Editor
KOMPAS.com-Garuda Indonesia memperkuat kesiapan operasional penerbangan haji 1447 Hijriah/2026 Masehi dengan fokus pada layanan ramah lansia, keselamatan, dan keandalan armada.
Maskapai pelat merah tersebut menyampaikan kesiapan ini menjelang dimulainya operasional haji pada 21 April 2026.
Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny Kairupan menegaskan penguatan dilakukan seiring meningkatnya proporsi jamaah calon haji lanjut usia pada tahun ini.
Baca juga: Garuda Siapkan 15 Pesawat Badan Lebar untuk Haji 2026, Lansia di Kelas Bisnis
Kesiapan operasional mencakup seluruh aspek layanan, mulai dari armada, awak pesawat, hingga layanan darat dan pengalaman penerbangan bagi jemaah.
"Kami menitikberatkan pada aspek keselamatan penerbangan, keandalan armada, serta penguatan layanan ramah lansia, sejalan dengan meningkatnya proporsi jemaah haji lansia pada tahun ini," kata Glenny dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (16/4/2026), dilansir dari Antara.
Garuda Indonesia memprioritaskan layanan bagi jamaah lansia yang jumlahnya mencapai sekitar 18 ribu orang atau sekitar 18 persen dari total jemaah yang dilayani.
Selain lansia, maskapai juga memberikan perhatian khusus kepada jamaah berkebutuhan khusus.
Penguatan layanan dilakukan dengan menghadirkan fasilitas yang lebih adaptif dan inklusif selama proses perjalanan.
Layanan tersebut mencakup asistensi mobilitas baik di darat maupun di udara, serta peningkatan peran awak kabin dalam memastikan kenyamanan jemaah.
"Hal itu menjadi bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan layanan haji yang tidak hanya aman, namun juga penuh empati dan kemudahan bagi seluruh jamaah,” lanjut Glenny.
Baca juga: Garuda dan Saudia Airlines Ajukan Kenaikan, Biaya Haji Dievaluasi Ulang
Garuda Indonesia menyiapkan berbagai fasilitas penunjang untuk mendukung kenyamanan jemaah selama perjalanan haji.
Fasilitas tersebut meliputi penyediaan kursi roda di setiap embarkasi serta ambulift di embarkasi Jakarta dan Solo.
Maskapai juga menyediakan bus jemaah dengan fasilitas toilet, penggunaan garbarata di sejumlah embarkasi, layanan penanganan bagasi khusus, hingga buggy car di Bandara Internasional King Abdulaziz.
Awak kabin disiagakan untuk memberikan asistensi intensif selama penerbangan, terutama bagi jamaah lansia dan penyandang disabilitas.
Untuk mendukung kenyamanan penerbangan jarak jauh, Garuda Indonesia menyediakan dua kali layanan makan utama dan satu kali snack.
Fasilitas hiburan dalam pesawat serta portable bidet di lavatory juga disiapkan untuk menunjang kebutuhan jemaah selama penerbangan.
Garuda Indonesia menyiapkan lebih dari 1.085 awak pesawat yang terdiri dari 731 awak kabin dan 354 awak kokpit.
Selain itu, sebanyak 139 petugas darat haji disiagakan untuk mendukung kelancaran mobilisasi jemaah di seluruh embarkasi.
Pada musim haji 2026, Garuda Indonesia akan melayani sedikitnya 102.502 jamaah calon haji.
Jumlah tersebut terbagi dalam 278 kelompok terbang dari 10 embarkasi, yaitu Jakarta, Banda Aceh, Medan, Padang, Solo, Yogyakarta, Balikpapan, Banjarmasin, Makassar, dan Lombok.
Baca juga: Daftar Lengkap Kloter Haji 2026: Garuda Indonesia Layani 277 Kloter, Saudia 248 Kloter
Pemberangkatan jemaah haji dilaksanakan secara bertahap mulai 21 April hingga 21 Mei 2026.
Fase keberangkatan menuju Madinah berlangsung pada 21 April hingga 6 Mei 2026.
Sementara itu, penerbangan menuju Jeddah dijadwalkan pada 7 hingga 21 Mei 2026.
Adapun fase pemulangan jemaah haji akan berlangsung pada 1 hingga 30 Juni 2026.
Penerbangan perdana dijadwalkan dari embarkasi Yogyakarta pada Selasa (21/4) pukul 23.40 WIB dengan nomor penerbangan GA 6501 menggunakan Airbus A330-300.
Garuda Indonesia menyiapkan 15 pesawat berbadan lebar untuk mendukung operasional haji tahun ini.
Armada tersebut terdiri dari 8 pesawat milik Garuda Indonesia dan 7 pesawat sewa.
Jenis pesawat yang digunakan mencakup 6 Boeing 777-300ER, 6 Airbus A330-300, dan 3 Airbus A330-900neo.
Seluruh armada dipastikan dalam kondisi prima melalui program perawatan berlapis Aircraft Health Program.
"Termasuk pemenuhan sertifikasi dari otoritas penerbangan Arab Saudi sebagai prasyarat utama operasional haji," katanya.
Glenny menambahkan keberhasilan operasional haji merupakan hasil kolaborasi lintas sektor yang melibatkan berbagai pihak.
“Keberhasilan operasional haji merupakan hasil dari kolaborasi erat lintas ekosistem, mulai dari regulator, otoritas kebandarudaraan, hingga seluruh lini operasional Garuda Indonesia Group mulai dari perawatan pesawat, layanan katering, hingga dukungan kargo," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang