Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jemaah Haji Asal Bengkulu Wafat di Madinah, Sempat Shalat di Masjid Nabawi

Kompas.com, 2 Mei 2026, 19:11 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Kabar duka datang dari jemaah calon haji Embarkasi Padang di Arab Saudi.

Seorang calon haji asal Kota Bengkulu dilaporkan meninggal dunia di Madinah saat menjalani rangkaian ibadah haji.

Jemaah tersebut sebelumnya sempat melaksanakan shalat di Masjid Nabawi sebelum kondisi kesehatannya menurun.

PPIH Embarkasi Padang mengingatkan jemaah lain untuk menjaga kesehatan selama berada di Tanah Suci.

Baca juga: PPIH Ungkap 3 Keringanan Fikih untuk Jemaah Haji Haid saat Tawaf Ifadah

Tukiman, Jemaah Haji Asal Bengkulu Wafat di Madinah

Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Padang, M. Rifki, mengatakan jemaah yang meninggal dunia bernama Tukiman Sadi Kromo Karso (54), calon haji asal Kota Bengkulu yang tergabung dalam kelompok terbang PDG 04.

"Kabar duka datang dari jemaah calon haji Embarkasi Padang. Seorang calon haji asal Kota Bengkulu yang tergabung dalam kelompok terbang PDG 04 wafat di Madinah, Arab Saudi," kata Rifki di Padang, Sabtu (2/5/2026).

Baca juga: Cara Resmi Masuk Raudhah di Masjid Nabawi, Jemaah Haji Wajib Tahu

Tukiman meninggal dunia pada Rabu (29/4/2026) pukul 07.15 Waktu Arab Saudi. Sebelum berangkat ke Tanah Suci, almarhum diketahui memiliki riwayat penyakit jantung dan masuk kategori jemaah risiko tinggi.

Meski demikian, Rifki menyebut kondisi kesehatan almarhum saat keberangkatan dari Embarkasi Padang pada Senin (27/4/2026) dalam keadaan sehat dan stabil.

"Saat keberangkatan dari Embarkasi Padang pada Senin 27 April 2026, kondisi kesehatan yang bersangkutan dalam keadaan sehat dan stabil," ujarnya.

Tukiman Sempat Shalat di Masjid Nabawi

Rifki menjelaskan, setibanya di Madinah, Tukiman sempat melaksanakan shalat di Masjid Nabawi sebelum kembali ke hotel untuk beristirahat.

Namun, pada Rabu pagi sekitar pukul 06.00 Waktu Arab Saudi, almarhum ditemukan tidak sadarkan diri di pelataran Masjid Nabawi. Petugas kesehatan kloter bersama tim medis setempat kemudian memberikan pertolongan pertama.

"Almarhum kemudian dilarikan ke RS As Salam Madinah untuk penanganan lanjutan. Meski telah mendapatkan tindakan medis, ia dinyatakan meninggal dunia," kata dia.

Tukiman Meninggal Akibat Serangan Jantung

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, calon haji asal Bengkulu tersebut meninggal dunia akibat serangan jantung atau acute myocardial infarction yang dipicu penyumbatan pembuluh darah koroner.

Petugas kloter juga telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk proses pemulasaraan jenazah.

"Petugas kloter telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk proses pemulasaraan jenazah. Almarhum telah dishalatkan dan langsung dimakamkan di Pemakaman Baqi Madinah," ujarnya.

Jemaah Haji Diminta Jaga Kesehatan

Rifki yang juga menjabat Kepala Kanwil Kemenhaj Sumbar mengingatkan seluruh jemaah calon haji agar menjaga kondisi kesehatan selama berada di Tanah Suci.

Ia meminta jemaah mengatur aktivitas ibadah dan mengurangi kegiatan di luar yang tidak mendesak agar kondisi tubuh tetap terjaga.

"Jaga kesehatan, atur aktivitas ibadah dan kurangi kegiatan di luar yang tidak mendesak. Ikuti arahan petugas agar kondisi tetap terjaga," imbau dia.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar