Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kemenhaj Saudi: Hanya Visa Haji yang Sah, Visa Lain Tak Bisa Masuk Makkah

Kompas.com, 13 April 2026, 13:15 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Pemerintah Arab Saudi kembali menegaskan aturan penting menjelang musim haji.

Melalui Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, ditegaskan bahwa visa haji adalah satu-satunya visa resmi yang diperbolehkan untuk menunaikan ibadah haji bagi jamaah dari luar negeri.

Penegasan ini sekaligus menjadi peringatan keras bagi calon jamaah agar tidak menggunakan jalur tidak resmi, yang berpotensi menimbulkan masalah hukum hingga gagal beribadah.

Lantas, apa saja ketentuan terbaru terkait visa haji dan mengapa aturan ini begitu ketat diberlakukan?

Visa Haji: Satu-satunya Akses Resmi ke Tanah Suci

Dilansir dari Saudi Gazette, dalam pernyataan resminya, Kementerian menegaskan bahwa ibadah haji tidak dapat dilakukan dengan visa selain visa haji, termasuk:

  • Visa kunjungan (visit visa)
  • Visa turis
  • Visa transit
  • Visa umrah

Artinya, siapa pun yang ingin melaksanakan haji wajib melalui prosedur resmi dengan visa khusus yang dikeluarkan pemerintah Saudi.

Kebijakan ini bukan sekadar administratif, tetapi merupakan bagian dari sistem pengelolaan ibadah haji yang semakin modern dan terintegrasi.

Baca juga: Izin Masuk Elektronik ke Makkah Diterapkan bagi Pekerja Residen saat Musim Haji 2026

Mengapa Penggunaan Visa Dibatasi?

Pembatasan jenis visa untuk haji memiliki beberapa alasan strategis:

1. Pengendalian Kuota Jamaah

Haji adalah ibadah dengan jumlah peserta sangat besar. Setiap tahun, jutaan umat Islam berkumpul di Makkah dan Masjidil Haram dalam waktu yang bersamaan. Tanpa pengaturan ketat, kepadatan bisa berujung pada risiko keselamatan.

2. Keamanan dan Keselamatan

Dengan visa resmi, pemerintah dapat memantau jumlah jamaah secara akurat, termasuk distribusi lokasi dan layanan yang diberikan.

3. Standarisasi Layanan

Jamaah dengan visa resmi akan mendapatkan akses ke fasilitas yang telah disiapkan, mulai dari akomodasi hingga transportasi.

Dalam buku Manajemen Haji dan Umrah Modern karya Ahmad Sarwat, dijelaskan bahwa pengelolaan haji di era modern menuntut sistem yang terstruktur dan berbasis data agar pelayanan jamaah lebih optimal dan aman.

Sistem Digital: Peran Aplikasi Nusuk

Bagi jamaah yang tinggal di Arab Saudi, baik warga negara maupun ekspatriat, izin haji diterbitkan melalui platform digital resmi, yaitu Nusuk.

Melalui aplikasi ini, seluruh proses dilakukan secara terintegrasi, mulai dari:

  • Pendaftaran
  • Pemilihan paket
  • Pembayaran
  • Penerbitan izin haji

Digitalisasi ini menunjukkan transformasi besar dalam sistem pelayanan ibadah haji, yang kini lebih transparan dan efisien.

Baca juga: Kemenhaj Peringatkan Penipuan Jemaah Haji, Waspada Modus Update Data hingga Video Call

Waspada Jalur Tidak Resmi

Kementerian juga mengingatkan masyarakat untuk tidak tergiur dengan tawaran haji melalui jalur tidak resmi.

Beberapa risiko yang bisa terjadi antara lain:

  • Penipuan biaya perjalanan
  • Tidak mendapatkan izin resmi
  • Dilarang masuk ke area haji
  • Sanksi hukum dari otoritas Saudi

Seluruh pemesanan hanya sah jika dilakukan melalui:

  • Platform resmi Nusuk
  • Perusahaan penyedia layanan yang berlisensi

Hal ini ditegaskan untuk melindungi jamaah dari praktik ilegal yang kerap muncul menjelang musim haji.

Perspektif Fikih: Tertib sebagai Bagian dari Ibadah

Dalam kajian fikih, kepatuhan terhadap aturan penyelenggaraan haji juga merupakan bagian dari kesempurnaan ibadah.

Dalam buku Fiqh Ibadah karya Yusuf Qardhawi, dijelaskan bahwa ibadah haji tidak hanya soal ritual, tetapi juga keteraturan, ketertiban, dan kepatuhan terhadap sistem yang ditetapkan demi kemaslahatan bersama.

Dengan kata lain, mengikuti prosedur resmi bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi juga bagian dari nilai ibadah itu sendiri.

Baca juga: Arab Saudi Terapkan Aturan Baru Haji: Denda Pelanggaran Penyedia Hotel hingga 50.000 Riyal

Antara Niat dan Prosedur

Bagi banyak umat Islam, haji adalah puncak perjalanan spiritual. Namun, niat yang kuat tetap harus diiringi dengan cara yang benar.

Dalam buku Rahasia Haji Mabrur karya Muhammad Al-Ghazali, disebutkan bahwa kemabruran haji tidak hanya ditentukan oleh pelaksanaan ritual, tetapi juga oleh kejujuran dan ketaatan dalam prosesnya.

Karena itu, menempuh jalur resmi menjadi bagian penting dari menjaga kesucian ibadah.

Ibadah yang Tertib, Aman, dan Sah

Penegasan bahwa visa haji adalah satu-satunya visa resmi menunjukkan komitmen Arab Saudi dalam menjaga ketertiban dan keamanan ibadah haji.

Dengan sistem yang semakin digital melalui Nusuk, serta pengawasan ketat terhadap jalur pendaftaran, pemerintah berupaya memastikan bahwa setiap jamaah dapat beribadah dengan aman, nyaman, dan sesuai aturan.

Pada akhirnya, haji bukan hanya tentang sampai di Tanah Suci, tetapi juga tentang bagaimana perjalanan itu ditempuh dengan cara yang benar, baik secara syariat maupun regulasi.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar