Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Haji 2026, Suhu Makkah Diprediksi Tembus 47 Derajat Celsius

Kompas.com, 20 Mei 2026, 09:53 WIB
Khairina

Editor

KOMPAS.com-Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi memperkirakan cuaca panas hingga sangat panas terjadi di Makkah dan kawasan suci selama musim Haji 2026.

Suhu udara diperkirakan dapat mencapai 47 derajat Celsius, terutama pada siang hari sejak awal Dzulhijjah hingga Hari Tarwiyah.

Prakiraan cuaca tersebut juga mencakup potensi angin berdebu yang dapat membawa pasir di Makkah, Mina, Arafah, dan Muzdalifah.

Otoritas meteorologi Arab Saudi menyatakan pemantauan cuaca akan terus dilakukan di kawasan suci dan jalur pergerakan jemaah selama musim haji.

Baca juga: Doa saat Mabit di Muzdalifah, Dibaca Setelah Wukuf di Arafah

Suhu Makkah bisa capai 47 derajat Celsius

Dilansir dari Gulf News, Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi atau National Centre for Meteorology (NCM) memperkirakan suhu di Makkah dan kawasan suci selama Haji 2026 berada pada kategori panas hingga sangat panas.

Kepala Eksekutif NCM Ayman Ghulam mengatakan, suhu sejak awal Dzulhijjah hingga Hari Tarwiyah pada 8 Dzulhijjah diperkirakan berkisar 44-47 derajat Celsius pada siang hari.

Suhu minimum pada periode tersebut diperkirakan berada di kisaran 28-31 derajat Celsius.

Kondisi ini membuat jemaah perlu lebih waspada terhadap risiko kelelahan, dehidrasi, dan gangguan kesehatan akibat paparan panas.

Baca juga: Jelang Puncak Haji 2026, Saudi Pastikan Kesiapan 33 Ribu Bus di Arafah

Angin berdebu berpotensi terjadi siang hari

NCM menyebut angin permukaan yang kuat berpotensi menerbangkan debu dan pasir, terutama pada siang hari.

Kondisi tersebut diperkirakan terjadi saat jutaan jemaah berkumpul untuk menjalankan rangkaian ibadah haji tahunan.

Tingkat kelembapan diperkirakan berkisar 10-40 persen.

Sementara itu, angin dari barat daya hingga barat laut diperkirakan bertiup dengan kecepatan 15-40 kilometer per jam.

Cuaca saat Arafah hingga 13 Dzulhijjah

Sejak Hari Arafah hingga 13 Dzulhijjah, cuaca diperkirakan tetap panas dengan langit cerah hingga berawan sebagian.

Aktivitas angin juga diperkirakan masih berlanjut dan dapat menyebabkan debu serta pasir beterbangan.

Ghulam mengatakan, suhu pada periode tersebut diperkirakan berada di kisaran 42-44 derajat Celsius.

Kelembapan udara pada periode itu dapat meningkat hingga 55 persen.

Potensi badai petir dari Taif

NCM juga memperingatkan potensi badai petir yang dapat berkembang di dataran tinggi Kegubernuran Taif.

Dampak cuaca dari wilayah tersebut berpotensi meluas ke kawasan suci.

Badai petir juga dapat memicu angin turun yang berisiko menerbangkan debu dan pasir.

Kondisi ini menjadi perhatian karena perubahan cuaca dapat memengaruhi pergerakan jemaah di area terbuka.

Baca juga: Persiapan Puncak Haji di Arafah, Ini Dzikir dan Doa yang Dianjurkan untuk Jamaah

NCM siapkan radar hingga teknologi AI

Ghulam mengatakan, NCM telah menyelesaikan persiapan operasional untuk menghadapi musim Haji 2026.

Persiapan tersebut mencakup pengerahan radar cuaca, sistem satelit, stasiun pemantauan tetap dan bergerak, serta teknologi kecerdasan buatan.

Perangkat tersebut digunakan untuk mendukung otoritas yang melayani jemaah haji dan meningkatkan akurasi prakiraan cuaca.

NCM menyatakan pemantauan cuaca dilakukan secara berkelanjutan di Makkah, Madinah, kawasan suci, dan rute yang digunakan jemaah sepanjang musim haji.

Jemaah perlu antisipasi cuaca panas

Prakiraan suhu tinggi menjadi pengingat bagi jemaah haji untuk menjaga kondisi tubuh selama berada di Tanah Suci.

Jemaah perlu mencukupi kebutuhan cairan, menghindari aktivitas berlebihan di luar ruangan pada siang hari, serta menggunakan pelindung diri saat terpapar panas.

Kewaspadaan terhadap cuaca panas dan angin berdebu penting agar rangkaian ibadah haji dapat dijalankan dengan aman, lancar, dan khusyuk.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar