Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doa Saat Membasuh Kaki Ketika Wudhu agar Selamat di Shirath Akhirat

Kompas.com, 1 Mei 2026, 19:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Dalam setiap gerakan ibadah, Islam mengajarkan makna yang lebih dalam dari sekadar ritual.

Salah satunya tampak dalam wudhu, ketika seorang Muslim membasuh kaki. Di balik gerakan sederhana itu, tersimpan doa dan harapan agar langkah hidup senantiasa berada di jalan yang lurus, atau yang dikenal sebagai Siratal Mustaqim.

Jalan ini bukan sekadar simbol, melainkan tujuan utama kehidupan seorang Muslim, jalan yang mengantarkan kepada ridha Allah SWT dan keselamatan di akhirat.

Baca juga: Doa Membasuh Wajah Saat Wudhu agar Bercahaya di Hari Kiamat

Siratal Mustaqim: Jalan Lurus dalam Al-Qur’an

Konsep Siratal Mustaqim menjadi inti dalam ajaran Islam. Ia berulang kali disebut dalam Al-Qur'an, salah satunya dalam Surah Al-Fatihah:

ٱهْدِنَا ٱلصِّرَٰطَ ٱلْمُسْتَقِيمَ

Ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm

Artinya: “Tunjukilah kami jalan yang lurus.”

Ayat ini dibaca oleh setiap Muslim dalam setiap rakaat salat, menunjukkan betapa pentingnya permohonan agar tetap berada di jalan yang benar.

Dalam kitab Fatḥ al-Qadīr, ulama tafsir Muhammad ibn Ali al-Shawkani menjelaskan bahwa para ahli tafsir sepakat, Siratal Mustaqim adalah jalan yang jelas, lurus, dan tidak memiliki penyimpangan sedikit pun.

Makna Shirath di Hari Kiamat

Selain sebagai konsep hidup, shirath juga hadir sebagai realitas di akhirat. Dalam hadis riwayat Sahih Muslim, Rasulullah SAW menggambarkan bagaimana manusia akan melewati jembatan di atas neraka Jahannam.

Hadis tersebut diriwayatkan oleh Abu Hurairah:

“...Manusia melintasinya sesuai amal mereka: ada yang secepat kilat, angin, kuda terbaik, dan kendaraan. Ada yang selamat, ada yang terluka lalu selamat, dan ada yang terjatuh ke dalam neraka.”

Gambaran ini menjadi pengingat bahwa setiap langkah di dunia akan menentukan bagaimana seseorang melintasi shirath di akhirat.

Baca juga: Doa Setelah Wudhu yang Membuka 8 Pintu Surga, Amalan Ringan Berpahala Dahsyat

Doa Saat Membasuh Kaki dalam Wudhu

Dalam praktik wudhu, terdapat doa yang dianjurkan saat membasuh kaki. Doa ini menjadi simbol permohonan agar langkah hidup tidak menyimpang dari jalan Allah.

Mengutip buku Doa-doa Terbaik Sepanjang Masa karya Ahmad Zacky El-Syafa, berikut doa yang dapat dibaca:

Doa Membasuh Kaki Kanan

اللَّهُمَّ ثَبِّتْ قَدَمِي عَلَى الصِّرَاطِ الْمُسْتَقِيمِ مَعَ أَقْدَامِ عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ

Allaahumma tsabbit qadamii ‘alash-shiraatil mustaqiim ma’a aqdaami ‘ibaadikash shaalihiin

Artinya: “Wahai Allah, tetapkanlah telapak kakiku di atas jalan yang lurus bersama hamba-hamba-Mu yang saleh.”

Doa Membasuh Kaki Kiri

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ تَزِلَّ قَدَمِي عَلَى الصِّرَاطِ فِي النَّارِ يَوْمَ تَزِلُّ أَقْدَامُ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُشْرِكِينَ

Allaahumma inni a’uudzu bika an tazilla qadamii ‘alash-shiraathi finnaari yauma tazillul munaafiqiina wal musyrikiin

Artinya: “Wahai Allah, aku berlindung kepada-Mu dari tergelincirnya kakiku di atas shirath menuju neraka pada hari tergelincirnya kaki orang-orang munafik dan musyrik.”

Simbol Langkah Hidup yang Lurus

Wudhu dalam Islam bukan hanya membersihkan anggota tubuh, tetapi juga menjadi simbol penyucian diri secara spiritual.

Membasuh kaki melambangkan perjalanan hidup manusia ke mana ia melangkah, di situlah arah hidupnya ditentukan.

Dalam buku Ihya Ulumuddin karya Al-Ghazali dijelaskan bahwa setiap anggota tubuh memiliki dimensi batiniah.

Kaki, misalnya, tidak hanya digunakan untuk berjalan, tetapi juga mencerminkan arah tujuan hidup seseorang.

Baca juga: Bolehkah Setelah Mandi Junub Langsung Shalat Tanpa Wudhu? Ini Penjelasan Sesuai Syariat

Menjaga Langkah di Jalan yang Diridhai

Siratal Mustaqim bukan hanya sesuatu yang diminta dalam doa, tetapi harus diupayakan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia mencakup ketaatan, kejujuran, kesabaran, dan konsistensi dalam menjalankan perintah Allah.

Dalam tafsir Al-Misbah, M. Quraish Shihab menjelaskan bahwa jalan lurus adalah jalan tengah yang tidak berlebihan dan tidak pula menyimpang, yaitu keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat.

Antara Doa dan Ikhtiar

Doa ketika membasuh kaki mengajarkan satu hal penting: setiap langkah manusia membutuhkan bimbingan Allah. Namun, doa saja tidak cukup tanpa usaha nyata.

Menjaga langkah di jalan yang lurus berarti menjaga ibadah, menjauhi larangan, serta terus memperbaiki diri.

Pada akhirnya, doa sederhana saat wudhu itu menjadi pengingat mendalam bahwa hidup adalah perjalanan panjang menuju akhirat.

Dan setiap langkah yang diambil hari ini akan menentukan apakah seseorang tetap teguh di atas Siratal Mustaqim atau justru tergelincir darinya.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Aktual
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
Aktual
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar