Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Penampakan Manggala, Sapi Kurban Presiden Prabowo di Kota Pekanbaru yang Berbobot Nyaris Satu Ton

Kompas.com, 30 April 2026, 23:53 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Seekor sapi ras simental berukuran besar menjadi perhatian di Kota Pekanbaru menjelang Idul Adha 1447 Hijriah.

Hewan kurban tersebut terpilih sebagai sapi kurban Presiden RI yang nantinya akan dibagikan untuk masyarakat setempat.

Dengan bobot mendekati satu ton, sapi ini menjalani perawatan intensif di kandang peternakan. Pemeriksaan kesehatan juga dilakukan secara ketat untuk memastikan kelayakannya.

Baca juga: Perumda Dharma Jaya Siapkan 900 Sapi Kurban untuk Idul Adha 2026 di Jakarta

Profil Manggala, Sapi Kurban Presiden Prabowo

Sapi bernama Manggala ini merupakan seekor sapi jenis simental berada dalam kandang peternakan di Umban Sari, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru.

Manggala memiliki postur tinggi dan berotot dengan bulu berwarna cokelat keemasan. Bobotnya mencapai sekitar 907 kilogram dengan tinggi badan sekitar 140 sentimeter.

Baca juga: Plastik Mahal, Pemkot Batu Imbau Gunakan Besek dan Daun Pisang Saat Pembagian Daging Kurban Idul Adha

Kondisi fisiknya yang unggul membuat sapi ini terpilih sebagai hewan kurban Presiden RI, Prabowo Subianto di Kota Pekanbaru.

"Berat, memang berat bobotnya, karena yang lain juga hampir satu ton," ungkap Pengelola Wong Cilik Farm, Ari Nanu kepada Tribunpekanbaru.com, Kamis (30/4/2026).

Mangala Diberi Perawatan Intensif dan Pakan Khusus

Menurut Ari, sapi berusia enam tahun tersebut didatangkan langsung dari Medan dan dirawat secara maksimal.

Ia memastikan kondisi kesehatan sapi tetap terjaga hingga pelaksanaan Idul Adha, terlebih setelah terpilih sebagai hewan kurban Presiden RI.

"Apalagi sudah terpilih menjadi sapi kurban Presiden RI bagi warga di Kota Pekanbaru, maka kita jaga selama 24 jam," ungkapnya.

Untuk menjaga kualitas, sapi diberikan pakan terbaik, termasuk rumput alami serta pakan tambahan berupa bungkil sawit yang diberikan sekali sehari.

"Ada juga pakan tambahan, kita pakai bungkil sawit, itu kita kasi sekali saja sehari," jelasnya.

Ari menyampaikan pihaknya akan mengantarkan sapi tersebut ke lokasi pemotongan sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Pengiriman akan menyesuaikan waktu pelaksanaan penyembelihan hewan kurban pada Idul Adha mendatang.

Manggala Lalui Pemeriksaan Kesehatan Ketat

Kepala Seksi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Distankan Pekanbaru, drh. Rita Setyawati menjelaskan bahwa sebelumnya terdapat tiga kandidat sapi kurban Presiden RI. Namun, sapi simental bernama Manggala yang akhirnya terpilih.

"Semua pemeriksaan kesehatan sudah kita lakukan, seperti pemeriksaan fisik," ujarnya.

Selain pemeriksaan fisik, dilakukan juga uji laboratorium untuk memastikan sapi bebas dari cacing dan penyakit lainnya, bekerja sama dengan tim LPKH Provinsi Riau.

Rita menekankan pentingnya menjaga kesehatan sapi hingga hari pemotongan. Ia mengingatkan agar tidak ada sapi lain yang masuk ke area kandang guna mencegah penularan penyakit.

"Sampai hari pemotongan, bisa dijaga kesehatannya, jangan sampai sapi luar masuk, karena berbahya dan bisa menularkan penyakit," ulasnya.

Peternak juga diminta rutin melakukan disinfeksi serta memastikan kecukupan pakan hingga Idul Adha.

"Pengawasan kami saat ini ya itu, mempehatian kesehatan sapi dengan melalui peternak, agar ekstensif memperhatikan kesehatan sapi," paparnya.

Artikel ini telah tayang di TribunPekanbaru.com dengan judul "Segini Bobot Manggala, Sapi Kurban Presiden Prabowo di Kota Pekanbaru, Nyaris Satu Ton".

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Aktual
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
Aktual
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar