Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Khutbah Jumat 10 April 2026: Empat Pilar Haji yang Mabrur

Kompas.com, 9 April 2026, 21:55 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Kemenag

KOMPAS.com - Berikut adalah teks Khutbah Jumat tentang Empat Pilar Haji yang Mabrur, yang disusun oleh Abu Cecen A. Khusaeri, seperti dikutip dari laman Kemenag Provinsi Jawa Barat:

Khutbah Pertama

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ جَعَلَ حَجَّ بَيْتِهِ الأَمِيْنِ رُكْنًا مِنْ أَرْكَانِ الدِّيْنِ، وَشَعِيْرَةً مِنْ شَعَائِرِ الْمُؤْمِنِيْنَ،,

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ الْقَائِلُ فِيْ كِتَابِهِ الْمُبِيْنِ , وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَادِقُ الْوَعْدِ الْأمِيْنِ ,

اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ سَيّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدَاهُ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ .

أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ اِتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ .

فَقَالَ اللّٰهُ تَعَالَى: أَعُوذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ , بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ ,

وَ لِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيْلًا وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ اللّٰهَ غَنِىٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ .

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumulloh 

Salah satu ibadah yang menjadi idaman setiap Muslim adalah ibadah haji, namun tentu ibadah yang satu ini tidak mudah untuk dicapai, sebab selain memerlukan biaya yang cukup besar, juga memerlukan kesabaran ekstra menunggu jadwal keberangkatan yang begitu lama. Hal ini disebabkan jumlah calon jamaah yang mendaftar, tiap tahun mengalami peningkatan, sehingga calon jamaah harus menunggu belasan tahun, untuk bisa sampai ke Baitullah.

Jika dibandingkan dengan ibadah lainnya, ibadah haji mempunyai keistimewaan tersendiri, bukan hanya bisa berkunjung ke tempat-tempat mulia sebagaimana disyariatkan dalam Islam, lebih dari itu, bagi yang hajinya mabrur dijanjikan pahala yakni surga Jannatun-Naim. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda :

أَلْحَجُّ الْمَبْرُوْرُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ

“Haji yang mabrur tiada balasan yang lebih pantas baginya kecuali surga”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Namun tentunya menggapai derajat haji mabrur tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, sebab memerlukan perjuangan yang mesti dilaksanakan secara serius dan kontinue. Untuk menopang kemabruran haji tersebut, Paling tidak ada empat pilar yang mesti diperjuangkan dan dipertahankan selama hidupnya. Sehingga andaikan ada satu saja pilar yang runtuh, akan rusak pula kemabruran hajinya.

Hadirin Rahimakumullah  

Adapun pilar pertama adalah niat, merupakan pondasi dari semua ibadah, termasuk ibadah haji didalamnya. Maka apabila seseorang hendak melaksanakan ibadah haji mesti dengan niat yang lurus, semata-mata mencari kecintaan dan keridhaan Allah SWT. Oleh karena itu dalam Al-Qur’anul-karim, ayat tentang kewajiban haji ini diawali dengan kalimat Walillahi. Sebagaimana Allah SWT mengisyaratkan dalam Al-Qur’an:

وَ لِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيْلًا وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ اللّٰهَ غَنِىٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ

“(Di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, (yaitu bagi) orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Siapa yang mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu pun) dari seluruh alam..” (QS. Ali Imran : 97).

Pada ayat lain Allah SWT berfirman:

وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلّٰهِ

“Dan sempurnakanlah haji dan umrah itu karena Allah”. (QS. Al-Baqarah: 196)

Allah WT akan mencatat keberangkatan ke Makkah itu sesuai dengan niatnya masing-masing, apakah untuk ibadah, untuk dagang atau hanya tamsya saja. Isyarat ini pernah disampaikan oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya:

يَأتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ يحُجُّ أَغْنِيَاءُهُمْ لِلنـُزْهَةِ ، وَأَوسَاطُهُمْ لِلتِّجَارَةِ ، وَقُرَاؤُهُمْ لِلرِّيَاءِ وَالسُّمْعَةِ وَفُقَرَاؤُهُمْ لِلمَسْأَلَةِ

"Akan datang pada manusia suatu zaman dimana orang orang kaya pergi haji karena Tamasya, orang kalangan menengah karena berdagang, orang Ahli qiro'ah karena riya dan sum'ah, dan golongan fakir karena meminta2..."

Hadirin yang berbahagia  

Adapun pilar yang kedua adalah biaya perjalanan haji. Yakni biaya yang akan dipakai sebagai ongkos ibadah haji dan biaya hidup selama berada di tanah suci, merupakan merupakan pondasi penentu kemabruran haji setelah niat. Oleh karena itu biaya haji harus benar-benar rizki yang didapatkan dengan cara yang halal.

Rasulullah SAW bersabda, bahwa seseorang yang berhaji dengan rezeki yang halal, kemudian dia bertalbiah, seraya berdoa labbaikallahumma labbaik, maka Allah akan menjawab:

زَادُكَ حَلاَلٌ، وَرَاحَلَتُكَ حَلاَلٌ، وَحَجُّكَ مَبْرُوْرٌ

“biaya perjalananmu halal, kendaraanmu halal dan hajimu mabrur”.

Namun sebaliknya, mana kala berangkat haji dengan harta yang kotor atau tercampur hasil haram, Allah SWT niscaya akan menolak hajinya.

لَا لَبَّيْكَ وَلَا سَعْدَيْكَ، زَادُكَ حَرَامٌ، وَنَفَقَتُكَ حَرَامٌ، وَحَجُّكَ مَأْزُوْرٌ غَيْرَ مَأْجُوْرٍ

“tidak ada “labbaik” tidak ada “sa’daik”, biaya hajimu haram, nafkah kehidupanmu juga haram dan hajimu sia-sia tanpa pahala”.

Jamaah Jum’at yang berbahagia 

Pilar yang ketiga adalah Kaefiat haji yang baik dan benar, yakni melaksanakan manasik haji sesuai dengan tuntunan syari’at Islam. Oleh karena itu para calon jamaah haji harus benar-benar mempelajari agar memahami ilmu Agama, mempelajari dengan sesungguhnya tentang manasik haji, agar dapat melaksanakan apa yang dimaksud dengan syarat, rukun dan bahkan sunnah-sunnah haji dengan sebaik-baiknya.

Selama kurang lebih satu bulan di Mekkah Al-Mukarromah dan sekitar sepuluh hari di Madinah Al-Munawwaroh, benar-benar dimanfaatkan sebagai moment untuk ibadah menambah pundi-pundi amal kebaikan untuk bekal di yaumil akhir nanti. Bukan menghambur-hamburkan waktu dan tenaga dan uang untuk mencari hal-hal yang sedikit manfaatnya, seperti berbelanja, mencari barang-barang, baik untuk pribadi atau untuk oleh-oleh agar dirinya disebut hebat dan kaya raya.

Ma’asyirol Muslimin Rahimakumullah 

Adapun pilar yang keempat adalah menjaga kemabruran haji setelah pulang dari tanah Suci ke tanah airnya masing-masing. Yakni bisa mempertahankan kesolehan akhlaknya, dan bisa dijadikan suri tauladan, baik dalam lingkungan rumah tangganya, juga dalam hidup bermasyarakat dengan lingkungan sekelilingnya.

Sedang bukti bahwa haji seseorang itu maqbul atau mabrur, adalah ia kembali menjadi lebih baik dari sebelumnya dan tidak mengulangi perbuatan maksiat.

وَقِيلَ : هُوَ الْمَقْبُولُ الْمُقَابَلُ بِالْبِرِّ وَهُوَ الثَّوَابُ، وَمِنْ عَلَامَةِ الْقَبُولِ أَنْ يَرْجِعَ خَيْرًا مِمَّا كَانَ وَلَا يُعَاوِدَ الْمَعَاصِي

“Ada pendapat yang mengatakan: ‘Haji mabrur adalah haji yang diterima yang dibalas dengan kebaikan yaitu pahala. Sedangkan pertanda diterimanya haji seseorang adalah kembali menjadi lebih baik dari sebelumnya dan tidak mengulangi melakukan kemaksiatan.” (Jalaluddin as-Suyuthi, Syarhus Suyuthi).

Mudah-mudahan para jamaah haji menjadi haji yang mabrur, adapun yang belum berhaji semoga dimudahkan rizkinya agar melaksanakan ibadah ini pada saatnya. Dan Allah SWT senantiasa menerima amal ibadah kita dan mengampuni dosa-dosa kita semua. Aamiin ya Rabbal-alamiin 

بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَلَّ اللّٰهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ , فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ .

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى،.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ ,

اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ سَيّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدٰى .

أَمَّا بَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ , اِتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ .

وَقَالَ اللّٰهُ تَعاَلَى : إِنَّ اللّٰهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْن اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا ,

اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ ,

اللّٰهُمَّ اغْفِرْلَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَارْحَمْهُمْ كَمَا رَبَّوْنَا صِغَارًا ,

اَللّٰهُمَّ انْصُرْنَا فَإِنَّكَ خَيْرُالنَّاصِرِيْنَ , وَافْتَحْلَنَا فَإِنَّكَ خَيْرُالْفَاتِحِيْنَ , وَاغْفِرْلَنَا فَإِنَّكَ خَيْرُالْغَافِرِيْنَ , وَارْحَمْنَا فَإِنَّكَ خَيْرُالرَّاحِمِيْنَ , وَارْزُقْنَا فَإِنَّكَ خَيْرُالرَّازِقِيْنَ , وَاهْدِنَا وَنَجِّنَا ِمنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِيْنَ .

رَبَّنَا اٰتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللّٰهِ،, اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاۤئِ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ . فَاذْكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَادْعُوْهُ يَسْتَجِبْ لَكُمْ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ.

Editor:

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
1.344 Calon Petugas Haji Ikuti Tes CAT Serentak di 35 Titik BKN
1.344 Calon Petugas Haji Ikuti Tes CAT Serentak di 35 Titik BKN
Aktual
Haedar Nashir Ungkap Alasan Muhammadiyah Tidak Memiliki Dewan Syuro
Haedar Nashir Ungkap Alasan Muhammadiyah Tidak Memiliki Dewan Syuro
Aktual
Doa Menghadapi Bencana: Gempa, Banjir, hingga Gunung Meletus
Doa Menghadapi Bencana: Gempa, Banjir, hingga Gunung Meletus
Doa Harian
Aktivis Muda NU Hendriyanto Attan Raih Gelar Kehormatan dari Keraton Surakarta
Aktivis Muda NU Hendriyanto Attan Raih Gelar Kehormatan dari Keraton Surakarta
Aktual
Dua Patung Bunda Maria Bernuansa Nusantara yang Memikat Putri Mahkota Swedia
Dua Patung Bunda Maria Bernuansa Nusantara yang Memikat Putri Mahkota Swedia
Aktual
Muhammadiyah Tangani 3.702 Korban Gempa NTT, ISPA Jadi Keluhan Terbanyak
Muhammadiyah Tangani 3.702 Korban Gempa NTT, ISPA Jadi Keluhan Terbanyak
Aktual
Pendidikan 24 Jam ala Pesantren Dinilai Relevan dengan Kebutuhan Zaman, Mengapa?
Pendidikan 24 Jam ala Pesantren Dinilai Relevan dengan Kebutuhan Zaman, Mengapa?
Aktual
Apa Itu Fikih Sosial KH Ali Yafie? Memahami Agama dari Persoalan Masyarakat
Apa Itu Fikih Sosial KH Ali Yafie? Memahami Agama dari Persoalan Masyarakat
Aktual
Menjaga Bumi Bisa Dimulai dari Bangunan, Ini Pentingnya Konsep Bangunan Hijau
Menjaga Bumi Bisa Dimulai dari Bangunan, Ini Pentingnya Konsep Bangunan Hijau
Aktual
Mengenang 100 Tahun KH Ali Yafie dan Warisan Islam Moderat untuk Indonesia
Mengenang 100 Tahun KH Ali Yafie dan Warisan Islam Moderat untuk Indonesia
Aktual
5 Rukun Islam: Pengertian, Urutan, Makna, dan Penerapannya
5 Rukun Islam: Pengertian, Urutan, Makna, dan Penerapannya
Doa dan Niat
Doa Nabi Yunus: Arab, Latin, Arti, Keutamaan, dan Cara Mengamalkannya
Doa Nabi Yunus: Arab, Latin, Arti, Keutamaan, dan Cara Mengamalkannya
Doa dan Niat
Tak Hanya Bantuan Pangan, ZISWAF Didorong Lindungi Kelompok Rentan
Tak Hanya Bantuan Pangan, ZISWAF Didorong Lindungi Kelompok Rentan
Aktual
Menag Ajak Siswa Seminari Doakan Korban Gempa Flores
Menag Ajak Siswa Seminari Doakan Korban Gempa Flores
Aktual
Solidaritas untuk Korban Gempa Flores, 20 Ton Beras hingga Ribuan Selimut Disalurkan
Solidaritas untuk Korban Gempa Flores, 20 Ton Beras hingga Ribuan Selimut Disalurkan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar