Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Ini Perbedaan Penetapan Pemerintah & Muhammadiyah

Kompas.com, 7 Mei 2026, 11:14 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Menjelang pertengahan tahun 2026, umat Islam di Indonesia mulai menaruh perhatian pada satu momen penting, yaitu Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

Selain menjadi bagian dari rangkaian ibadah haji di Tanah Suci, Idul Adha juga identik dengan ibadah kurban yang dilaksanakan umat Muslim di seluruh dunia.

Pertanyaan yang paling banyak muncul adalah: Idul Adha 2026 jatuh tanggal berapa? Jawabannya tidak tunggal, karena penetapan tanggal Idul Adha bisa berbeda tergantung metode yang digunakan oleh masing-masing lembaga.

Baca juga: Hukum Kurban Ayam saat Idul Adha, Sah atau Tidak? Ini Penjelasan Ulama

Perkiraan Idul Adha 2026 Menurut Pemerintah

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama (Kemenag) akan menetapkan awal Zulhijah 1447 H melalui sidang isbat yang digelar pada Minggu, 17 Mei 2026. Sidang ini menjadi dasar penentuan resmi Hari Raya Idul Adha bagi masyarakat Indonesia.

Berdasarkan kalender Hijriah dan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri tentang hari libur nasional 2026, Idul Adha 1447 H diperkirakan jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.

Namun, pemerintah tetap menegaskan bahwa kepastian tanggal akan ditentukan melalui hasil rukyatul hilal dalam sidang isbat yang akan digelar pada Minggu, 17 Mei 2026 atau bertepatan pada 29 Zulkaidah 1447 H.

Penetapan Idul Adha Menurut Muhammadiyah

Berbeda dengan pemerintah, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan lebih awal jadwal Idul Adha 1447 H menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal.

Berdasarkan maklumat resmi Muhammadiyah, 10 Zulhijah 1447 H atau Idul Adha 2026 jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026, sama dengan perkiraan pemerintah.

Muhammadiyah juga menetapkan rincian hari penting lainnya, seperti:

  • 1 Zulhijah 1447 H: 18 Mei 2026
  • Hari Arafah (9 Zulhijah): 26 Mei 2026
  • Idul Adha (10 Zulhijah): 27 Mei 2026

Penetapan ini menjadi acuan bagi warga Muhammadiyah dalam melaksanakan ibadah kurban dan salat Id.

Baca juga: Kapan Idul Adha 2026? Kemenag Gelar Sidang Isbat 17 Mei

NU dan Kemenag Tunggu Hasil Rukyatul Hilal

Sementara itu, Nahdlatul Ulama menggunakan metode kombinasi hisab dan rukyat dengan kriteria imkanur rukyah MABIMS.

NU masih menunggu hasil pengamatan hilal yang akan diputuskan melalui sidang isbat Kementerian Agama.

Meski demikian, secara perhitungan astronomi, NU juga memprediksi Idul Adha 1447 H jatuh pada 27 Mei 2026.

Idul Adha, Ibadah Kurban, dan Makna Sosial

Idul Adha tidak hanya berkaitan dengan penentuan tanggal, tetapi juga memiliki makna spiritual dan sosial yang mendalam.

Momen ini menjadi puncak ibadah kurban yang dilakukan umat Islam di seluruh dunia sebagai bentuk ketakwaan kepada Allah SWT.

Dalam konteks sejarah Islam, ibadah kurban berakar dari kisah Nabi Ibrahim AS yang diperintahkan untuk menyembelih putranya sebagai bentuk ketaatan. Kisah ini menjadi dasar utama pelaksanaan kurban hingga hari ini.

Dalam buku Fiqh Sunnah karya Sayyid Sabiq dijelaskan bahwa kurban merupakan bentuk ibadah yang tidak hanya bernilai ritual, tetapi juga sosial karena mengandung semangat berbagi kepada sesama.

Sementara dalam buku Ar-Raheeq Al-Makhtum karya Safiur Rahman Mubarakpuri, dijelaskan bahwa keteladanan Nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad menjadi dasar penguatan nilai ketaatan dan pengorbanan dalam Islam.

Baca juga: Daftar Harga Hewan Kurban di Jambi Jelang Idul Adha 2026: Sapi Tembus Rp 20 Juta, Kerbau Rp 22 juta

Kaitannya dengan Ibadah Haji di Tanah Suci

Idul Adha juga bertepatan dengan pelaksanaan puncak ibadah haji di Makkah, khususnya di wilayah Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Pada hari yang sama, jutaan jamaah dari seluruh dunia berkumpul di Masjidil Haram dan sekitarnya untuk melaksanakan rangkaian ibadah yang menjadi rukun Islam kelima.

Dalam buku The Hajj: Pilgrimage in Islam karya Eric Tagliacozzo dan Shawkat M. Toorawa disebutkan bahwa haji merupakan salah satu pergerakan manusia terbesar di dunia yang selalu beriringan dengan momen Idul Adha.

Menanti Kepastian dan Persiapan Umat

Meski perbedaan metode penentuan tanggal masih menjadi bagian dari dinamika umat Islam, secara umum pemerintah dan Muhammadiyah diperkirakan sepakat bahwa Idul Adha 2026 jatuh pada 27 Mei 2026.

Kini, umat Muslim mulai mempersiapkan diri, baik untuk ibadah kurban maupun agenda keluarga.

Momen ini juga menjadi waktu yang tepat untuk mempererat silaturahmi dan meningkatkan kepedulian sosial.

Dengan semakin dekatnya waktu pelaksanaan, perhatian masyarakat kini tertuju pada hasil sidang isbat resmi yang akan menentukan kepastian akhir Idul Adha 1447 Hijriah di Indonesia.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Aktual
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
Aktual
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Aktual
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Aktual
Menag: Imam Harus Jadi Jembatan Perdamaian dan Diplomat Komunitas
Menag: Imam Harus Jadi Jembatan Perdamaian dan Diplomat Komunitas
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar