Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jelang Haji 2026, Saudi Kerahkan 22 Ribu Petugas dan 3.000 Alat

Kompas.com, 4 Mei 2026, 18:30 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Pemerintah Arab Saudi kembali menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji dunia.

Menjelang musim Haji 1447 H/2026 M, Kementerian Urusan Kota dan Perumahan Arab Saudi melalui Pemerintah Kota Makkah mengumumkan kesiapan penuh rencana operasional yang mencakup berbagai sektor strategis.

Dilansir dari Saudi Gazette, kesiapan ini tidak hanya menyangkut aspek teknis, tetapi juga mencerminkan pendekatan terpadu yang menggabungkan layanan kota, kesehatan publik, hingga respons darurat dalam satu sistem yang terintegrasi.

Ekosistem Layanan Terintegrasi untuk Jemaah Haji

Dalam pernyataan resminya, otoritas setempat menegaskan bahwa seluruh layanan telah disiapkan melalui ekosistem kota yang terintegrasi.

Sistem ini dirancang untuk memastikan kelancaran aktivitas jutaan jemaah di titik-titik krusial seperti Mina, Arafah, dan Muzdalifah.

Pendekatan ini menitikberatkan pada tiga aspek utama: keselamatan, kesehatan, dan efisiensi layanan.

Dengan meningkatnya jumlah jemaah setiap tahun, integrasi sistem menjadi kunci untuk meminimalkan risiko dan memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar.

Dalam buku Managing Hajj and Umrah: Planning and Operations karya A. R. Al-Harbi dijelaskan bahwa pengelolaan haji modern menuntut koordinasi lintas sektor secara real-time, termasuk antara transportasi, kesehatan, dan layanan kota. Hal ini tampak jelas dalam strategi yang diterapkan pemerintah Arab Saudi saat ini.

Baca juga: Arab Saudi Luncurkan Sistem “Darbak Noor” untuk Tingkatkan Keselamatan Lalu Lintas saat Musim Haji

Ribuan Personel dan Peralatan Dikerahkan

Sebagai bagian dari kesiapan operasional, lebih dari 22.000 personel lapangan telah disiagakan.

Mereka didukung oleh lebih dari 3.000 unit kendaraan dan peralatan yang siap digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari kebersihan hingga penanganan darurat.

Tim darurat juga disiagakan selama 24 jam penuh, memastikan respons cepat terhadap setiap potensi gangguan di lapangan.

Selain itu, fasilitas pendukung seperti tempat penampungan sementara dan laboratorium, baik tetap maupun bergerak, turut disiapkan untuk mendukung operasional.

Langkah ini menunjukkan bahwa pengelolaan haji bukan sekadar urusan ibadah, tetapi juga operasi logistik berskala besar yang memerlukan perencanaan matang dan sumber daya yang memadai.

Infrastruktur Ditingkatkan Secara Masif

Salah satu fokus utama dalam persiapan tahun ini adalah peningkatan infrastruktur. Pemerintah Arab Saudi melakukan pekerjaan perbaikan dan pengembangan jalan dengan cakupan lebih dari 73 juta meter persegi.

Jaringan tersebut diperkuat dengan keberadaan 123 jembatan dan 44 terowongan yang dirancang untuk mendukung mobilitas jemaah secara efisien.

Sementara itu, kawasan utama di Armuzna, yakni Mina, Arafah, dan Muzdalifah telah dipersiapkan dengan cakupan area lebih dari 4,6 juta meter persegi.

Dalam perspektif manajemen perkotaan, langkah ini menjadi krusial. Dalam buku Urban Transport and Traffic Management karya S. Ponnuswamy disebutkan bahwa kapasitas infrastruktur harus disesuaikan dengan lonjakan populasi temporer untuk mencegah kemacetan dan risiko keselamatan.

Baca juga: Tak Perlu Bawa Paspor Fisik, Jemaah Haji Bisa Gunakan ID Digital di Arab Saudi

Pengawasan Ketat Kebersihan dan Keamanan Pangan

Selain infrastruktur, aspek kebersihan dan keamanan pangan juga menjadi perhatian serius. Pemerintah setempat mengoperasikan laboratorium canggih yang mampu menganalisis hingga 1.300 sampel setiap hari.

Inspeksi lapangan dilakukan secara intensif, dengan lebih dari 2.800 pemeriksaan harian guna memastikan kualitas makanan dan layanan tetap terjaga.

Upaya ini penting mengingat tingginya risiko kesehatan di tengah kepadatan jemaah. Pengawasan ketat menjadi langkah preventif untuk mencegah penyebaran penyakit dan menjaga kenyamanan jemaah selama menjalankan ibadah.

Dalam buku Food Safety Management Systems karya Yasmine Motarjemi dijelaskan bahwa pengawasan pangan dalam skala besar, seperti haji, membutuhkan sistem inspeksi berlapis dan respons cepat terhadap potensi kontaminasi.

Respons Cepat dan Teknologi Modern

Kesiapan operasional tahun ini juga ditandai dengan penggunaan teknologi untuk meningkatkan efisiensi layanan. Sistem respons darurat yang terintegrasi memungkinkan koordinasi lebih cepat antarinstansi.

Laboratorium bergerak menjadi salah satu inovasi penting, memungkinkan analisis langsung di lapangan tanpa harus menunggu proses di fasilitas utama.

Pendekatan ini mempercepat pengambilan keputusan, terutama dalam situasi darurat yang membutuhkan penanganan segera.

Baca juga: Arab Saudi Terapkan Sensor Pintar di Mina, Terhubung dengan Kartu Nusuk Jemaah Haji

Bagian dari Transformasi Besar Layanan Haji

Langkah-langkah yang dilakukan Arab Saudi tidak terlepas dari visi besar Saudi Vision 2030, yang menargetkan peningkatan kualitas layanan bagi jemaah haji dan umrah.

Transformasi ini mencakup modernisasi infrastruktur, digitalisasi layanan, serta peningkatan kapasitas operasional di berbagai sektor.

Dalam konteks ini, kesiapan operasional yang diumumkan bukan hanya rutinitas tahunan, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk menjadikan penyelenggaraan haji semakin aman dan nyaman.

Ibadah Besar, Manajemen yang Kompleks

Ibadah haji sering dipahami sebagai perjalanan spiritual yang sarat makna. Namun, di balik itu, terdapat sistem pengelolaan yang sangat kompleks dan melibatkan ribuan personel serta teknologi modern.

Kesiapan operasional yang diumumkan pemerintah Arab Saudi menunjukkan bahwa pelayanan terhadap jemaah tidak hanya mengandalkan aspek religius, tetapi juga perencanaan yang sistematis dan berbasis data.

Di tengah jutaan jemaah yang berkumpul dalam waktu bersamaan, setiap detail menjadi penting.

Dari jalan yang dilalui, makanan yang dikonsumsi, hingga respons terhadap kondisi darurat, semuanya dirancang untuk satu tujuan, memastikan ibadah berjalan dengan aman, nyaman, dan khusyuk.

Dengan berbagai persiapan tersebut, Arab Saudi kembali menegaskan perannya sebagai penyelenggara haji yang terus berbenah, menghadirkan layanan yang tidak hanya memadai, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan zaman.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Aktual
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
Aktual
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Aktual
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar