Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jemaah Haji Asal Blora Pilih Hadiri Pemakaman Suami, Kemenag: Istri Tetap Bisa Berangkat Haji

Kompas.com, 12 Mei 2026, 18:52 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Perjalanan ibadah haji tidak selalu berjalan sesuai rencana bagi setiap jemaah.

Di tengah proses keberangkatan menuju Tanah Suci, ada jemaah yang harus menghadapi ujian kehilangan anggota keluarga tercinta.

Kondisi itu dialami jemaah haji asal Kabupaten Blora, Jawa Tengah, yang suaminya meninggal dunia saat transit penerbangan di Bandara Kualanamu, Medan.

Baca juga: Jamaah Haji Aceh Kantongi Uang Saku Terbanyak di Tanah Suci, Terima Hingga Rp 12,5 Juta

Titik Nurhayati, jemaah haji asal Kabupaten Blora, harus menguburkan impian berangkat ke Tanah Suci bersama sang suami setelah Sutrisno Agus Widodo meninggal dunia saat transit di Bandara Internasional Kualanamu (KNO), Medan.

Sutrisno diketahui merupakan anggota Kloter 46 SOC asal Dukuh Seren, Desa Sendangwungu, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora.

Baca juga: 10.800 Galon Air Zamzam Jamaah Haji Embarkasi Makassar Tiba di Asrama Haji Sudiang

Saat suaminya dinyatakan meninggal dunia sebelum melanjutkan penerbangan menuju Jeddah, Arab Saudi, Titik Nurhayati memilih ikut pulang ke Blora untuk mengiringi pemulangan jenazah hingga proses pemakaman.

Kemenag Blora Buka Peluang Titik Nurhayati Tetap Berangkat Haji

Meski demikian, kesempatan Titik Nurhayati untuk tetap menunaikan ibadah haji tahun ini masih terbuka.

Plt Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Blora, Ali Muchyidin, mengatakan pihaknya terus melakukan komunikasi dan pendekatan kepada Titik terkait keberangkatan hajinya.

"Karena kemarin istrinya juga ikut mengiringi jenazah sampai rumah di Blora, tetap nanti kami berusaha mendekati istrinya, diberi kelonggaran, ingin menunda tahun depan atau akan berangkat tetap berangkat tahun ini," terangnya, kepada Tribunjateng.com, Selasa (12/5/2026).

Ali menjelaskan apabila Titik Nurhayati memutuskan tetap berangkat tahun ini, pihak Kementerian Haji dan Umrah akan memfasilitasi keberangkatannya.

"Kalau berangkat tahun ini kita persilakan. Maka kemarin kami sudah komunikasi dengan yang bersangkutan. Ketika menghendaki untuk berangkat tetap nanti kita siapkan seat di pesawat," katanya.

Titik Nurhayati Dijadwalkan Berangkat bersama Kloter 78

Setelah dilakukan komunikasi, informasi terbaru menyebutkan Titik Nurhayati direncanakan berangkat haji pada 18 Mei 2026 dan bergabung bersama Kloter 78.

Sementara itu, untuk almarhum Sutrisno Agus Widodo, pemerintah memastikan ibadah hajinya tetap dilaksanakan melalui mekanisme badal haji.

Melalui mekanisme tersebut, rangkaian ibadah haji almarhum akan diwakilkan oleh petugas haji.

"Selain dapat badal haji, keluarga almarhum juga dapat asuransi sesuai jumlah yg dibayarkan jamaah," paparnya.

Sebagai informasi, Sutrisno Agus Widodo dinyatakan meninggal dunia pada Jumat (8/5/2026) sekitar pukul 11.42 WIB. Jenazah tiba dan dimakamkan di Blora pada Sabtu (9/5/2026).

Artikel ini telah tayang di TribunBanyumas.com dengan judul “Kisah Kesetiaan Istri, Batalkan Haji Demi Antar Jenazah Suami di Blora”.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
5 Tradisi Tahun Baru Islam di Indonesia yang Masih Lestari, dari Mabit hingga Tabuik
5 Tradisi Tahun Baru Islam di Indonesia yang Masih Lestari, dari Mabit hingga Tabuik
Aktual
10 Doa agar Terhindar dari Fitnah Akhir Zaman dan Dajjal
10 Doa agar Terhindar dari Fitnah Akhir Zaman dan Dajjal
Doa dan Niat
6 Tradisi Tahun Baru Islam di Berbagai Negara, dari Indonesia hingga Mesir
6 Tradisi Tahun Baru Islam di Berbagai Negara, dari Indonesia hingga Mesir
Aktual
Surah Al Mulk, Amalan Malam yang Disebut Menyelamatkan dari Azab Kubur
Surah Al Mulk, Amalan Malam yang Disebut Menyelamatkan dari Azab Kubur
Doa dan Niat
Hidup Sezaman Nabi Muhammad, Ratu Shima Viral hingga Jazirah Arab
Hidup Sezaman Nabi Muhammad, Ratu Shima Viral hingga Jazirah Arab
Aktual
Sejarah Kota Mekkah, Tempat Kelahiran Nabi Muhammad SAW dan Pusat Peradaban Islam
Sejarah Kota Mekkah, Tempat Kelahiran Nabi Muhammad SAW dan Pusat Peradaban Islam
Aktual
Surah Al Ikhlas Hanya 4 Ayat, Mengapa Setara Sepertiga Al-Qur'an?
Surah Al Ikhlas Hanya 4 Ayat, Mengapa Setara Sepertiga Al-Qur'an?
Doa dan Niat
7 Amalan Menyambut Tahun Baru Islam 1448 H, Dari Muhasabah hingga Puasa Muharram
7 Amalan Menyambut Tahun Baru Islam 1448 H, Dari Muhasabah hingga Puasa Muharram
Aktual
7 Tradisi Tahun Baru Islam di Indonesia, dari Pawai Obor hingga Tabuik
7 Tradisi Tahun Baru Islam di Indonesia, dari Pawai Obor hingga Tabuik
Aktual
Puasa Muharram 2026 Berapa Hari? Ini Jadwal Lengkap, Niat, dan Keutamaannya
Puasa Muharram 2026 Berapa Hari? Ini Jadwal Lengkap, Niat, dan Keutamaannya
Doa dan Niat
Khutbah Jumat 12 Juni 2026: Jadikan Muharram Momentum Hijrah Spiritual
Khutbah Jumat 12 Juni 2026: Jadikan Muharram Momentum Hijrah Spiritual
Aktual
Tahun Baru Islam 2026 Tanggal Berapa? Cek Tanggal dan Jadwal Liburnya
Tahun Baru Islam 2026 Tanggal Berapa? Cek Tanggal dan Jadwal Liburnya
Aktual
Kemenhaj Bagikan 4 Tips Terhindar dari Badal Haji Fiktif
Kemenhaj Bagikan 4 Tips Terhindar dari Badal Haji Fiktif
Aktual
Arab Saudi Buka Wisata Safari Satwa Liar, 10.000 Hewan Dilepas ke Alam
Arab Saudi Buka Wisata Safari Satwa Liar, 10.000 Hewan Dilepas ke Alam
Aktual
Kemenag Gelar Nikah Massal Sambut 1 Muharam 1448 H, Peserta Dapat Modal Usaha
Kemenag Gelar Nikah Massal Sambut 1 Muharam 1448 H, Peserta Dapat Modal Usaha
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com