Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Revano, Siswa Katolik di SMK Muhammadiyah Pekalongan yang Lulus Berprestasi dan Siap ke Jepang

Kompas.com, 16 Mei 2026, 12:40 WIB
Khairina

Editor

KOMPAS.com-Revano menjadi salah satu sosok yang menarik perhatian dalam acara pelepasan kelulusan kelas 12 SMK Muhammadiyah Pekalongan, Selasa (12/5/2026).

Ia hadir didampingi ibunya, Silvia, dalam acara yang digelar di sebuah hotel di Kota Pekalongan.

Dilansir dari laman Muhammadiyah, Revano merupakan satu-satunya siswa keturunan Tionghoa beragama Katolik di sekolah berbasis Islam tersebut.

Selain menjadi lulusan terbaik kedua jurusan Teknik dan Bisnis Sepeda Motor, Revano juga mendapat kesempatan magang ke Jepang melalui program beasiswa dari LPK.

Baca juga: Wamenag Serahkan Bantuan Rp 2 M untuk Gereja Katolik Terdampak Banjir di Sumut

Revano pilih SMK Muhammadiyah karena jurusan otomotif

Revano mengaku memilih SMK Muhammadiyah Pekalongan karena tertarik pada jurusan teknik sepeda motor.

Menurut dia, sekolah tersebut memiliki kualitas pembelajaran otomotif yang baik di wilayah Pekalongan.

“Memilih di SMK ini karena yang ada jurusan teknik sepeda motor di Pekalongan kan ada dua,  Yang bagus kan SMK Muhammadiyah, saya pilih di sini,” katanya.

Keputusan itu menjadi awal perjalanan pendidikan yang memberi banyak pengalaman baik bagi Revano.

Selama tiga tahun bersekolah, ia merasa diterima oleh teman dan guru di SMK Muhammadiyah Pekalongan.

“Kesannya baik, teman-teman dan guru semuanya baik-baik,” ujar Revano.

Baca juga: Muhammadiyah Dukung Film Children of Heaven, Ajak Siswa Nonton Bareng

Tetap mendapat pelajaran agama Katolik

Meski bersekolah di lingkungan Muhammadiyah, Revano tetap mendapatkan hak pendidikan agama sesuai keyakinannya.

Pihak sekolah menyediakan guru agama Katolik untuk mendampingi pembelajaran agama yang ia ikuti.

“Di sini pembelajarannya enak. Setelah lulus mau berangkat ke Jepang,” tambahnya.

Revano juga mengatakan tidak pernah mengalami diskriminasi selama menempuh pendidikan di sekolah tersebut.

“Selama di sekolah tidak ada diskriminasi apapun, paling teman bercanda masih normal,” ucapnya.

Baca juga: Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus dengan Teknologi Italia, Target Operasi 2028

Ibu Revano sempat ragu

Silvia, ibu Revano, mengaku sempat mempertimbangkan keputusan menyekolahkan anaknya di sekolah berbasis Islam.

Keraguan itu muncul karena keluarganya berasal dari latar belakang nonmuslim.

Namun, Silvia akhirnya mantap setelah mendapat penjelasan langsung dari pihak sekolah.

“Saya percayakan ke SMK Muhammadiyah karena keinginan anak sendiri. Anak saya itu lebih suka praktik, penginnya otomotif jurusannya teknik sepeda motor,” katanya.

Menurut Silvia, informasi yang ia peroleh menyebut SMK Muhammadiyah Pekalongan memiliki jurusan otomotif terbaik di wilayah Pekalongan.

“Saya tanya ke anak saya bagaimana, kamu bersedia tidak, karena kita ada di lingkungan muslim. Dia jawab tidak apa-apa,” ujarnya.

“Kebetulan dari kepala sekolah menyambut baik, nanti pelajaran agama menyesuaikan. Ya sudah saya tambah mantap menyekolahkan anak saya di SMK Muhammadiyah,” lanjut Silvia.

Tidak mengalami perundungan dan rasisme

Momen haru terjadi saat acara pelepasan kelulusan berlangsung.

Silvia yang mendampingi Revano naik ke atas panggung menyampaikan rasa terima kasih kepada SMK Muhammadiyah Pekalongan.

Ia bersyukur karena putranya diterima dengan baik selama menempuh pendidikan di sekolah tersebut.

“Selama sekolah sampai kelas 3 tidak ada persoalan, tidak ada pembulian maupun rasis. Pelajaran agama juga mendapatkan dengan baik. Anak saya Katolik mendapatkan pelajaran Katolik juga, tidak ada paksaan harus ikut pelajaran agama Islam,” ungkapnya.

Silvia menyebut Revano mengalami banyak perubahan positif sejak bersekolah di SMK Muhammadiyah Pekalongan.

“Terus terang di SMK ini dia malah lebih semangat. Waktu SD dan SMP dia kurang, kadang tugas tidak dikerjakan. Di SMK ini dia malah semangat kerjakan tugas, tidak pernah terlambat sekolah,” katanya.

Kemampuan otomotif berkembang

Kemampuan Revano di bidang otomotif juga berkembang selama belajar di SMK Muhammadiyah Pekalongan.

Silvia mengatakan, putranya kini mampu memperbaiki sepeda motor sendiri.

Revano bahkan kerap dipercaya tetangga untuk membantu memperbaiki motor.

“Dia kan jurusan sepeda motor, sampai sekarang bisa servis motor sendiri. Bahkan kadang dipercaya sama tetangga. Saya sangat puas sekali,” tambah Silvia.

Dalam sesi wawancara dengan wartawan, Silvia juga mengajak masyarakat nonmuslim tidak ragu menyekolahkan anaknya di sekolah Muhammadiyah.

“Untuk teman nonmuslim jangan takut memasukkan anaknya ke Muhammadiyah karena akan diterima dengan baik,” tuturnya.

Baca juga: Muhammadiyah Jadi Ormas Islam dengan 23 Fakultas Kedokteran Terbanyak di Dunia, Ini Faktanya

Muhammadiyah terbuka untuk semua

Kepala SMK Muhammadiyah Pekalongan, Khusnawan, menegaskan pihak sekolah tidak pernah membedakan siswa berdasarkan latar belakang agama.

Menurut dia, setiap siswa mendapatkan perlakuan yang sama selama menempuh pendidikan di sekolah.

“Perlakuan kami sama. Ternyata dia bagus, dia ahli dalam sepeda motor, bisa memotivasi teman-temannya,” ujarnya.

Khusnawan mengatakan pendidikan Muhammadiyah terbuka bagi siapa saja.

Sekolah juga memberi ruang bagi siswa untuk tetap menjalankan keyakinannya masing-masing.

“Muhammadiyah itu luas. Pendidikan Muhammadiyah untuk semuanya, siapa saja. Pendidikan agama kami pilah, kami carikan guru agamanya, tetap ada fasilitas agama,” katanya.

Ia menegaskan sekolah tidak pernah memiliki tujuan memaksa siswa nonmuslim mengikuti ajaran Islam.

Menurut Khusnawan, pengalaman Revano menjadi contoh bahwa sekolah Muhammadiyah dapat menjadi ruang pendidikan yang terbuka, aman, dan menghargai keberagaman.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar