026, 18:06 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Penerbangan calon jemaah haji asal Kota Bandung pada 2026 dipastikan tetap berjalan normal tanpa perubahan rute.

Kepastian ini disampaikan di tengah meningkatnya konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Sebelumnya, wacana perubahan rute penerbangan haji sempat muncul akibat konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel yang terus berlanjut.

Baca juga: Biaya Penerbangan Haji 2026 Berpotensi Naik, Pemerintah Pastikan Jemaah Tidak Dibebani

Namun hingga kini, kondisi tersebut belum berdampak langsung pada jalur penerbangan haji Indonesia.

Pemerintah memastikan jalur penerbangan tidak melintasi wilayah konflik sehingga tetap aman. Dengan demikian, proses keberangkatan jemaah haji tetap sesuai rencana yang telah ditetapkan.

Baca juga: Daftar Barang yang Dilarang Dibawa Jemaah Haji 2026 dan Persiapan yang Wajib Diperhatikan Sebelum Berangkat

Penerbangan Haji 2026 Dipastikan Sesuai Jadwal

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kota Bandung, Andy Mohammad Arief, menegaskan bahwa penyelenggaraan haji tahun ini berjalan normal berdasarkan informasi dari Pemerintah Arab Saudi.

"Hal itu juga telah disampaikan oleh Pak Menteri Haji, on schedule, seluruh persiapan hampir rampung 100 persen, dan untuk penerbangan berjalan normal karena penerbangan menggunakan maskapai Saudi Airlines dan Garuda Indonesia," ujar Andy, Selasa (7/4/2026), seperti dilansir dari TribunJabar.id.

Ia menambahkan, tidak ada perubahan rute penerbangan karena jalur yang digunakan tidak melewati wilayah konflik di Timur Tengah.

"Betul, kalau kita lihat dari peta penerbangan (flight radar), posisi Arab Saudi berada di sebelah barat, sedangkan Indonesia di sebelah timur. Jalur penerbangan tidak melewati wilayah konflik tersebut," katanya.

Penyelenggaraan Haji 2026 Tetap Berjalan, Jemaah Diminta Tenang

Pihaknya menegaskan akan tetap mengikuti kebijakan Kementerian Haji dan Umroh RI serta Pemerintah Arab Saudi terkait penyelenggaraan haji.

Seluruh proses keberangkatan dipastikan tetap berjalan seperti biasa tanpa perubahan.

"Tidak berdampak karena memang sudah diberitahukan oleh Pemerintah Arab Saudi, dan Pak Menteri juga sudah menyatakan bahwa penyelenggaraan haji tetap berjalan sesuai rencana, on schedule dan on the track," ucap Andy.

Ia juga mengimbau agar calon jemaah haji tidak perlu khawatir terhadap situasi global saat ini.

Menurutnya, eskalasi konflik terjadi di wilayah yang tidak dilintasi jalur penerbangan menuju Arab Saudi.

Untuk memastikan kesiapan jemaah, Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kota Bandung telah menyelenggarakan bimbingan manasik haji tingkat kota.

Kegiatan ini juga melibatkan narasumber dari Kementerian Agama Republik Indonesia dan Kanwil Provinsi Jawa Barat.

Dalam manasik tersebut, seluruh informasi terkait penyelenggaraan haji telah disampaikan secara menyeluruh kepada calon jemaah.

"Pada saat manasik juga sudah ditegaskan oleh Pak Kakanwil bahwa seluruh calon jemaah haji tetap fokus berangkat ke Tanah Suci. Tidak perlu terpengaruh kondisi geopolitik yang sedang terjadi di Timur Tengah," katanya.

Jadwal Keberangkatan Calon Jemaah Haji 2026 dari BIJB Kertajati

Berdasarkan data Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kota Bandung, jumlah calon jemaah haji tahun ini mencapai 1.679 orang. Dari total tersebut, terdiri atas 739 laki-laki dan 940 perempuan.

Rentang usia jemaah cukup beragam, mulai dari yang termuda berusia 16 tahun hingga tertua 91 tahun.

Hal ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat dalam menunaikan ibadah haji dari berbagai kelompok usia.

Calon jemaah haji asal Kota Bandung akan diberangkatkan dalam tiga kelompok terbang (kloter). Keberangkatan dijadwalkan mulai 22 April hingga 17 Mei 2026.

Seluruh penerbangan akan dilakukan melalui Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

Rencana Keberangkatan Haji 2026 di Tengah Konflik Iran - AS

Dilaporkan, Iran menolak usulan gencatan senjata selama 45 hari dan menginginkan pengakhiran perang secara permanen.

Informasi tersebut disampaikan melalui kantor berita pemerintah Iran, IRNA, yang menyebut respons resmi Teheran dikirim melalui Pakistan sebagai mediator.

“Kami hanya menerima pengakhiran perang dengan jaminan bahwa kami tidak akan diserang lagi,” ujar Mojtaba Ferdousi Pour, kepala misi diplomatik Iran di Kairo, Senin (6/4/2026).

Ia juga menyatakan ketidakpercayaan terhadap pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump setelah serangan sebelumnya.

Di sisi lain, Trump meningkatkan tekanan dengan ancaman keras jika tidak tercapai kesepakatan.

Meski situasi geopolitik global masih dinamis, pemerintah memastikan penyelenggaraan haji 2026 tetap berjalan normal.

Calon jemaah diharapkan tetap fokus mempersiapkan diri agar ibadah dapat berlangsung lancar dan khusyuk.

Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul “ Penerbangan Calon Jemaah Haji Asal Bandung Tanpa Perubahan Rute Meski Terjadi Konflik Timur Tengah”.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar