Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Puasa Dzulhijjah Sampai Kapan? Ini Batas Waktu dan Jadwal Lengkapnya

Kompas.com, 19 Mei 2026, 09:50 WIB
Add on Google
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan yang sangat istimewa dalam kalender Islam, di mana amalan shalih di dalamnya memiliki pahala yang dilipatgandakan.

Bagi Anda yang ingin menjalankan ibadah puasa sunnah, penting untuk mengetahui batas waktu pelaksanaannya agar tidak melanggar waktu-waktu yang diharamkan.

Batas Waktu Pelaksanaan Puasa Dzulhijjah

Pelaksanaan puasa sunnah Dzulhijjah sangat dianjurkan untuk dikerjakan selama sembilan hari pertama, yaitu mulai tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah.

Puasa ini mencakup puasa harian pada awal bulan, puasa Tarwiyah, dan puncaknya adalah puasa Arafah.

Baca juga: Puasa Dzulhijjah Apakah Harus 9 Hari? Simak Hukum dan Ketentuannya

Untuk tahun 2026, berdasarkan ketetapan pemerintah melalui Sidang Isbat, rangkaian puasa ini dapat dilakukan pada jadwal berikut:

  • Puasa 1–7 Dzulhijjah: Senin, 18 Mei hingga Minggu, 24 Mei 2026.
  • Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah): Senin, 25 Mei 2026.
  • Puasa Arafah (9 Dzulhijjah): Selasa, 26 Mei 2026.

Waktu yang Dilarang Berpuasa

Setelah melewati tanggal 9 Dzulhijjah, umat Muslim dilarang keras (haram) untuk berpuasa pada hari-hari berikut:

1. Hari Raya Idul Adha (10 Dzulhijjah): Jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.
2. Hari Tasyrik (11, 12, dan 13 Dzulhijjah): Yaitu pada tanggal 28, 29, dan 30 Mei 2026.

Hari Tasyrik merupakan waktu bagi umat Islam untuk makan, minum, dan berdzikir sebagai bentuk syukur atas nikmat Allah SWT.

Oleh karena itu, batas akhir melaksanakan puasa sunnah sebelum Idul Adha adalah pada hari ke-9 Dzulhijjah (hari Arafah).

Keutamaan Puasa hingga Hari ke-9

Sangat dianjurkan untuk memaksimalkan puasa hingga hari ke-9 karena memiliki keutamaan yang luar biasa. Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) secara khusus dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.

Sementara itu, puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah) juga diyakini dapat menghapuskan dosa satu tahun yang telah lewat.

Bagi yang memiliki utang puasa Ramadhan, Anda diperbolehkan untuk menggabungkan atau melakukan qadha Ramadhan di hari-hari utama Dzulhijjah ini agar mendapatkan pahala wajib sekaligus keutamaan hari-hari tersebut.

Baca juga: Doa Puasa Dzulhijjah, Amalan 10 Hari Pertama Lengkap Artinya

Sebagai kesimpulan, puasa Dzulhijjah dilaksanakan selama 9 hari penuh dan harus dihentikan saat memasuki hari raya Idul Adha serta hari-hari Tasyrik.

Manfaatkanlah momentum sembilan hari pertama ini untuk meraih keberkahan yang tak terhingga.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Mandi Sebelum Puasa Arafah, Apakah Wajib? Simak Penjelasan Ulama
Mandi Sebelum Puasa Arafah, Apakah Wajib? Simak Penjelasan Ulama
Aktual
Hanya Puasa Arafah Saja, Apakah Tetap Dapat Pahala Dzulhijjah?
Hanya Puasa Arafah Saja, Apakah Tetap Dapat Pahala Dzulhijjah?
Aktual
Tim Amirul Hajj Hasyim Asy'ari Tiba di Arab Saudi, Siap Kawal Haji dan Jalankan Diplomasi
Tim Amirul Hajj Hasyim Asy'ari Tiba di Arab Saudi, Siap Kawal Haji dan Jalankan Diplomasi
Aktual
Puasa Dzulhijjah Sampai Kapan? Ini Batas Waktu dan Jadwal Lengkapnya
Puasa Dzulhijjah Sampai Kapan? Ini Batas Waktu dan Jadwal Lengkapnya
Aktual
Jemaah Haji Diajak Doakan Presiden Prabowo Jadi Pemimpin Adil dan Bijaksana
Jemaah Haji Diajak Doakan Presiden Prabowo Jadi Pemimpin Adil dan Bijaksana
Aktual
Puasa Dzulhijjah Apakah Harus 9 Hari? Simak Hukum dan Ketentuannya
Puasa Dzulhijjah Apakah Harus 9 Hari? Simak Hukum dan Ketentuannya
Aktual
Mbah Kasrun, Calon Haji Tertua 102 Tahun dari Banjarmasin, Berangkat ke Makkah
Mbah Kasrun, Calon Haji Tertua 102 Tahun dari Banjarmasin, Berangkat ke Makkah
Aktual
PPIH Bentuk Timsus Mina, Bantu Jemaah Haji Lansia dan Sakit saat Puncak Haji
PPIH Bentuk Timsus Mina, Bantu Jemaah Haji Lansia dan Sakit saat Puncak Haji
Aktual
Kamar Haji Ramah Lansia di Makkah, Ada Pegangan Khusus dan Akses Kursi Roda
Kamar Haji Ramah Lansia di Makkah, Ada Pegangan Khusus dan Akses Kursi Roda
Aktual
Sejarah Kiswah Ka’bah: Siapa Sosok Pertama yang Menyelimutinya?
Sejarah Kiswah Ka’bah: Siapa Sosok Pertama yang Menyelimutinya?
Aktual
Bawa Secarik Kertas Doa, Pasutri Wonosobo Sujud Syukur Setibanya di Jeddah
Bawa Secarik Kertas Doa, Pasutri Wonosobo Sujud Syukur Setibanya di Jeddah
Aktual
Puncak Haji 2026 Dimulai 25 Mei, Jutaan Jemaah Bergerak ke Armuzna
Puncak Haji 2026 Dimulai 25 Mei, Jutaan Jemaah Bergerak ke Armuzna
Aktual
Puasa Tarwiyah 2026 Jatuh pada Hari Senin, Bisakah Niatnya Digabung?
Puasa Tarwiyah 2026 Jatuh pada Hari Senin, Bisakah Niatnya Digabung?
Aktual
Doa saat Mabit di Muzdalifah, Dibaca Setelah Wukuf di Arafah
Doa saat Mabit di Muzdalifah, Dibaca Setelah Wukuf di Arafah
Aktual
Mengenal Mina, Kota Tenda Putih Terbesar di Dunia saat Musim Haji
Mengenal Mina, Kota Tenda Putih Terbesar di Dunia saat Musim Haji
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com